Dewan Adat: Jakarta, Setop Sudutkan Rakyat Papua dan Alihkan Isu Rasisme

Reza Gunadha

Kamis, 05 September 2019 | 14:02 WIB
Dewan Adat: Jakarta, Setop Sudutkan Rakyat Papua dan Alihkan Isu Rasisme
ILUSTRASI - Sejumlah mahasiswa Papua yang tergabung dalam Komite Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme Dan Militerisme melakukan unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/8). [Suara.com/Arya Manggala]

Suara.com - Dewan Adat Wilayah Lapago di Provinsi Papua mendesak pemerintah Indonesia di Jakarta berhenti menyangkal dan mengalihkan isu rasisme yang membangkitkan amarah seluruh rakyat tanah Papua.

Tudingan terhadap orang asli Papua, hingga menuduh tokoh Papua Merdeka menggerakkan aksi anarkistis, justru menunjukkan pengambil kebijakan di Jakarta berupaya mengalihkan isu rasisme dan diskriminasi terhadap orang Papua.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dewan Adat Papua versi Konferesi Luar Biasa (KLB) Engelbertus Surabut kepada jurnalis Jubi.co.id di Jayapura, Rabu (4/9/2019).

“Wiranto mengatakan aktor anarkisme demontran di Papua [adalah] Benny Wenda. Itu saya pikir itu hanya [upaya] mengalihkan isu. Kuburkan isu sebenarnya,”ungkap Engelbertus Surabut.

Surabut meminta pemerintah fokus membicarakan akar masalah Papua, dan fokus menangani penyebab demonstrasi terus terjadi di Papua selama dua pekan pascatindakan persekusi dan rasisme terhadap para mahasiswa Papua di Surabaya pada 16 dan 17 Agustus 2019.

Surabut menegaskan, demonstrasi terjadi bukan karena digerakkan tokoh Papua seperti Benny Wenda, namun karena ujaran kebencian terhadap orang Papua.

“Masyarakat ini spontanitas demo karena teriakan monyet. [Melawan] rasisme, itu yang mereka lakukan. Persoalan jelas tidak boleh kaburkan dan ungkapan pembedaan [yang mengarah kepada rasisme dan diskriminasi] itu berlangsung lama. Jadi [unjukrasa] itu [terjadi karena] akumulasi rasa tidak diterima, dan [kesadaran bahwa Papua ternyata] memang dibedakan,”ungkapnya.

Karena merasa dibedakan dan didiskriminasi, demikian menurut Surabut, rakyat Papua menarik kesimpulan bahwa persoalan itu hanya dapat diselesaikan dengan Hak Penentuan Nasib Sendiri bagi orang Papua.

Rakyat Papua merasa harus berpisah dari Indonesia, karena Indonesia tidak bisa menerima perbedaan itu sejak Papua dijadikan bagian Indonesia melalui Penentuan Pendapat Rakyat 1969.

baca juga

“Tetapi itu baru sebatas aspirasi. Jadi pemerintah tidak perlu terlalu panik dan mengatasnamakan keamanan [untuk bertindak] represif terhadap demontran,”ungkapnya.

Surabut berpendapat, seharusnya pemerintah memberikan ruang kepada setiap protes rakyat Papua. Bersamaan dengan itu, pemerintah mencari tokoh-tokoh kunci dari rakyat yang protes, lalu mencari solusinya bersama.

“Itu yang harus pemerintah [lakukan]. Tetapi ini saya lihat pemerintah kerja seperti mobil pemadam kebakaran,  hanya fokus padamkan api, tanpa melihat asal usul api dan siapa penyebab  api itu. Kalau begini masalah tidak akan pernah selesai,” kata Surabut.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, Alex Gobay mengatakan selama berdemonstrasi, mereka menuntut referendum.

Sebab, referendum dinilai menjadi solusi paling demokratis atas berbagai perbedaan antara Papua dan Jakarta.

“Kami menuntut referendum karena itu hak asasi politik kami,”ungkap Gobay kepada jurnalis dalam jumpa persnya di Jayapura pekan lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benny Wenda Buat Papua Rusuh untuk Jadi Bahan di Rapat Komisi HAM PBB

Benny Wenda Buat Papua Rusuh untuk Jadi Bahan di Rapat Komisi HAM PBB

News | Kamis, 05 September 2019 | 13:49 WIB

Minta Bantuan ke Jokowi, Gubernur Data Kerusakan Kerusuhan di Papua Barat

Minta Bantuan ke Jokowi, Gubernur Data Kerusakan Kerusuhan di Papua Barat

News | Kamis, 05 September 2019 | 13:44 WIB

Selain Benny Wenda, Kapolri Sebut ULMWP dan KNPB Biang Kerok Rusuh Papua

Selain Benny Wenda, Kapolri Sebut ULMWP dan KNPB Biang Kerok Rusuh Papua

News | Kamis, 05 September 2019 | 13:43 WIB

Internet Papua Masih Diblokir Hari Ini

Internet Papua Masih Diblokir Hari Ini

News | Kamis, 05 September 2019 | 13:16 WIB

Semua Menteri Jokowi Dilarang Bicara Papua, Kecuali Wiranto

Semua Menteri Jokowi Dilarang Bicara Papua, Kecuali Wiranto

News | Kamis, 05 September 2019 | 13:06 WIB

Video 'Indonesia Bubar' Dikaitkan Papua Merdeka, Merry Riana Klarifikasi

Video 'Indonesia Bubar' Dikaitkan Papua Merdeka, Merry Riana Klarifikasi

News | Kamis, 05 September 2019 | 12:37 WIB

Terkini

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Bri | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:28 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:18 WIB

Jejak Gugatan Karhutla Sumsel, 8 Perusahaan Pernah Masuk Perkara: Begini Panjang Perjalanan Hukumnya

Jejak Gugatan Karhutla Sumsel, 8 Perusahaan Pernah Masuk Perkara: Begini Panjang Perjalanan Hukumnya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Langkah Kecil untuk Tumbuh Sehat, Kilang Plaju Dukung Gizi Anak Sungai Rebo

Langkah Kecil untuk Tumbuh Sehat, Kilang Plaju Dukung Gizi Anak Sungai Rebo

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Free Kick Dean James Robek Gawang Thailand, Iklas Sanron Samakan Kedudukan

Free Kick Dean James Robek Gawang Thailand, Iklas Sanron Samakan Kedudukan

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:49 WIB

Masih Ingat Sepatu Bata? Begini Perjalanan Brand Ini Selama 95 Tahun di Indonesia

Masih Ingat Sepatu Bata? Begini Perjalanan Brand Ini Selama 95 Tahun di Indonesia

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Lebih dari Sekadar Visual: Intip Keseruan CHROMA di The Lounge by CASA pada Art Jakarta 2026

Lebih dari Sekadar Visual: Intip Keseruan CHROMA di The Lounge by CASA pada Art Jakarta 2026

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Merasa Namanya Hancur, Fuad Hasan Klaim Tak Pernah Beri Nusron Wahid Uang Ratusan Miliar

Merasa Namanya Hancur, Fuad Hasan Klaim Tak Pernah Beri Nusron Wahid Uang Ratusan Miliar

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:16 WIB

Soroti Proyek MBG hingga Militerisasi Sipil, Forum Cik Ditiro Desak Revisi Ulang UU TNI

Soroti Proyek MBG hingga Militerisasi Sipil, Forum Cik Ditiro Desak Revisi Ulang UU TNI

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:11 WIB

×