Bongkar Asal Usul Istilah Kampret, Demokrat: Pelesetan Lambang Gerindra

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 18 Juli 2019 | 16:36 WIB
Bongkar Asal Usul Istilah Kampret, Demokrat: Pelesetan Lambang Gerindra
Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean. (Suara.com/Muhammad Yasir)

Suara.com - Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean membongkar asal usul istilah kampret.

Julukan tersebut sering digunakan untuk melabeli para pendukung eks Capres Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subiant - Sandiaga Uno.

Melalui akun Twitter miliknya @ferdinandhaean2, Ferdinand Hutahaean mengaku sejak awal dirinya menolak disebut sebagai kampret. Pasalnya, ia mengetahui persis asal usul istilah kampret itu berasal.

"Sejak dulu saya menolak disebut kampret. Saya Demokrat," kata Ferdinand Hutahaean seperti dikutip Suara.com, Kamis (18/7/2019).

Julukan kampret diakui oleh Ferdinand Hutahaean berasal dari pelesetan logo Partai Gerindra yang berlambang kepala garuda.

Logo kepala garuda dirisak menjadi kepala terbalik karena Partai Gerindra dicap sebagai partai yang sering berpikir terbalik.

Posisi kepala garuda terbalik itu disebut-sebut mirip dengan kampret. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kampret artinya adalah kelelawar kecil pemakan serangga.

"Setahu saya kata itu muncul sebagai olok-olok dari logo Ferindra yang menggunakan kepala garuda. Kemudian diolok kepala terbalik karena dicap sering berpikir terbalik. Kepala terbalik adalah kampret," ungkap Ferdinand Hutahaean.

Ferdinand Hutahaean bongkar asal usul istilah kampret (Twitter/ @ferdinandhaean2)
Ferdinand Hutahaean bongkar asal usul istilah kampret (Twitter/ @ferdinandhaean2)

Cuita Ferdinand Hutahaean tersebut mengundang beragam reaksi dari warganet. Banyak warganet yang menilai Ferdinand Hutahaean sudah terlalu membenci Gerindra, sehingga terus menerus merisak partai yang berada di bawah naungan Prabowo Subianto itu.

baca juga

Tak hanya itu, Ferdinand Hutahaean juga menolak bila disebut sebagai cebong bersayap. Istilah cebong bersayap itu pertama kali diungkapkan oleh Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais.

Amien Rais menggambarkan sebutan cebong dan kampret sudah tidak ada lagi. Kini muncul cebong bersayap yang menandakan perdamaian antara cebong dan kampret.

"Cebong bersayap? Kamu ajalah, aku nggak..!! Saya Demokrat..!!" tegas Ferdinand Hutahaean.

Cuitan Ferdinand Hutahaean soal cebong bersayap (Twitter/ @ferdinandhaean2)
Cuitan Ferdinand Hutahaean soal cebong bersayap (Twitter/ @ferdinandhaean2)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Enggan Jawab Najwa Shihab, Adian ke Andre Rosiade: Yang Ditanya Elu, Ndre

Enggan Jawab Najwa Shihab, Adian ke Andre Rosiade: Yang Ditanya Elu, Ndre

News | Kamis, 18 Juli 2019 | 10:27 WIB

Yakin Menang di MK, Keponakan Prabowo: Buat Apa Gugat Partai Sendiri ke PN?

Yakin Menang di MK, Keponakan Prabowo: Buat Apa Gugat Partai Sendiri ke PN?

News | Kamis, 18 Juli 2019 | 09:29 WIB

People Power Jadi Power Sharing, Demokrat: Memalukan dan Tak Berprinsip!

People Power Jadi Power Sharing, Demokrat: Memalukan dan Tak Berprinsip!

News | Kamis, 18 Juli 2019 | 09:27 WIB

Sindir Sandiaga Beri Ucapan Selamat, Demokrat: Syukur Bukan Budaya Barat

Sindir Sandiaga Beri Ucapan Selamat, Demokrat: Syukur Bukan Budaya Barat

News | Kamis, 18 Juli 2019 | 08:50 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×