Kebakaran Hutan, Penerbangan Nunukan - Tarakan Ditutup

Pebriansyah Ariefana

Senin, 16 September 2019 | 14:14 WIB
Kebakaran Hutan, Penerbangan Nunukan - Tarakan Ditutup
Penampakan kebakaran hutan Kalimantan dari satelit Nasa. [NASA Worldview]

Suara.com - Kabut asap kiriman yang melanda Provinsi Kalimantan Utara sejak empat hari lalu menyebabkan sejumlah penerbangan ditutup. Termasuk penerbangan dari Nunukan menuju Tarakan dan sebaliknya.

Kepala Seksi Operasi Bandara Nunukan, Rumadi di Nunukan, Senin menjelaskan, sejak kabut asap melanda Kaltara memang penerbangan mengalami hambatan. Hambatan itu disebabkan jarak pandang visual yang terbatas sehingga dapat mengganggu navigasi penerbangan dari Nunukan menuju Tarakan daj sebaliknya.

Rumadi menyatakan penutupan penerbangan di Bandara Nunukan dilakukan sejak tiga hari lalu untuk maskapai Wings Air dan Susi Air. Semuanya adalah penerbangan tujuan Tarakan. Sedangkan penerbangan Nunukan-Long Bawan Kecamatan Krayan tetap berlangsung meskipun jarak pandang akibat kabut asap.

Pertimbangannya, kata dia, karena penerbangan dari Bandara Nunukan menuju Long Bawan hanya menggunakan pesawat ukuran kecil. Meskipun jarak pandang di sekitar Bandara Nunukan dan Tarakan telah mencapai 4,5 kilo meter, namun pihaknya belum berani melayani penerbangan.

Selain itu, pesawat Wings Air yang melayani penerbangan Nunukan-Tarakan dan sebaliknya saat ini masih berada di Bandara Sepinggan Balikpapan.

"Belum tahu kapan penerbangan dibuka lagi. Karena pesawatnya (Wings Air) sekarang masih di Balikpapan," demikian Rumadi.

Sehubungan dengan membaiknya jarak pandang akibat kabut asap, PMG Pertama BMKG Nunukan, Taufik Rahman membenarkan, penerbangan menggunakan pesawat sejenis Wings Air telah dapat dilakukan.

Sesuai deteksi satelit Himawari per tanggal 16 September 2019, jarak pandang di Bandara Nunukan berkisar 4,5 meter pada siang hari ini. Sedangkan jarak pandang di Bandara juwata Tarakan berkisar 6 kilo meter. Oleh karena itu aman untuk penerbangan.

Hanya saja, Taufik mengingatkan agar tetap waspada karena perubahan arah angin sewaktu-waktu bisa berubah. Jarak pandang visual yang membaik pada siang hari karena hembusan angin yang berubah dari arah Timur menuju Barat.

baca juga

Sebelumnya, kata dia, angin berhembus dari arah Tenggara Barat Daya menuju Timur Laut sehingga asap dari kebakaran hutan dan lahan di Kalsel dan Kalteng maupun Kalbar dan Kaltim mengarah bagian utara Pulau Kalimantan yakni ke Kaltara. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Darurat Kebakaran Hutan, LSM Kirim Surat ke Jokowi: Marah, Sedih dan Kecewa

Darurat Kebakaran Hutan, LSM Kirim Surat ke Jokowi: Marah, Sedih dan Kecewa

News | Senin, 16 September 2019 | 13:39 WIB

Mahasiswa Bakar Ban Bekas, Demo Asap Kebakaran Hutan di Kantor Gubernur

Mahasiswa Bakar Ban Bekas, Demo Asap Kebakaran Hutan di Kantor Gubernur

News | Senin, 16 September 2019 | 11:22 WIB

39.277 Warga Riau Kena ISPA, 14 Posko Kesehatan Dibuka di Pekanbaru

39.277 Warga Riau Kena ISPA, 14 Posko Kesehatan Dibuka di Pekanbaru

News | Senin, 16 September 2019 | 11:15 WIB

Dampak Kabut Asap, 100 Ribu Orang Kena ISPA di Kalimantan dan Sumatera

Dampak Kabut Asap, 100 Ribu Orang Kena ISPA di Kalimantan dan Sumatera

Health | Senin, 16 September 2019 | 11:35 WIB

Terkini

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Sulsel | Jum'at, 06 November 2026 | 22:59 WIB

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 22:50 WIB

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:00 WIB

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:35 WIB

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Video | Jum'at, 06 November 2026 | 21:30 WIB

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:27 WIB

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:24 WIB

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:14 WIB

×