Suara.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM (Menkopolhukam) Wiranto ditusuk dengan senjata tajam orang tak dikenal saat berkunjung di Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019)
Insiden penusukan terjadi usai Wiranto menghadiri acara peresmian Gedung Perkuliahan, Universitas Mathlaul Anwar (UNMA).
Berikut kronologi kejadian itu.
Pukul 08.57 WIB
Setibanya di Alun-alun Menes, Wiranto dan rombongan disambut oleh jajaran petinggi Banten yang terdiri dari Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir, Dandrem 064/MY Kolonel Inf Widiyanto, Bupati Pandeglang Hj. Irna Narulita SE. MM, Dandim o601/Pdg Letkol Inf. Denny Juwon Pranata,M.Tr. (Han) dan Kapolres Pandeglang AKBP. Indra Lutriyanto Amstono, SH. S.IK,Kecamatan Menes.
Pukul 09.05 WIB
Wirato bersama rombongan lantas menuju UNMA yang berlokasi di Jalam Labuan KM. 23 Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayum Kecamatan Saketi pukul dan tiba di lokasi pukul 09.17.
Mereka menghadiri acara peresmian Gedung Perkuliahan UNMA bersama tamu undangan lainnya.
Puku 10.47 WIB
Seusai acara, Wiranto dan rombongan menuju ruang transit di Gedung I UNMA untuk makan siang.
Setelah itu, Wiranto sempat menemui Presma UNMA yang diwakili Agus Hidayat dan Erik. Keduanya hendak menyampaikan aspirasi yang ditujukan kepada presiden.
Pukul 11.30 WIB
Wiranto dan rombongan meninggalkan UNMA untuk kembali ke Alun-alun Menes. Mereka akan bertolak ke Jakarta menggunakan helikopter.
Setibanya di lokasi, Wiranto yang turun dari mobil hendak menyalami warga yang sudah berkumpul. Namun, tiba-tiba ia ditusuk oleh SA dari arah belakang menggunakan gunting hingga tersungkur ke tanah.
Insiden itu juga melukai anak buah Wiranto dan Kapolsek Menes Kompol Dariyanto.