Kesaksian Keponakan Mahfud MD di MK, Moeldoko: Pelintiran yang Ngawur

Chandra Iswinarno, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 20 Juni 2019 | 18:44 WIB
Kesaksian Keponakan Mahfud MD di MK, Moeldoko: Pelintiran yang Ngawur
Hairul Anas Suaidi, saksi Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dalam sidang gugatan Pilpres 2019. (Antara)

Suara.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional pasangan Joko Widodo (Jokowi) - Maruf Amin, Moeldoko mengklarifikasi kesaksian yang disampaikan keponakan Mahfud MD, Hairul Anas Suadi dalam persidangan sengketa Pilpres 2019.

Hairul mengaku pernah mendapat materi kecurangan bagian dari demokrasi yang disampaikan Moeldoko dalam sebuah agenda pembekalan pemenangan. Moeldoko menjelaskan pembekalan yang disampaikannya hanya untuk mengingatkan para saksi agar lebih waspada dalam melihat situasi.

"Konteksnya adalah saya selaku (wakil ketua) TKN memberikan pembekalan kepada para saksi. Intinya adalah supaya para saksi itu lebih waspada, lebih hati-hati melihat situasi," ujar mantan Panglima TNI tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Kepala Staf Kepresidenan itu juga menyampaikan dalam pembekalan tersebut mengenai demokrasi yang mengedepankan kebebasan, segala hal bisa saja terjadi termasuk kecurangan. Karena itu, ia mengingatkan kepada para saksi Jokowi - Maruf agar bekerja dengan sungguh-sungguh dan tidak meninggalkan TPS.

"Begini ceritanya saya katakan, dalam sebuah demokrasi yang mengedepankan kebebasan, itu apa saja bisa terjadi, termasuk juga kecurangan, bisa terjadi," jelasnya.

Dalam pembekalan yang disampaikan kala itu, Moeldoko menegaskan kepada para saksi dan tim sukses untuk bekerja bersungguh-sungguh.

"Untuk itu kalian para saksi harus bekerja sungguh sungguh, berikutnya kalian harus militan, jangan banyak meninggalkan tempat. Bahkan yang pakai kacamata saya tegaskan, kalian yang menggunakan kaca mata maju ke depan agar sungguh sungguh memahami apa yang dikerjakan oleh para penghitung suara itu," tiru Moeldoko.

Menurutnya, kesaksian Hairul Anas yang mengatakan bahwa kecurangan bagian dari demokrasi merupakan pelintiran yang ngawur. Sebab, ia tak pernah mengajarkan kecurangan kepada saksi-saksi Jokowi - Maruf.

baca juga

"Itu lah, konteksnya seperti itu. Jadi tidak ada saya mengajarkan mereka untuk berlaku curang. Dalam sebuah demokrasi kecurangan adalah hal yang wajar, itu sebuah pelintiran yang ngawur," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kader PBB Jadi Saksi Prabowo, Yusril: Hairul Anas Cuma Numpang Jadi Caleg

Kader PBB Jadi Saksi Prabowo, Yusril: Hairul Anas Cuma Numpang Jadi Caleg

News | Kamis, 20 Juni 2019 | 16:13 WIB

Mahfud MD Sebut Kesaksian Keponakannya dalam Sidang Sengketa Pilpres Mentah

Mahfud MD Sebut Kesaksian Keponakannya dalam Sidang Sengketa Pilpres Mentah

News | Kamis, 20 Juni 2019 | 15:35 WIB

Hairul Anas, Pencipta Robot Pemantau Situng yang Jadi Saksi Tim Prabowo

Hairul Anas, Pencipta Robot Pemantau Situng yang Jadi Saksi Tim Prabowo

News | Rabu, 19 Juni 2019 | 14:01 WIB

Robot Pemantau Situng KPU Hairul Anas, Prof Marsudi: Menyesatkan Publik

Robot Pemantau Situng KPU Hairul Anas, Prof Marsudi: Menyesatkan Publik

News | Jum'at, 17 Mei 2019 | 14:25 WIB

Terkini

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:17 WIB

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:04 WIB

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

×