Meski begitu, kata Nanang, Pertamina akan tetap meneruskan rencana produksi minyak dan gas, khususnya untuk suplai ke Jabar, karena kebutuhan minyak dan gas Jabar masih defisit.
"Kami ingin menambah produksi, dengan meningkatkan produksi minyak 3.000 barel per hari, ditambah dengan gas 25 juta kaki kubik," ucapnya.
"Kita tahu, Jawa Barat sangat membutuhkan gas karena industrinya sangat maju, sehingga setiap hari, kita sangat kekurangan 70 juta kaki kubik. Dengan menambah 25 juta kaki kubik, kita akan mengurangi kebutuhan (gas) masyarakat Jawa Barat," tambahnya.
Salah satu pengepul ikan di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Cakim mengaku, ia tidak memiliki penghasilan sejak insiden tumpahan minyak. Para nelayan di kawasan ini tidak melaut.
Namun Cakim bersyukur, karena ia masih dilibatkan oleh Pertamina untuk menjadi pengumpul minyak.
"Kami sebagai pengepul, tidak dapat penghasilan sama sekali, karena tidak ada nelayan yang beraktivitas. Tapi Alhamdulillah, nelayan dipekerjakan dan saya juga dipekerjakan oleh Pertamina untuk mengumpulkan minyak," ucapnya.