Jadi Bendahara JI, Teroris Magetan Bertugas Awasi Bisnis Sawit

Agung Sandy Lesmana, Yosea Arga Pramudita

Kamis, 11 Juli 2019 | 19:31 WIB
Jadi Bendahara JI, Teroris Magetan Bertugas Awasi Bisnis Sawit
Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri. (Suara.com/Novian).

Suara.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan, terduga teroris berinisal SA (55) yang ditangkap di Magetan, Jawa Timur memunyai peran penting dalam kelompok Jamaah Islamiah (JI).

SA disebut memunyai peranan penting dalam mengolah perkebunan sawit. Dirinya bertindak sebagai bendahara dan melakukan pengawasan di perkebunan tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan SA berperan penting juga pada penelolaan perkebunan kelapa sawit.

"Dia (SA) merupakan bendahara di JI yang melakukan kontrol untuk perkebunan kelapa sawit,” ujar Dedi di Mabes Polri, Kamis (11/7/2019).

Dedi menyebut, SA mengolah perkebunan sampai tataran ekonomi. Tak hanya itu, ia memegang peranan sentral model baru pimpinan teroris Para Wijayanto.

"Dia (SA) ini mengelola hingga basic ekonominya dan termasuk ke dalam struktur sentral JI model baru pimpinan PW," sambungnya.

Sebelumnya, aparat Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyita beberapa barang bukti terkait penangkapan terduga teroris SA. Penyitaan itu dilakukan aparat saat menggelandang SA ke rumahnya, di Desa Candirejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Dedi sebelumnya juga membeberkan  alasan kelompok teroris asal (JI), underbouw Al-Qaeda masih bisa bertahan hidup hingga saat ini.

Berdasarkan penelusuran, kata Dedi, kelima anggota teroris asal JI yang baru dibekuk tim Densus 88 Antiteror memiliki usaha di bidang perkebunan sawit.

baca juga

“Kemudian ini sedang dikembangkan, tahapan pembangunan kekuatan ini tentunya harus didukung oleh kemampuan ekonomi mereka sedang mengembangkan basic ekonomi mereka itu dengan beberapa usaha yang mereka bangun yaitu usaha kebun,” ucap Dedi di Mabes Polri, Senin (1/7/2019).

Dedi menerangkan, mereka memunyai usaha perkebunan sawit yang cukup besar di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Dari usaha itu, mereka mampu memberi gaji anggotanya dengan upah 10 hingga 15 juta rupiah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Densus Sita Samurai, Golok dan Buku di Rumah Terduga Teroris Magetan

Densus Sita Samurai, Golok dan Buku di Rumah Terduga Teroris Magetan

Jatim | Rabu, 03 Juli 2019 | 22:55 WIB

Terkuak, Teroris JI Digaji Rp 15 Juta dari Bisnis Kebun Sawit di Pulau Ini

Terkuak, Teroris JI Digaji Rp 15 Juta dari Bisnis Kebun Sawit di Pulau Ini

News | Senin, 01 Juli 2019 | 14:59 WIB

Densus 88 Tangkap 9 Terduga Teroris, 7 di Antaranya Alumnus Suriah

Densus 88 Tangkap 9 Terduga Teroris, 7 di Antaranya Alumnus Suriah

News | Rabu, 15 Mei 2019 | 21:50 WIB

Dua WNI Ditangkap Tim Anti Teroris E8 Malaysia

Dua WNI Ditangkap Tim Anti Teroris E8 Malaysia

News | Selasa, 14 Mei 2019 | 16:15 WIB

Bikin Bom Ibu Setan, Teroris Bekasi Belajar dari Twitter dan YouTube

Bikin Bom Ibu Setan, Teroris Bekasi Belajar dari Twitter dan YouTube

News | Jum'at, 10 Mei 2019 | 18:59 WIB

Terkini

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:28 WIB

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

×