Bersejarah! Indonesia Modifikasi Cuaca untuk Atasi Pencemaran Udara Jakarta

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 04 Juli 2019 | 13:23 WIB
Bersejarah! Indonesia Modifikasi Cuaca untuk Atasi Pencemaran Udara Jakarta
Deretan gedung bertingkat di Jakarta, Jumat (5/5).

Suara.com - Indonesia menerapkan teknologi modifikasi cuaca Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengatasi pencemaran udara di DKI Jakarta. Hal ini dilakukan untuk pertama kalinya.

Modifikasi cuaca itu akan dilakukan di wilayah DKI Jakarta pada pertengahan Juli. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) menyiapkan tiga skenario kegiatan TMC khusus mengatasi pencemaran udara.

“TMC untuk mengatasi pencemaran udara yang disebabkan kegiatan perekonomian baru pertama kali dilaksanakan. Gubernur DKI Jakarta sudah memberkani lampu hijau dan meminta agar TMC dilaksanakan paling cepat setelah tanggal 10 Juli dan paling lambat sebelum periode anak sekolah masuk pasca libur,” ungkap Kepala BPPT Hammam Riza melalui siaran pers, Kamis (4/7/2019).

Operasi modifikasi cuaca di Ibukota akan didukung TNI-AU dari Skadron 4 Lanud Abdurachman Saleh Malang dengan menyiapkan armada CASA.

“Pihak TNI sudah sampaikan siap mendukung penuh. Kami akan terus berkoordinasi dengan perbagai pihak untuk kelancaran pelaksanannya nanti,” kata Hammam Riza.

Kepala BBTMC Tri Handoko Seto mengatakan teknologi modifikasi cuaca antisipasi pencemaran udara di perkotaan ini berbeda dengan operasi modifikasi cuaca untuk penanggulangan karhutla.

Beberapa negara seperti Thailand, China, Korea Selatan, dan India sudah menerapkan TMC untuk mengatasi pencemaran udara di perkotaan.

”Pada 2015 Thailand telah berhasil melakukan uji coba untuk mengendalikan pencemaran udara di Kota Bangkok dengan menggunakan "metodecloud seeding" dan menghilangkan lapisan inversi,” kata dia.

baca juga

Demikian pula India, kata Tri Handoko Seto, berupaya mengatasi polusi yang cukup parah di kota New Delhi dengan menerapkan hujan buatan dengan metode menyebarkan bahan kimia dari pesawat.

Sementara China jauh lebih maju dibanding Korea Selatan dalam teknologi modifikasi cuaca dengan menciptakan hujan di atas perairan antar negara yang akan membantu mengurangi polusi udara.

"Negara-negara tersebut berjuang mengatasi polusi udara dengan cara mengendalikan cuaca itu sendiri,” kata dia.

Di Indonesia, kata Seto, pihaknya (BBTMC) akan menawarkan tiga skenario teknologi modifikasi cuaca untuk antisipasi pencemaran udara, yakni metode pertama adalah penyemaian awan dengan garam NaCL akan dilakukan disaat ada awan potensial agar hujan terjadi di wilayah Jakarta sehingga polutan yang ada di atmosfer Jakarta dan upwind bisa tersapu dan jatuh bersama dengan air hujan.

Metode kedua, jika tidak ada awan potensial, kata Seto, dilakukan penghilangan lapisan inversi, yaitu dengan melakukan semai pada lapisan-lapisan inversi dengan menggunakan dry icedengan tujuan lapisan tersebut menjadi tidak stabil.

“Lapisan inversi ini menjadi salah satu penghalang bagi polutan untuk terbang secara vertical, sehingga polutan terakumulasi di permukaan hingga dibawah lapisan inversi,” ujar Seto.

Sedangkan ketiga, lanjut Seto, dengan metode water spraying dari darat menggunakan alat Ground Mist Generator yang akan ditempatkan di 10 lokasi di daerah upwind.

“Disaat sulit ditemukan awan kita akan lakukan penyemprotan air dengan pesawat dari darat ke atmosfer. Air yang disemprotkan bertujuan untuk mengikat polutan yang ada,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kualitas Udara Jakarta Kamis Pukul 07.00 WIB, Tak Sehat dan Gunakan Masker

Kualitas Udara Jakarta Kamis Pukul 07.00 WIB, Tak Sehat dan Gunakan Masker

News | Kamis, 04 Juli 2019 | 07:34 WIB

Kualitas Udara Jakarta Kamis Subuh, Sangat Buruk dan Berbahaya

Kualitas Udara Jakarta Kamis Subuh, Sangat Buruk dan Berbahaya

News | Kamis, 04 Juli 2019 | 05:37 WIB

Mulai 2020 Semua Kendaraan di DKI Jakarta Wajib Uji Emisi

Mulai 2020 Semua Kendaraan di DKI Jakarta Wajib Uji Emisi

Otomotif | Rabu, 03 Juli 2019 | 20:48 WIB

Kualitas Udara Jakarta Rabu Sore Buruk, Jangan Bersepeda, Pakai Masker!

Kualitas Udara Jakarta Rabu Sore Buruk, Jangan Bersepeda, Pakai Masker!

News | Rabu, 03 Juli 2019 | 17:57 WIB

Kualitas Udara Jakarta Rabu Pukul 12.00 WIB Tak Sehat, Jangan Lepas Masker

Kualitas Udara Jakarta Rabu Pukul 12.00 WIB Tak Sehat, Jangan Lepas Masker

News | Rabu, 03 Juli 2019 | 11:59 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×