Tim Pengacara Asal Amerika Turun Tangan Usut Kasus Teror Air Keras Novel

Agung Sandy Lesmana, Welly Hidayat

Jum'at, 26 April 2019 | 13:41 WIB
Tim Pengacara Asal Amerika Turun Tangan Usut Kasus Teror Air Keras Novel
Penyidik KPK Novel Baswedan bersama perwakilan tim advokasi amnesti internasional dari AS. (Suara.com/Welly)

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima kedatangan tim Advokasi Amnesti International dari Amerika Serikat untuk turun tangan membantu mengusut pelaku kasus teror air keras yang menimpa, Novel Baswedan yang belum terungkap.

"Hari ini wadah pegawai KPK kedatangan tamu dari Amerika Serikat yaitu manajer tim Advokasi Amnesti Internasional untuk wilayah Asia Pasifik yang datang ke KPK untuk membantu KPK dalam rangka melakukan internasionalisasi terhadap kasus Novel sampai saat ini belum terungkap," kata Ketua Pegawai KPK, Yudi Purnomo di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2019).

Sementara itu, Manager Advokasi Asia Pasifik Amnesty International Fransisco Bencosme menyebut kedatangan tim Advokasi Amnesti International untuk membantu penyelidikan independen terhadap kasus Novel yang kini masih mangkrak di kepolisian. 

"Amerika Serikat di sini adalah untuk membantu proses upaya penyelidikan independen terhadap kasus yang terjadi dan dialami oleh penyidik senior novel Baswedan," ujar Fransisco.

Menurut Fransisco, alasan pihaknya ikut campur dalam penanganan kasus ini karena merasa prihatin dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo yang belum bisa menyelesaikan kasus teror air keras yang kini membuat mata kiri Novel tak lagi bisa melihat secara sempurna.  Setidaknya, kata dia nyaris selama lima tahun pemerintahan Jokowi berjalan, pelaku yang terlibat dalam kasus ini belum juga terungkap.

"Ini menjadi satu langkah politik yang sangat mengkhawatirkan ketika Jokowi berkuasa selama 5 tahun ini bahwa ada komitmen - komitmen untuk melakukan pengawasan di sektor anti korupsi yang tidak berhasil dilakukan," ujar Fransisco

Fransisco menyebut akan mendorong kasus Novel ke dalam kongres international dalam upaya penegakan hukum dan hak asasi manusia dan utamanya di sektor antikorupsi agar selaras dengan komitmen standar internasional.

"Dalam hal ini kami punya akses terhadap para pengambil kebijakan di Amerika Serikat melalui jalur kongres jalur parlemen untuk mengutamakan apa yang terjadi dalam situasi yang dihadapi oleh KPK dan novel Baswedan di Indonesia," tegas Fransisco.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Texas Hukum Mati Terdakwa Pembunuh Warga Kulit Hitam di AS

Texas Hukum Mati Terdakwa Pembunuh Warga Kulit Hitam di AS

News | Kamis, 25 April 2019 | 11:18 WIB

Karangan-karangan Bunga Lucu dari Amerika Serikat untuk Jokowi

Karangan-karangan Bunga Lucu dari Amerika Serikat untuk Jokowi

News | Rabu, 24 April 2019 | 13:48 WIB

Bertemu CEO Twitter, Presiden Trump Mengeluh Kehilangan Banyak Follower

Bertemu CEO Twitter, Presiden Trump Mengeluh Kehilangan Banyak Follower

News | Rabu, 24 April 2019 | 08:23 WIB

Sempat Viral, Penumpang yang Minta Pramugari Lap Bokongnya Meninggal

Sempat Viral, Penumpang yang Minta Pramugari Lap Bokongnya Meninggal

News | Selasa, 23 April 2019 | 18:01 WIB

Trump Minta Negara Lain Tak Beli Minyak dari Iran Mulai 1 Mei

Trump Minta Negara Lain Tak Beli Minyak dari Iran Mulai 1 Mei

Bisnis | Selasa, 23 April 2019 | 10:49 WIB

Terkini

6 Serum Anti-Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Intip Rekomendasinya

6 Serum Anti-Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Intip Rekomendasinya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 19:43 WIB

Dari Gaya Hidup hingga Cek Kesehatan, Langkah Preventif Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Dari Gaya Hidup hingga Cek Kesehatan, Langkah Preventif Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Health | Selasa, 03 November 2026 | 19:41 WIB

Pertalite Viral Disebut Tercampur Air, Ini Tanggapan Pertamina

Pertalite Viral Disebut Tercampur Air, Ini Tanggapan Pertamina

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:38 WIB

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:35 WIB

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:35 WIB

Penerima Bansos Punya Tabungan Rp100 Juta, Kemensos Dalami Data

Penerima Bansos Punya Tabungan Rp100 Juta, Kemensos Dalami Data

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:34 WIB

Duit Kripto Rp85 Triliun di Binance Kabur!

Duit Kripto Rp85 Triliun di Binance Kabur!

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:34 WIB

Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Kenali iPhone 18 Pro Max dengan Fitur Premium!

Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Kenali iPhone 18 Pro Max dengan Fitur Premium!

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:28 WIB

Dari Pekarangan ke Pasar, Perempuan Ganesha Mukti Membangun Kemandirian Pangan

Dari Pekarangan ke Pasar, Perempuan Ganesha Mukti Membangun Kemandirian Pangan

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:23 WIB

9 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas

9 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 19:21 WIB

×