Protes Kekerasan Polisi, Asosiasi Jurnalis Hong Kong Lakukan 'Pawai Bisu'

Rendy Adrikni Sadikin, Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Senin, 15 Juli 2019 | 10:27 WIB
Protes Kekerasan Polisi, Asosiasi Jurnalis Hong Kong Lakukan 'Pawai Bisu'
Sejumlah pemrotes turun ke jalan di Hong Kong, Kamis (27/6/2019). (AFP)

Suara.com - Polisi di Hong Kong kembali siap siaga pada Minggu (14/7/2019), ketika puluhan ribu demonstran memenuhi jalanan di Sha Tin, sebuah kota yang terletak di perbatasan antara Pulau Hong Kong dengan China.

Para demonstran yang melawan RUU ekstradisi itu telah melebarkan area aksi unjuk rasa hingga ke perbatasan China, demi menggemakan reformasi demokrasi karena kekhawatiran akan terkikisnya kebebasan Hong Kong.

Sambil berpanas-panasan, dengan suhu 32 derajat Celcius, mereka berjalan beriringan mengenakan masker bedah untuk mengantisipasi semprotan merica atau gas air mata dari polisi.

Mereka juga mengibarkan bendera-benera era kolonial alias Amerika dan spanduk untuk menyerukan kemerdekaan Hong Kong dari Cina.

Bahkan, dikutip Suara.com dari Euro News, tujuh serikat media Hong Kong juga mengadakan pawai bisu untuk memprotes polisi, yang diduga melakukan beragam kekerasan pada para demonstran.

Ratusan jurnalis berarak dari sebuah taman di Admiralty dekat Kantor Pemerintah Pusat menuju markas polisi. Mereka mengangkat papan bertuliskan "Hentikan kekerasan polisi, pertahankan kebebasan pers" dan "Lindungi pilar keempat kami."

Banyak wartawan Hong Kong mengaku, selama liputan demo besar-besaran baru-baru ini, mereka diusir oleh polisi tanpa alasan yang jelas, didorong, dibentak dengan bahasa yang kotor, dan dipukul dengan pentungan.

"Kami kehabisan toleransi dan diam saja bukanlah suatu pilihan. Selama beberapa minggu terakhir, liputan kami para jurnalis telah dihalangi oleh petugas kepolisian selama aksi unjuk rasa," kata Ketua Asosiasi Jurnalis Hong Kong Chris Yeung.

RUU Ekstradisi, yang memungkinkan penduduk ataupun pengunjung Hong Kong dikirim ke China untuk diadili, telah menyulut demonstrasi besar-besaran yang terkadang disertai kekerasan.

baca juga

Banyak orang di Hong Kong khawatir, masyarakat dan ekonomi negara akan mendapat pukulan telak dari keputusan tersebut. Terlebih, mereka menilai, persidangan di China tak jelas, dikendalikan oleh komunis, dan kerap dipolitisasi.

Para pengunjuk rasa pun mendesak agar segera dilakukan penyelidikan independen terhadap kekerasan yang dilakukan polisi pada rekan-rekan demonstran.

Mereka juga menuntut agar polisi membatalkan semua tuduhan terhadap pengunjuk rasa, juga memaksa Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mundur, lalu diadakan pemungutan suara untuk memilih pemerintah baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nyatakan RUU Ekstradisi Batal, Pemimpin Hong Kong Tak Dipercaya Demonstran

Nyatakan RUU Ekstradisi Batal, Pemimpin Hong Kong Tak Dipercaya Demonstran

News | Rabu, 10 Juli 2019 | 19:17 WIB

Pidato di PBB, Artis Beken Sekaligus Aktivis Hong Kong Diinterupsi China

Pidato di PBB, Artis Beken Sekaligus Aktivis Hong Kong Diinterupsi China

News | Rabu, 10 Juli 2019 | 13:13 WIB

Temui Kapolda Metro, AI Indonesia Bahas Polisi Penganiaya saat 22 Mei

Temui Kapolda Metro, AI Indonesia Bahas Polisi Penganiaya saat 22 Mei

News | Selasa, 09 Juli 2019 | 15:13 WIB

Diprotes Jutaan Warga, RUU Ekstradisi Hong Kong Dinyatakan Batal

Diprotes Jutaan Warga, RUU Ekstradisi Hong Kong Dinyatakan Batal

News | Selasa, 09 Juli 2019 | 12:23 WIB

AI Indonesia Desak Polri Seret Dalang Kerusuhan 22 Mei ke Pengadilan

AI Indonesia Desak Polri Seret Dalang Kerusuhan 22 Mei ke Pengadilan

News | Senin, 08 Juli 2019 | 15:02 WIB

Terkini

Buntut Geledah Ponpes Pakai Senjata, Kapolri Resmi Copot Kapolres Sukoharjo!

Buntut Geledah Ponpes Pakai Senjata, Kapolri Resmi Copot Kapolres Sukoharjo!

News | Senin, 02 November 2026 | 17:39 WIB

Polisi Ciduk Pengedar Uang Palsu di Cengkareng, Pelaku Sempat Beli Narkoba di Kampung Ambon

Polisi Ciduk Pengedar Uang Palsu di Cengkareng, Pelaku Sempat Beli Narkoba di Kampung Ambon

News | Senin, 02 November 2026 | 17:39 WIB

Geger Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan!

Geger Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan!

Surakarta | Senin, 02 November 2026 | 17:39 WIB

BFI Finance Perluas Layanan Pembiayaan Berjaminan Mobil Listrik Lewat Dana Express Mobil

BFI Finance Perluas Layanan Pembiayaan Berjaminan Mobil Listrik Lewat Dana Express Mobil

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 17:36 WIB

Bukti Biaya Hidup Warga RI Naik

Bukti Biaya Hidup Warga RI Naik

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 17:32 WIB

Kunjungan di Wonosobo, Menteri Riefky Main Bundengan Dibimbing Sri Mulyani, Ananda Mikola Bernyanyi

Kunjungan di Wonosobo, Menteri Riefky Main Bundengan Dibimbing Sri Mulyani, Ananda Mikola Bernyanyi

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 17:31 WIB

Son Suk Ku dan Park Bo Young Dipastikan Bintangi Film Kiss For Tomorrow

Son Suk Ku dan Park Bo Young Dipastikan Bintangi Film Kiss For Tomorrow

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 17:30 WIB

Tunggakan Sewa Manahan Persis Solo, Penegak Hukum Didesak Telusuri Dugaan Pelanggaran

Tunggakan Sewa Manahan Persis Solo, Penegak Hukum Didesak Telusuri Dugaan Pelanggaran

Surakarta | Senin, 02 November 2026 | 17:24 WIB

Penjual Vape Khawatir Larangan Rokok Elektrik Meluas: Usaha Saya Bisa Mati

Penjual Vape Khawatir Larangan Rokok Elektrik Meluas: Usaha Saya Bisa Mati

News | Senin, 02 November 2026 | 17:22 WIB

Apa yang Akan Terjadi Jika Pinjol Tidak Dibayar?

Apa yang Akan Terjadi Jika Pinjol Tidak Dibayar?

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 17:21 WIB

×