Kurangi Polusi, Dishub DKI Bakal Perluas Ganjil Genap saat Musim Kemarau

Dwi Bowo Raharjo, Yosea Arga Pramudita

Jum'at, 02 Agustus 2019 | 14:01 WIB
Kurangi Polusi, Dishub DKI Bakal Perluas Ganjil Genap saat Musim Kemarau
Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Senin (8/7). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal memperluas penerapan ganjil genap untuk mobil pribadi. Penerapan itu akan segera dilakukan karena Ibu Kota tengah menghadapi musim kemarau.

Polusi udara Jakarta semakin parah saat musim kemarau, hal ini membuat Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan sejumlah cara untuk menguranginya. Perluasan pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil genap bakal kembali diterapkan.

"Untuk ganjil genap, itu diperluas tapi memang prioritas kita harus segera, karena memang sekarang kan musim kemarau," ujar Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo di Polda Metro Jaya, Jumat (2/8/2019).

Syafrin menjelaskan, padatnya kendaran di sejumlah ruas jalan di Ibu Kota mengakibatkan polusi udara bertambah. Apalagi tidak ada hujan.

"Artinya saat musim kemarau, gas buang yang dikeluarkan kendaraan bermotor tidak langsung turun," kata Syafrin.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta memperpanjang waktu pelaksanaan sistem pembatasan kendaraaan pribadi ganjil-genap hingga Asian Para Games 6-13 Oktober 2018.  [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Ilustrasi ruas jalan yang kena ganjil-genap. [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Selain itu, Dishub DKI Jakarta juga tengah mengkaji penerapan sistem ganjil genap untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor. Sebab, jumlah kendaraan roda dua atau sepeda motor lebih tinggi dibandingkan kendaraan roda empat.

Tercatat, sebanyak 72 persen motor memenuhi kota Jakarta sementara mobil hanya 28 persen.

"Artinya begitu ada pembatasan ganjil genap, maka sebagian tidak shifting (pindah) ke angkutan umum tetapi mereka justru berbalik ke motor. Itu menjadi perhatian khusus kita bersama," ujar Syafrin.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk melakukan pengecekan secara berkala setiap enam bulan terhadap industri yang aktif mengeluarkan emisi.

baca juga

"Memperketat pengendalian terhadap sumber penghasil polutan tidak bergerak khususnya pada cerobong industri aktif yang menghasilkan polutan melebihi nilai maksimum baku mutu emisi yang berada di wilayah DKI Jakarta pada tahun 2019," kata Anies dalam instruksinya yang ditandatanganinya di Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kurangi Polusi, DKI Larang Kendaraan Umum Lebih dari 10 Tahun Beroperasi

Kurangi Polusi, DKI Larang Kendaraan Umum Lebih dari 10 Tahun Beroperasi

News | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 10:44 WIB

Polusi Udara Jakarta Makin Parah, Ketua DPRD Minta Anies Buat Hujan Buatan

Polusi Udara Jakarta Makin Parah, Ketua DPRD Minta Anies Buat Hujan Buatan

News | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 10:30 WIB

Kuasa Hukum Gubernur Banten Tak Hadir, Sidang Gugatan Polusi Udara Ditunda

Kuasa Hukum Gubernur Banten Tak Hadir, Sidang Gugatan Polusi Udara Ditunda

News | Kamis, 01 Agustus 2019 | 13:47 WIB

Awal Agustus, Peringkat Kualitas Udara Jakarta Kembali Terburuk di Dunia

Awal Agustus, Peringkat Kualitas Udara Jakarta Kembali Terburuk di Dunia

News | Kamis, 01 Agustus 2019 | 12:50 WIB

Gugat Udara Jakarta, Melanie Subono: Bernafas Hak Gue Tanpa Harus Politis

Gugat Udara Jakarta, Melanie Subono: Bernafas Hak Gue Tanpa Harus Politis

News | Kamis, 01 Agustus 2019 | 12:04 WIB

Terkini

Dibanding Beri Denda ke Pindar, KPPU Diminta Utamakan Pencegahan

Dibanding Beri Denda ke Pindar, KPPU Diminta Utamakan Pencegahan

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 09:21 WIB

Amankan Aksi Cipayung Plus dan Ojol, Polda Metro Turunkan Ratusan Personel di Jakpus

Amankan Aksi Cipayung Plus dan Ojol, Polda Metro Turunkan Ratusan Personel di Jakpus

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 09:21 WIB

IHSG Bangkit Lagi di Awal Sesi ke Level 6.300, Pantau TPIA

IHSG Bangkit Lagi di Awal Sesi ke Level 6.300, Pantau TPIA

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 09:17 WIB

Bisikan Tegas Pramono Anung ke Cak Imin: Orang yang Tinggalkan Partainya Nggak Pernah Jadi Besar

Bisikan Tegas Pramono Anung ke Cak Imin: Orang yang Tinggalkan Partainya Nggak Pernah Jadi Besar

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 09:07 WIB

Mamuju Tengah Usulkan Lahan Baru Sekolah Rakyat

Mamuju Tengah Usulkan Lahan Baru Sekolah Rakyat

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 09:07 WIB

4 Parfum Lokal Rumah Atsiri Terlaris di Shopee, Wanginya Tidak Pasaran

4 Parfum Lokal Rumah Atsiri Terlaris di Shopee, Wanginya Tidak Pasaran

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 09:05 WIB

PLTS Bantu UMKM Balongan Makin Produktif

PLTS Bantu UMKM Balongan Makin Produktif

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:57 WIB

Nasib Kasus Febrie Adriansyah Kini di Tangan Kuntadi, Akankan Diusut Tuntas?

Nasib Kasus Febrie Adriansyah Kini di Tangan Kuntadi, Akankan Diusut Tuntas?

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:45 WIB

Rumah Dosen di Klungkung Dibobol, 12 Sertifikat Tanah Raib Dicuri

Rumah Dosen di Klungkung Dibobol, 12 Sertifikat Tanah Raib Dicuri

Bali | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:41 WIB

Pegawai Bank di Jember Bakar Kantor demi Tutupi Korupsi Rp3 Miliar

Pegawai Bank di Jember Bakar Kantor demi Tutupi Korupsi Rp3 Miliar

Jatim | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:37 WIB

×