Viral, Video Hoaks Orasi untuk KPU Bawa-bawa Wali Kota Risma

Rendy Adrikni Sadikin | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Suara.com

Kamis, 02 Mei 2019 | 16:32 WIB
Viral, Video Hoaks Orasi untuk KPU Bawa-bawa Wali Kota Risma
Tangkapan layar video orasi hoaks yang bawa-bawa Wali Kota Risma - (Twitter)

Suara.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini disebut-sebut menjadi orator yang menuntut kejujuran KPU dalam sebuah video viral. Humas Kota Surabaya pun segera mengklarifikasi bahwa itu hoaks.

Dalam video tersebut tampak seorang wanita memimpin orasi menggunakan Bahasa Indonesia dengan logat Jawa kental, yang terkadang dicampur dengan bahasa Jawa.

Pada spanduk di belakangnya tertulis kalimat "KPU jangan curang. KPU harus jujur dan adil. Jangan berat sebelah".

Dalam orasinya, wanita itu mendesak KPU, Bawaslu, dan polisi untuk berlaku jujur dalam menyelenggarakan Pemilu.

"Saya cuma mengimbau Ketua KPU bersama pengurus, Bawaslu, petugas Pemilu, polisi-polisi, kowe sing bekas muridku, ojo kemakan kowe yo (kalian yang mantan murid saya, jangan termakan ya, -red)," serunya.

Menurut beberapa penyebar video, wanita yang menjadi orator dalam video viral itu adalah Wali Kota Risma. Tak sedikit yang menganggap suara wanita itu mirip seperti Wali Kota Risma, sehingga memercayainya dan menyebar video itu sampai viral di media sosial.

Menyikapi viral-nya video tersebut, Humas Kota Surabaya langsung memberikan klarifikasi melalui akun resmi Twitter @BanggaSurabaya.

Disebutkan, wanita yang memimpin orasi itu bukanlah Wali Kota Risma. Selain itu, kejadian tersbeut juga tidak berlokasi di Surabaya.

"KLARIFIKASI VIDEO HOAX ATAS NAMAKAN BU RISMA!

Pemkot Surabaya menyatakan bahwa video ini tidak benar menyatakan Bu Risma terlibat dalam video ini.

Dalam video ini, kejadiannya juga tidak berada di Surabaya.

Yuk kita jangan ikut dalam menyebarkan video hoax!" tulis akun tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Situng KPU Kamis 13.30 WIB: Suara Prabowo Dilibas Jokowi di Tanjungpinang

Situng KPU Kamis 13.30 WIB: Suara Prabowo Dilibas Jokowi di Tanjungpinang

News | Kamis, 02 Mei 2019 | 14:25 WIB

KPU Tolak Mentah Permintaan Ijtima Ulama III untuk Diskualifikasi Jokowi

KPU Tolak Mentah Permintaan Ijtima Ulama III untuk Diskualifikasi Jokowi

News | Kamis, 02 Mei 2019 | 13:54 WIB

Ponpes Sunan Kalijaga: Seruan Rizieq Tidaklah Patut dan Mesti Ditolak!

Ponpes Sunan Kalijaga: Seruan Rizieq Tidaklah Patut dan Mesti Ditolak!

Jogja | Kamis, 02 Mei 2019 | 13:47 WIB

Partai Golkar Serahkan Laporan Dana Kampanye Sebesar Rp 307 Miliar ke KPU

Partai Golkar Serahkan Laporan Dana Kampanye Sebesar Rp 307 Miliar ke KPU

News | Kamis, 02 Mei 2019 | 13:23 WIB

Update Real Count KPU Kamis Siang: Jokowi Terus Melejit Tinggalkan Prabowo

Update Real Count KPU Kamis Siang: Jokowi Terus Melejit Tinggalkan Prabowo

News | Kamis, 02 Mei 2019 | 11:02 WIB

Terkini

Pulau Terancam Diduduki, Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Tetangga

Pulau Terancam Diduduki, Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Tetangga

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:35 WIB

Krisis PPPK di NTT: 9.000 Pegawai Terancam Putus Kontrak Masal

Krisis PPPK di NTT: 9.000 Pegawai Terancam Putus Kontrak Masal

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:30 WIB

Di Balik Cloud Storage, Ada Biaya Lingkungan yang Harus Kita Bayar

Di Balik Cloud Storage, Ada Biaya Lingkungan yang Harus Kita Bayar

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:30 WIB

Jerman 'Impor' Tenaga Kerja India: Solusi di Tengah Tsunami Pensiun

Jerman 'Impor' Tenaga Kerja India: Solusi di Tengah Tsunami Pensiun

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:25 WIB

Tak Masalah Dilaporkan ke Dewas KPK, Deputi Penindakan dan Eksekusi: Bentuk Kepedulian Masyarakat

Tak Masalah Dilaporkan ke Dewas KPK, Deputi Penindakan dan Eksekusi: Bentuk Kepedulian Masyarakat

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:24 WIB

Israel Perluas Serangan ke Lebanon, Begini Sejarahnya!

Israel Perluas Serangan ke Lebanon, Begini Sejarahnya!

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:21 WIB

Mutasi Kabais Tak Transparan, Imparsial Cium Upaya Putus Rantai Komando di Kasus Andrie Yunus

Mutasi Kabais Tak Transparan, Imparsial Cium Upaya Putus Rantai Komando di Kasus Andrie Yunus

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:17 WIB

Efek Perang Iran: Kim Jong Un Makin Yakin Nuklir Adalah Kunci Selamat

Efek Perang Iran: Kim Jong Un Makin Yakin Nuklir Adalah Kunci Selamat

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16 WIB

Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman

Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:10 WIB

Arus Balik Masih Tinggi, 52 Ribu Penumpang Kereta Api Tiba di Jakarta Hari Ini

Arus Balik Masih Tinggi, 52 Ribu Penumpang Kereta Api Tiba di Jakarta Hari Ini

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:05 WIB