Beredar Video Pelajar Papua Diduga Dipaksa Polisi Baca Surat Cinta NKRI

Reza Gunadha, Husna Rahmayunita

Rabu, 28 Agustus 2019 | 13:03 WIB
Beredar Video Pelajar Papua Diduga Dipaksa Polisi Baca Surat Cinta NKRI
Aksi damai mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua dan Persatuan Rakyat Untuk Pembebasan Papua Barat Semarang (PRPPBS), di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (24/8/2019), diwarnai dengan pengibaran bendera Bintang Kejora. [Suara.com/Adam Iyasa]

Suara.com - Lini masa Twitter kembali ramai dengan cuitan soal pelajar Papua yang diduga dipaksa polisi membaca surat cinta untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu diungkap akun @VeronicaKoman, pengacara publik, lewat unggahan foto dan video pendek pada Selasa (27/8/2019).

Dalam foto yang dibagikan Veronica, tampak dua orang pria berseragam polisi menemui pelajar Papua di sebuah ruangan. Kedua pria itu membawa kertas sedangkan para pelajar diminta untuk duduk.

Sementara dalam narasi disebutkan bahwa pelajar Papua dipaksa untuk membacakan teks cinta NKRI lalu direkam.

"8 pelajar Papua dipaksa polisi membacakan teks cinta NKRI untuk direkam," cuit @VeronicaKoman.

Bersamaan dengan itu, diunggah pula video pendek berdurasi 27 detik saat pelajar Papua membacakan teks yang dimaksud. Terdengar suara pria yang memandu para pelajar untuk membaca serempak.

"Baca bersama-sama ya?" kata pria itu.

Seketika para pelajar membacakan teks yang berisi pengakuan kalau mereka aman besekolah di Pasuruan dan cinta NKRI.

"Pace Mace, kita pelajar Papua, kita nyaman dan nyaman belajar di Pasuruan. Kami cinta Papua, kami cinta Indonesia," ujar para pelajar Papua.

baca juga
Pelajar Papua diduga dipaksa polisi baca surat cinta NKRI. (Twitter)
Pelajar Papua diduga dipaksa polisi baca surat cinta NKRI. (Twitter)

Rekaman itu kemudian diperjelas dengan pengakuan seorang. Ia disebut sebagai salah satu pelajar yang diminta untuk membacakan surat cinta untuk NKRI.

Ia mengaku tiba-tiba kedatangan polisi di sekolahnya yang kemudian meminta pelajar Papua untuk membacakan teks dalam selembar kertas.

"Siang ini kami kedatangan 4 polisi di sekolah kami, mereka meminta kami untuk isi biodata lengkap dan mereka memoto kami," 

"Mereka kemudian membawa 3 kertas dan di tulisan kertas itu, Pace Mace Kami Papua Kami Indonesia NKRI Harga Mati, setelah itu polisi suruh kita baca tulisan iyu sambil direkam sama polisi," katanya.

Soal foto dan video yang tersebar, pelajar tersebut mengaku dipaksa oleh gurunya. Guru tersebut lantas mengatakan kalau rekaman itu akan diviralkan sehingga membuat mereka takut.

"Pas pengambilan video saya ikut itu pun dipaksa sama guru saya. Setelah itu pas pak guru saya suruh foto yang kedua kalinya lagi langsung bilang ayo anak-anak foto lagi ini mau diviralkan kata pak guru saya."

"Dan langsung saya keluar dari kantor setelah mendengar kata itu, dan saya pun lari ke kelas menangis. Karena saya takut, karena pas saat pengambilan video, 4 polisi yang di mana 1 memakai baju bisa seperti intel memperhatikan sata terus, akhirnya saya keluar dari kantor," demikian keterangan yang dituliskan pelajar Papua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Percepat Pemerataan di Papua, PLN Listriki 128 Desa pada 2026 & Targetkan 199 Desa pada 2027

Percepat Pemerataan di Papua, PLN Listriki 128 Desa pada 2026 & Targetkan 199 Desa pada 2027

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:53 WIB

Mari Jaga Hutan Papua, Swasembada Energi atau Kedok Ekspansi Korporasi?

Mari Jaga Hutan Papua, Swasembada Energi atau Kedok Ekspansi Korporasi?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 13:15 WIB

Papua Tengah Usulkan Dua Titik Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Wilayah 3T Jadi Prioritas

Papua Tengah Usulkan Dua Titik Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Wilayah 3T Jadi Prioritas

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:39 WIB

Sadis! ASN di Kabupaten Puncak Papua Ditikam hingga Pisau 40 Cm Masih Tertancap di Leher

Sadis! ASN di Kabupaten Puncak Papua Ditikam hingga Pisau 40 Cm Masih Tertancap di Leher

News | Selasa, 03 November 2026 | 10:49 WIB

MBG untuk Cegah Stunting: Dapur Menumpuk di Jawa, Papua Tetap Tertinggal?

MBG untuk Cegah Stunting: Dapur Menumpuk di Jawa, Papua Tetap Tertinggal?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:30 WIB

Karhutla Papua Selatan Mulai Menyusut, BNPB Catat 253 Hektare Lahan Masih Terbakar

Karhutla Papua Selatan Mulai Menyusut, BNPB Catat 253 Hektare Lahan Masih Terbakar

News | Senin, 02 November 2026 | 10:38 WIB

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:57 WIB

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:02 WIB

OMC Tekan Hotspot Karhutla Papua Selatan dari 1.169 Jadi 65 Titik

OMC Tekan Hotspot Karhutla Papua Selatan dari 1.169 Jadi 65 Titik

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:42 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×