Menkominfo Ajak Buzzer Kompak dengan Pemerintah, Rachel: Berani Bayar?

Reza Gunadha | Husna Rahmayunita | Suara.com

Rabu, 09 Oktober 2019 | 16:00 WIB
Menkominfo Ajak Buzzer Kompak dengan Pemerintah, Rachel: Berani Bayar?
Rachel Maryam [Suara.com/Yuli]

Suara.com - Politikus Partai Gerindra Rachel Maryam mengomentari pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara yang mengajak buzzer bekerja sama dengan pemerintah.

Melalui Twitter, wanita 39 tahun itu mempertanyakan pendapat Rudiantara terkait buzzer yang muncul dalam sebuah artikel.

Rachel Maryam mempertanyakan ajakan Menkominfo yang meminta rakyat menjadi buzzer.

Ia menegaskan aktivis pendukung alias buzzer bekerja karena dibayar.

Untuk itu, ia menantang pemerintah sanggup memberikan bayaran berapa kepada rakyat bila menjadi buzzer, mengingat iuran asuransi kesehatan BPJS kekinian naik dan dikeluhkan sejumlah pihak.

"Rakyat disuruh jadi buzzer? Buzzer itu ada bayarannya. Pemerintah mau bayar berapa minta rakyat Indonesia jadi buzzer? Wong BPJS aja naik iurannya," tulis Rachel Maryam.

Sebelumnya, Menkominfo Rudiantara menyebut buzzer sama seperti endorser dan influencer. Aktivitas mereka di dunia maya tidak dilarang pemerintah selama tidak melanggar UU ITE.

Hal itu disampaikan Rudiantara saat menjadi narasumber acara Indonesia Lawyers Club (ILC ) Tv One yang mengangkat tema "Siapa yang Bermain Buzzer?", Selasa (8/10/2019) malam.

Lebih lanjut, ia bahkan mengajak para buzzer untuk kompak dengan pemerintah, menyebar isu yang tengah ramai dibicarakan.

"Nah daripada ribut-ribut, buzzer sana buzzer sini, kenapa tak kompak menjadi buzzer pemerintah terhadap isu karhutla (kebakaran hutan dan lahan), kenapa enggak kompak mejadi buzzer terhadap isu Papua," ajak Rudiantara.

"Saya ajak teman-teman, kalau dibilang buzzer, yasudah sama-sama jadi buzzer untuk isu di luar bukan isu di dalam negeri," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Buzzer, Rudiantara Protes Facebook karena Bikin Akun Pakai Email

Soal Buzzer, Rudiantara Protes Facebook karena Bikin Akun Pakai Email

News | Rabu, 09 Oktober 2019 | 14:57 WIB

Pengakuan Tsamara PSI Jadi Korban Buzzer karena Dukung RUU PKS

Pengakuan Tsamara PSI Jadi Korban Buzzer karena Dukung RUU PKS

News | Rabu, 09 Oktober 2019 | 13:17 WIB

Alumni PA 212 Haikal Hassan: Buzzer Bayaran Haram dalam Islam

Alumni PA 212 Haikal Hassan: Buzzer Bayaran Haram dalam Islam

News | Rabu, 09 Oktober 2019 | 12:40 WIB

Diprotes Ali Ngabalin, Pemred Koran Tempo: Fungsi Pers untuk Kritik

Diprotes Ali Ngabalin, Pemred Koran Tempo: Fungsi Pers untuk Kritik

News | Rabu, 09 Oktober 2019 | 11:49 WIB

Terkini

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:35 WIB

Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman

Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:14 WIB

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:48 WIB

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:42 WIB

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:30 WIB

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:04 WIB

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:57 WIB

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:44 WIB

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:33 WIB

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:21 WIB