Prabowo Belum Tentu Menang Kalau Ikut Pilpres 2024, Disarankan Siapkan Ini

Reza Gunadha | Muhammad Yasir | Suara.com

Selasa, 02 Juli 2019 | 17:38 WIB
Prabowo Belum Tentu Menang Kalau Ikut Pilpres 2024, Disarankan Siapkan Ini
Prabowo Subianto saat melepas burung merpati putih di Cirebon, Jawa Barat, Jumat (27/6/2014). [Antara/Ade P Marboen]

Suara.com - Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus eks Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto dinilai belum tentu menang mudah kalau kembali berlaga dalam Pilpres 2024.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Rully Akbar mengatakan, pertarungan pada Pilpres 2024 sebenarnya lebih berat ketimbang Pilpres 2019.

Meski Prabowo – Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 mampu memperoleh suara di atas 40 persen, tidak otomatis menjadi modal awal kalau kembali memasuki gelanggang pilpres 5 tahun ke depan.

Rully menuturkan, tidak adanya calon presiden petahana, menjadi alasan pertarungan pada Pilpres 2024 diprediksi lebih berat.

"Belum tentu juga (menang mudah), memang punya rekam jejak 40 persen, tapi belum tentu 2024 terulang lagi angka itu. Karena kita belum tahu kontestasinya seperti apa, karena kan tak ada petahana," kata Rully di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (2/7/2019).

Namun, Rully berpendapat Prabowo sudah tidak lagi layak untuk maju sebagai capres pada Pilpres 2024. Rully menilai, Prabowo seharusnya bisa meregenerasi politik dengan mempersiapkan calon yang akan diusungnya.

"Itu yang harusnya dibentuk sejak dini. Bisa jadi Pak Anies Baswedan atau Pak Sandiaga Uno, nama-nama yang dekat dengan Pak Prabowo ini yang seharusnya disiapkan untuk kompetisi dan memenangkan laga di 2024," ujarnya.

Untuk diketahui, LSI Denny JA merilis 15 tokoh potensial sebagai capres pada Pilpres 2024. Prabowo, Sandiaga Uno, Anies Baswedan, hingga Sri Mulyani masuk kedalam 15 tokoh potensial sebagai capres pada Pilpres 2024 versi LSI Denny JA.

Berikut, 15 tokoh potensial sebagai capres 2024 versi LSI Denny JA:

Kalangan Kepala Daerah

  • Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat)
  • Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta)
  • Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah)
  • Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur)

Pemimpin Partai Politik

  • Prabowo Subianto (Ketua Umum Partai Gerindra)
  • Airlangga Hartarto (Ketua Umum Partai Golkar)
  • Agus Harimurti Yudhoyono (Demokrat), Sandiaga Uno
  • Puan Maharani (PDI-P)
  • Muhaimin Iskandar (Ketua Umum PKB)

Pejabat Pemerintah

  • Sri Mulyani (Menteri Keuangan)
  • Budi Gunawan (Kepala BIN)
  • Tito Karnavian (Kapolri)
  • Gatot Nurmantyo (Mantan Panglima TNI)

Faktor Kejutan

Mr.X/ Mrs.X

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anies Akan Larang PNS, Warga, dan Dewan ke Kantor Pakai Kendaraan Pribadi

Anies Akan Larang PNS, Warga, dan Dewan ke Kantor Pakai Kendaraan Pribadi

News | Selasa, 02 Juli 2019 | 17:05 WIB

LSI Denny JA: Sosok Ahok Bisa Jadi Kejutan di Pilpres 2024

LSI Denny JA: Sosok Ahok Bisa Jadi Kejutan di Pilpres 2024

News | Selasa, 02 Juli 2019 | 16:53 WIB

Ada 4 Kelompok Ideologi, Denny JA Prediksi Pilpres 2024 Lebih Berat

Ada 4 Kelompok Ideologi, Denny JA Prediksi Pilpres 2024 Lebih Berat

News | Selasa, 02 Juli 2019 | 16:29 WIB

Gagal Jadi Wapres, Sandiaga Akui Belum Ada Partai Politik yang Ajak Gabung

Gagal Jadi Wapres, Sandiaga Akui Belum Ada Partai Politik yang Ajak Gabung

News | Selasa, 02 Juli 2019 | 16:12 WIB

Terkini

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:24 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:47 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:29 WIB