Modifikasi Cuaca, Jurus Pemprov DKI Hadapi Ancaman Polusi Jakarta

Agung Sandy Lesmana | Stephanus Aranditio | Suara.com

Rabu, 03 Juli 2019 | 17:55 WIB
Modifikasi Cuaca, Jurus Pemprov DKI Hadapi Ancaman Polusi Jakarta
Kondisi udara di Jakarta pada 30 Agustus 2018. [Shutterstock]

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan berbagai solusi untuk menekan angka polusi udara yang sudah mencapai level berbahaya terutama di musim kemarau, salah satunya melakukan modifikasi cuaca.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI, Andono Warih mengatakan fenomena pencemaran udara memang sudah terjadi sebagai fenomena umum di dunia karena musim panas panjang.

"Kalau panas kayak gini jadi partikel yang dihasilkan aktivitas di kota ini akhirnya akan sudah tutup membentuk lapisan di atmosfer. Dengan adanya lapisan yang di atmosfer itu yang terakumulasi itu, itu pencemarannya juga akan tetap di situ-situ aja. Itu makanya yang disebut kemarau juga punya pengaruh kepada tingkat pencemaran," kata Andono, Rabu (3/7/2019).

Pemprov DKI telah menyiapkan 3 cara mulai dari mengimbau masyarakat beralih ke transportasi umum, penekanan pelaksanaan uji emisi gas buang kendaraan, dan modifikasi cuaca.

Dalam hal memodifikasi cuaca, Andono mengatakan Pemrpov DKI tidak bisa bekerja sendirian, mereka akan menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

"Sebetulnya BPPT sudah menawarkan melakukan modifikasi cuaca. Kan ada di Twitter di Kepala BPPT untuk modifikasi cuaca bisa berarti hujan buatan. Itu nnti pembahasannya dilakukan. Tapi memang itu termasuk opsi ini enggak bisa kita Pemda DKI enggak punya keahlian dan resource itu," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, kualitas udara Jakarta masih yang paling buruk di dunia, Rabu (3/7/2019) pukul 10.46 WIB. Nilainya mencapai 159 AQI atau Indeks Kualitas Udara.

Tingkat kualitas udara Jakarta itu berdasarkan AirVisual, sebuah aplikasi pengukuran udara global secara real time. Internasional menggunakan AirVisual sebagai pengukuran kualitas udara sebuah kota.

Udara Lahore, Pakistan lebih baik dari Jakarta dengan tingkat 140 AQI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemprov DKI Bantah Polusi Udara Jakarta Sudah Berbahaya

Pemprov DKI Bantah Polusi Udara Jakarta Sudah Berbahaya

News | Kamis, 27 Juni 2019 | 13:25 WIB

Polusi di Jakarta Semakin Buruk, Anies Minta TJ Pakai Energi Listrik

Polusi di Jakarta Semakin Buruk, Anies Minta TJ Pakai Energi Listrik

Bisnis | Selasa, 09 April 2019 | 13:54 WIB

Polusi Berdampak pada Kulit, Begini Cara Mengatasinya

Polusi Berdampak pada Kulit, Begini Cara Mengatasinya

Lifestyle | Senin, 08 April 2019 | 10:15 WIB

Lebih Berbahaya Ketimbang Asap Rokok, Jakarta Kini Darurat Polusi Udara

Lebih Berbahaya Ketimbang Asap Rokok, Jakarta Kini Darurat Polusi Udara

Health | Sabtu, 16 Maret 2019 | 16:39 WIB

Reaksi Kocak Warganet saat Jakarta Tercatat dengan Polusi Udara Tertinggi

Reaksi Kocak Warganet saat Jakarta Tercatat dengan Polusi Udara Tertinggi

Tekno | Rabu, 13 Maret 2019 | 07:21 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB