Arief Ajak Pro Prabowo Tak Bayar Pajak, TKN: Tindakan yang Membangkang

Dwi Bowo Raharjo | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Jum'at, 17 Mei 2019 | 11:25 WIB
Arief Ajak Pro Prabowo Tak Bayar Pajak, TKN: Tindakan yang Membangkang
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding. (Suara.com/M Yasir)

Suara.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Maruf Amin, Abdul Kadir Karding menilai seruan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono untuk tidak membayar pajak merupakan tindakan yang membangkang kepada negara. Kadir mengatakan kewajiban seorang warga negara membayar pajak dan sudah diatur di Undang-undang.

"Bagi saya itu merupakan satu tindakan yang pembangkang terhadap negara, karena kebijakan membayar pajak itu diatur dan merupakan perintah Undang-undang," ujar Karding kepada Suara.com, Jumat (17/5/2019).

Politikus PKB itu menerangkan, seruan Arief Poyuno untuk tidak membayar pajak juga akan menyengsarakan rakyat dan bangsa Indonesia. Terlebih seruan tersebut dengan alasan politik yang tidak jelas, yang dinilainya tidak berdasarkan fakta dan memiliki dasar yang kuat.

"Tidak (mau) membayar pajak itu karena alasan politik, apalgi alasan politiknya tidak jelas, tidak ada fakta dan dasarnya, sekali lagi itu sangat berbahaya," kata Karding.

Karding kemudian berharap seruan Arief Poyuono hanya pernyataan emosional dan tidak sampai ke akar rumput.

Meski demikian, ia menyarankan agar aparat kepolisian menyelidiki, apakah seruan kepada masyarakat untuk tidak membayar pajak apakah masuk kategori pidana atau tidak.

"Saya kira penegak hukum boleh saja meneliti, menyelidiki apakah seruan itu termasuk kategori pidana hukum atau bukan," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Arief Poyuono mengajak seluruh masyarakat Indonesia yang mendukung Capres dan Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno agar tidak mengakui hasil Pilpres 2019.

Selain itu, Arief juga mengajak agar tidak mengakui pemerintahan hasil pilpres, bila yang menang adalah Jokowi. Salah satu aksi tidak mengakui pemerintahan pemenang Pilpres 2019 itu, kata dia, tidak membayar pajak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waketum Gerindra Serukan Tak Bayar Pajak, KSP: Pendidikan yang Tak Baik

Waketum Gerindra Serukan Tak Bayar Pajak, KSP: Pendidikan yang Tak Baik

News | Kamis, 16 Mei 2019 | 23:21 WIB

Kubu Jokowi Minta Fraksi Gerindra Tak Digaji, Arief Poyuono: Akal Pendek

Kubu Jokowi Minta Fraksi Gerindra Tak Digaji, Arief Poyuono: Akal Pendek

News | Kamis, 16 Mei 2019 | 19:26 WIB

Pemenang Pilpres 2019 Akan Disampaikan KPU Pada 25 Mei

Pemenang Pilpres 2019 Akan Disampaikan KPU Pada 25 Mei

News | Kamis, 16 Mei 2019 | 18:59 WIB

Tak Sepakat dengan Arief, Sandi: Pajak Penting, Neraca Dagang Kita Jeblok

Tak Sepakat dengan Arief, Sandi: Pajak Penting, Neraca Dagang Kita Jeblok

News | Kamis, 16 Mei 2019 | 18:42 WIB

Bukber dengan TNI - Polri, Jokowi Ucapkan Terima Kasih Terkait Pemilu 2019

Bukber dengan TNI - Polri, Jokowi Ucapkan Terima Kasih Terkait Pemilu 2019

News | Kamis, 16 Mei 2019 | 18:30 WIB

Terkini

Fadli Zon Jajaki Pendirian Rumah Budaya Indonesia di Beijing

Fadli Zon Jajaki Pendirian Rumah Budaya Indonesia di Beijing

News | Senin, 27 April 2026 | 14:03 WIB

Pasokan Terancam di Selat Hormuz, Tren Kenaikan Harga Minyak Belum Reda

Pasokan Terancam di Selat Hormuz, Tren Kenaikan Harga Minyak Belum Reda

News | Senin, 27 April 2026 | 13:56 WIB

Bos Perusahaan Rokok PT Gading Gadja Mada Dipanggil KPK untuk Kasus Bea Cukai

Bos Perusahaan Rokok PT Gading Gadja Mada Dipanggil KPK untuk Kasus Bea Cukai

News | Senin, 27 April 2026 | 13:54 WIB

Isu Reshuffle Sore Ini, Bahlil: Ya Nanti Kita Lihat

Isu Reshuffle Sore Ini, Bahlil: Ya Nanti Kita Lihat

News | Senin, 27 April 2026 | 13:48 WIB

Soal Pembatasan Uang Tunai saat Pemilu, Hensa: Harus Tegas dan Bisa Ditegakkan

Soal Pembatasan Uang Tunai saat Pemilu, Hensa: Harus Tegas dan Bisa Ditegakkan

News | Senin, 27 April 2026 | 13:44 WIB

Fakta Miris Daycare di Indonesia: 44 Persen Ilegal dan Mayoritas Pengasuh Tak Tersertifikasi

Fakta Miris Daycare di Indonesia: 44 Persen Ilegal dan Mayoritas Pengasuh Tak Tersertifikasi

News | Senin, 27 April 2026 | 13:41 WIB

Lagi, KPK Periksa Dua Bos Travel Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

Lagi, KPK Periksa Dua Bos Travel Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Senin, 27 April 2026 | 13:40 WIB

Pemerintah Klaim Kenaikan BBM Nonsubsidi Tak Ganggu UMKM

Pemerintah Klaim Kenaikan BBM Nonsubsidi Tak Ganggu UMKM

News | Senin, 27 April 2026 | 13:37 WIB

Buntut Kekerasan di Yogyakarta, DPR Desak Evaluasi Total Daycare: Harus Ada Screening Digital

Buntut Kekerasan di Yogyakarta, DPR Desak Evaluasi Total Daycare: Harus Ada Screening Digital

News | Senin, 27 April 2026 | 13:29 WIB

Kementerian HAM Kecam Keras Kasus Daycare Yogya: Masuk Kategori Pelanggaran Berat

Kementerian HAM Kecam Keras Kasus Daycare Yogya: Masuk Kategori Pelanggaran Berat

News | Senin, 27 April 2026 | 13:27 WIB