Pornhub Buat Film Porno di Pantai Penuh Sampah: Biar Kita Saja yang Jorok

Rendy Adrikni Sadikin | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Pornhub Buat Film Porno di Pantai Penuh Sampah: Biar Kita Saja yang Jorok
Ilustrasii website dewasa, Pornhub. [Shutterstock]

Akankah kampanye Pornhub berhasil?

Suara.com - Situs film dewasa Pornhub membuat projek baru dengan lokasi yang tak biasa, yakni pantai yang dipenuhi sampah.

Melalui film yang dibintangi Leolulu itu, Pornhub berniat menyebarkan kesadaran akan masalah mendesak terkait lingkungan.

Jumlah tayangan pun akan dijadikan patokan oleh Pornhub sebagai donasi untuk Ocean Polymers, organisasi nirlaba yang mengirim kapal ke laut untuk mengambil dan mendaur ulang sampah plastik dari perairan di seluruh dunia.

Kampanye 'Dirtiest Porn Ever' (Film Porno Terjorok -red) ini menekankan bahwa latar belakang penuh sampah akan mengalahkan dan meredam pikiran paling kotor sekalipun.

Baca Juga: Pantai di Trenggalek. Cocok Buat Piknik Bareng Keluarga

Dikutip SUARA.com dari New York Post, Selasa (27/8/2019), adegan pornografi pasangan di film itu dihalangi oleh beragam limbah, sampai petugas kebersihan, yang mengenakan pakaian hazmat dengan logo 'Pornhub Peduli', membenahi pantai.

Wakil Presiden Pornhub Corey Price mengatakan kepada LADbible, "Kita yang di Pornhub ini memang jorok, tetapi bukan berarti pantai kita harus seperti itu juga."

Price juga menjelaskan, ada sekitar 12,7 juta ton plastik di kedalaman lautan, yang lama kelamaan membuat jumlah sampah melebihi jumlah ikan.

Meskipun sebuah organisasi yang condong ke arah serius sedikit kecewa dengan kampanye ini, Direktur Eksekutif Ocean Polymers Heather Wigglesworth tampaknya senang bekerja sama dengan para penjaja film panas.

"Ini adalah platform yang sangat efektif untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan terhadap krisis yang kita hadapi di lautan saat ini," katanya.

Baca Juga: Masjid Thalhah Ubaidillah Diresmikan, Jadi Ikon Baru Tanjung Bira Bulukumba

Menurut sebuah studi baru dari US Geological Survey, pecahan plastik kecil, manik-manik, dan serat ditemukan di sekitar 90% air hujan yang dikumpulkan di berbagai lokasi di Colorado, termasuk puncak Taman Nasional Pegunungan Rocky.