Cuitan Lucu Gus Nadir Soal KPAI, Undang Tawa Warganet

Reza Gunadha | Husna Rahmayunita | Suara.com

Kamis, 12 September 2019 | 08:30 WIB
Cuitan Lucu Gus Nadir Soal KPAI, Undang Tawa Warganet
Rais Syuriah PCNU Australia Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir (Twitter)

Suara.com - Rais Syuriah PCNU Australia Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir mengundang gelak tawa warganet setelah membagikan cuitan soal Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Tak seperti pihak lainnya yang lantang memprotes keputusan KPAI, kali ini Gus Nadir justru mengunggah kisah lucu.

Ia menceritakan kejadian yang dialami seorang temannya yang bernama Kang Zaman. Hal itu ditunjukkan Gus Nadir lewat jejaring Twitter.

Disebutkan Kang Zaman yang menggunakan akun Twitter @noeruzzaman kesulitan mencari area merokok di Melbourne, Australia.

"Bin @noeruzzaman kesulitan mencari tempat yang diperbolehkan merokok di Melbourne," tulis @na_dirs, Rabu (11/9/2019).

Dosen Monash University lantas mengaitkan peristiwa itu dengan tidak adanya atlet bulu tangkis yang berasal dari Melbourne.

Ia menyimpulkan, bila kenyataan tersebut disebabkan oleh KPAI melarang perusahaan rokok kenamaan Tanah Air memberi dukungan kepada atlet bulutangkis di Australia. 

"Nah, sekarang paham kan kenapa kita gak pernah mendengar ada atlet bulutangkis dari Melbourne. Karena gak ada PB Djarum di Australia. Ini pasti gara-gara KPAI," imbuh @na_dirs dengan ditutup emoji tersebut.

Cuitan Gus Nadir soal KPAI. (Twitter/@na_dirs)
Cuitan Gus Nadir soal KPAI. (Twitter/@na_dirs)

Sontak cuitan Gus Nadir dibanjiri komentar dari warganet. Tak hanya membalas dengan emoji tertawa, sejumlah warganet pun menuliskan komentar sindiran seperti ini.

"Jadi sebaiknya @KPAI_official dan @lenteranak_ segera pindah ke Melbourne ya Gus," kata @orw7.

"@KPAI_official karna PB Djarum tidak pernah memberikan hadiah berupa Rokok kepada Anak setelah bermain Badminton Gus.....," celoteh @cahkopi96.

"Astagfirullah fus, gaboleh Seudzon, Huznduzon aja gus mungkin KPAI di Australia ikut juga jualan rokok," ujar @SoldaSaju.

KPAI tengah menuai protes dari sejumlah pihak setelah mendesak Djarum Foundation untuk menghentikan Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis.

Pihak tersebut menuding salah satu perusahaan rokok Tanah air melakukan ekploitasi terhadap ribuan anak-anak Indonesia, lewat brand image di kaus peserta proses audisi beasiswa itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polemik Beasiswa PB Djarum, Menkes Nila Moelok Larang Memperalat Anak

Polemik Beasiswa PB Djarum, Menkes Nila Moelok Larang Memperalat Anak

Video | Selasa, 10 September 2019 | 19:36 WIB

5 Berita Kesehatan Menarik: Hari Pencegahan Bunuh Diri, Menkes Dukung KPAI

5 Berita Kesehatan Menarik: Hari Pencegahan Bunuh Diri, Menkes Dukung KPAI

Health | Selasa, 10 September 2019 | 19:19 WIB

Alan Budikusuma: PB Djarum Pamit Bukan karena Ngambek, Tapi...

Alan Budikusuma: PB Djarum Pamit Bukan karena Ngambek, Tapi...

Sport | Selasa, 10 September 2019 | 19:10 WIB

Usulan Lawas Ahok Soal Bubarkan KPAI Diungkit, Warganet Beri Pujian

Usulan Lawas Ahok Soal Bubarkan KPAI Diungkit, Warganet Beri Pujian

News | Selasa, 10 September 2019 | 18:07 WIB

Terkini

Kebijakan Iklim Inklusif Jadi Kunci, Anak dan Disabilitas Perlu Dilibatkan

Kebijakan Iklim Inklusif Jadi Kunci, Anak dan Disabilitas Perlu Dilibatkan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 16:03 WIB

Duka di Balik Jas Putih: Mengapa Dokter Internship Indonesia Bertumbangan?

Duka di Balik Jas Putih: Mengapa Dokter Internship Indonesia Bertumbangan?

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:55 WIB

Racun Tikus di Makanan Bayi Geger di Austria, Publik Panik Hingga Penarikan Besar-besaran Produk

Racun Tikus di Makanan Bayi Geger di Austria, Publik Panik Hingga Penarikan Besar-besaran Produk

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:50 WIB

Ketua Yayasan Daycare Little Aresha Ternyata Residivis Korupsi, Polisi Bongkar Peran Gandanya!

Ketua Yayasan Daycare Little Aresha Ternyata Residivis Korupsi, Polisi Bongkar Peran Gandanya!

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:49 WIB

DPR Ingatkan Risiko Hibah Kapal Induk Italia, Biaya Perawatan Tembus Rp 101 Miliar per Tahun

DPR Ingatkan Risiko Hibah Kapal Induk Italia, Biaya Perawatan Tembus Rp 101 Miliar per Tahun

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:47 WIB

Ahmad Dhani Datangi Bareskrim Usai Akun Instagramnya Mendadak Hilang

Ahmad Dhani Datangi Bareskrim Usai Akun Instagramnya Mendadak Hilang

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:29 WIB

Kasus LNG, 2 Eks Pejabat Pertamina Divonis 4,5 dan 3,5 Tahun Penjara

Kasus LNG, 2 Eks Pejabat Pertamina Divonis 4,5 dan 3,5 Tahun Penjara

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:26 WIB

Singgung Privasi Prabowo, Said Abdullah PDIP Sarankan Amien Rais Minta Maaf Secara Ksatria

Singgung Privasi Prabowo, Said Abdullah PDIP Sarankan Amien Rais Minta Maaf Secara Ksatria

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:25 WIB

Datang ke Sidang dengan Infus, Nadiem Minta Status Penahanan Dialihkan

Datang ke Sidang dengan Infus, Nadiem Minta Status Penahanan Dialihkan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:24 WIB

Peringatan Hardiknas 2026: Wamendagri Wiyagus Tekankan Tiga Fondasi Strategis Pendidikan Bermutu

Peringatan Hardiknas 2026: Wamendagri Wiyagus Tekankan Tiga Fondasi Strategis Pendidikan Bermutu

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:22 WIB