Ditangkap karena Sebar Hoaks People Power, Ini Alasan Dosen S2 di Bandung

Reza Gunadha

Jum'at, 10 Mei 2019 | 20:22 WIB
Ditangkap karena Sebar Hoaks People Power, Ini Alasan Dosen S2 di Bandung
Ditreskrimsus Polda Jabar Kombes Samudi menunjukan barang bukti pelaku ujaran kebencian, Solatun Dulah Sayuti dalam gelar perkara di Mapolda Jabar, Jalan Sukarno Hatta, Bandung, Jumat (10/5/2019). [Suara.com/Aminuddin]

Suara.com - Solatun Dulah Sayuti, dosen perguruan tinggi swasta di Kota Bandung, Jawa Barat, ditangkap aparat kepolisian setempat karena diduga menyebar ujaran kebencian melalui media sosial, penghasutan, dan membuat keonaran.

Setelah ditangkap Polda Jabar, Jumat (10/5/2019), Solatun mengakui tidak berniat memanas-manasi agar terjadi konflik antara masyarakat dengan polisi melalui status yang dia unggah di Facebook miliknya.

"Bukan pembenturan polisi dengan rakyat, saya hanya takut kalau benar-benar orang mau membenturkan polisi dengan rakyat. Tidak selain itu, demi Allah," ucap Solatun di Mapolda Jawa Barat, Jalan Sukarno Hatta, Bandung, Jumat (10/5/2019).

Dalam unggahan status di beranda Facebook miliknya, Solatun mengandaikan kalau terjadi gerakan people power, maka perbandingan harga satu nyawa rakyat berbanding dengan 10 prajurit kepolisian.

"Harga nyawa rakyat jika People power tidak dapat dielak: satu orang rakyat ditembak oleh polisi harus dibayar dengan 10 orang polisi dibunuh mati menggunakan pisau dapur, golok, linggis, kapak, kunci roda mobil, siraman tiner cat berapi dan keluarga mereka," begitu tulisan Solatun di  Facebook, Kamis (9/5/2019) pukul 06.35 WIB.

Menurut dia, alasan membuat tulisan itu dilatarbelangi adanya dua kiriman berupa video dan gambar yang sebetulnya terindikasi hoaks.

Video dan foto itu seolah menjelaskan persiapan pasukan polisi saat akan melakukan pengamanan terhadap aksi people power.

"Ada disebutkan bahwa kesiapan polisi sekian pucuk senjata per sektor, per resor dan seterusnya dan kemudian ada rasionalisasi kalau begitu ketika benturan polisi dengan rakyat maka 1 banding 10. Kira-kira gambarannya demikian karena kalimatnya panjang sekali saya ikut membaca saja," tukasnya.

Namun, Solatun mengakui kesalahannya lantaran tidak teliti dan mengecek kebenara fakta terhadap video dan foto yang dia dapatkan di grup WhatsApp.

baca juga

Solatun berprofesi sebagai dosen pascasarjana di salah satu perguruan tinggi swasta di kota Bandung.

"Ini sudah saya akui, ini kesalahan saya. Saya mengajarkan kepada mahasiswa saya untuk cek ricek. Tapi saya sendiri melakukan kesalahan ini. Saya akui kesalahan dan saya harus perbaiki. Tapi niatnya demi Allah tidak ada (untuk adu domba polisi dan rakyat)," bebernya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat Kombes Samudi mengatakan, ancaman hukuman bagi Solatun maksimal bisa sampai 10 tahun penjara.

Solatun disangkakan melanggar Pasal 14 Ayat (1) dan Pasal 15 Undang-undang nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Kontributor : Aminuddin

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebar Seruan People Power Bunuh 10 Polisi, Dosen di Bandung Dibekuk

Sebar Seruan People Power Bunuh 10 Polisi, Dosen di Bandung Dibekuk

Jabar | Jum'at, 10 Mei 2019 | 15:10 WIB

Ngotot Bantah Makar, Eggi Sudjana Ajukan Praperadilan karena Jadi Tersangka

Ngotot Bantah Makar, Eggi Sudjana Ajukan Praperadilan karena Jadi Tersangka

News | Jum'at, 10 Mei 2019 | 13:31 WIB

Sebar Hoaks Kantor Bareskrim Jadi Pusat Situng KPU, 2 Orang Dibekuk

Sebar Hoaks Kantor Bareskrim Jadi Pusat Situng KPU, 2 Orang Dibekuk

News | Kamis, 09 Mei 2019 | 20:35 WIB

Ajakan People Power Melalui Broadcast WhatsApp Juga Beredar di Kota Malang

Ajakan People Power Melalui Broadcast WhatsApp Juga Beredar di Kota Malang

Jatim | Kamis, 09 Mei 2019 | 15:47 WIB

Bela Eggi Sudjana, BPN: People Power Zaman Pak Harto Masalah Enggak?

Bela Eggi Sudjana, BPN: People Power Zaman Pak Harto Masalah Enggak?

News | Kamis, 09 Mei 2019 | 13:46 WIB

Terkini

BGN Kembalikan Rp160,37 M ke Kas Negara Usai BPK Temukan 75 SPPG Punya Rekening Ganda!

BGN Kembalikan Rp160,37 M ke Kas Negara Usai BPK Temukan 75 SPPG Punya Rekening Ganda!

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 10:20 WIB

4 Zodiak Paling Rajin Menabung, Paling Anti Impulsive Buying

4 Zodiak Paling Rajin Menabung, Paling Anti Impulsive Buying

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 10:19 WIB

Rangkuman Pidato Prabowo Kemarin: Tak Takut MSCI, Biang Kerok Kebakaran Hutan

Rangkuman Pidato Prabowo Kemarin: Tak Takut MSCI, Biang Kerok Kebakaran Hutan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 10:16 WIB

Karhutla Jadi Masalah Lintas Negara, Ignasius Jonan Ajak Singapura dan Malaysia Turun Tangan

Karhutla Jadi Masalah Lintas Negara, Ignasius Jonan Ajak Singapura dan Malaysia Turun Tangan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Modus Top Up Umur dan Tiket Surga, Pria Bangkalan Dikelabui Imam Mahdi Palsu Rp1,3 Miliar

Modus Top Up Umur dan Tiket Surga, Pria Bangkalan Dikelabui Imam Mahdi Palsu Rp1,3 Miliar

Jatim | Kamis, 22 Oktober 2026 | 10:06 WIB

Review Clayface: Tragedi Kelam sang Aktor Gotham dalam Teror Body Horror!

Review Clayface: Tragedi Kelam sang Aktor Gotham dalam Teror Body Horror!

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 10:05 WIB

Sejarah Baru Calvin Verdonk di Liga Champions Berakhir Pahit, Lille Dihajar Galatasaray

Sejarah Baru Calvin Verdonk di Liga Champions Berakhir Pahit, Lille Dihajar Galatasaray

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 10:02 WIB

Rano Karno Bocorkan Netflix Bakal Syuting Sekuel Film Populer di Jakarta pada 2027

Rano Karno Bocorkan Netflix Bakal Syuting Sekuel Film Populer di Jakarta pada 2027

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Rupiah Makin Sengsara, Merosot ke Level Rp18.052 per Dolar Amerika Serikat

Rupiah Makin Sengsara, Merosot ke Level Rp18.052 per Dolar Amerika Serikat

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Bongkar Penimbunan Solar, Polda Riau Didesak Ungkap Mafia BBM

Bongkar Penimbunan Solar, Polda Riau Didesak Ungkap Mafia BBM

Riau | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:49 WIB

×