Occupy HI! Greenpeace Masih Bertahan Bentangkan Sepanduk di Atas Patung

Reza Gunadha

Rabu, 23 Oktober 2019 | 13:33 WIB
Occupy HI! Greenpeace Masih Bertahan Bentangkan Sepanduk di Atas Patung
Aktivis Greenpeace membentangkan spanduk di Patung Selamat Datang, di Bundaran HI, Jakarta, Rabu (23/10).[Suara.com/Arya Manggala]

Suara.com - Aktivis Greenpeace yang melakukan pembentangan spanduk "Orang Baik pilih Energi Baik" dan "Reformasi Dikorupsi" di Patung Selamat Datang Bundaran HI masih bertahan hingga Rabu (23/10/2019) siang.

Hingga pukul 12.45 WIB, terdapat empat orang yang berada di atas pijakan kaki dan tiang Patung Selamat Datang.

Mereka secara bergantian bertukar posisi untuk membentangkan dua spanduk sebagai pengingat bagi Kabinet Kerja Jokowi periode kedua ini.

Spanduk pertama bertuliskan "Orang Baik Pilih Energi Baik" mengikuti arah muka patung. Sedangkan spanduk bertuliskan "Lawan Perusak Hutan" mengikuti arah belakang patung.

"Kami akan terus menerus mengingatkan dan menjaga mereka. Berulang kali sudah diberitahu tapi mereka tidak turun. Kami juga masih mengupayakan cara- cara lain berkoordinasi dengan instansi yang punya alat khusus untuk tetap mengupayakan mereka turun," kata Wakil Kapolres Jakarta Pusat AKBP Susatyo Purnomo saat ditemui di Pos Polisi Bundaran HI.

Kepolisian Polres Metro Jakarta Pusat telah memperingatkan keempat peserta aksi untuk segera turun dan menyudahi aksinya.

Mulai dari negosiasi menggunakan kendaraan taktis pengurai massa (raisa) hingga menurunkan kendaraan pemadam kebakaran dengan tangga untuk bernegosiasi dari ketinggian.

Aksi pembentangan spanduk yang dilakukan oleh relawan Greenpeace itu dilakukan untuk mengingatkan Presiden Joko Widodo beserta kabinet kerjanya yang baru diumumkan, agar menghentikan pemakaian energi kotor sebagai upaya mencegah perubahan iklim ekstrem di Indonesia.

Juru Kampanye Hutan Greenpeace Arie Rompas mengatakan, penggunaan batu bara sebagai bahan bakar fosil atau energi kotor serta deforestasi di Indonesia menjadi penyebab terbesar emisi gas rumah kaca di dunia.

baca juga

Indonesia memiliki angka penggunaan bahan bakar fosil yang tinggi serta laju deforestasi sebesar 600 ribu hektare (ha) pertahun.

"Energi fosil khususnya batubara masih mendominasi bauran energi nasional sebesar 58 persen sehingga menghambat laju peralihan menuju energi terbarukan," kata Arie Rompas.

Pemasangan spanduk tersebut dilakukan sejak pagi hari pukul 07.00 WIB.

Pada pukul 07.30 WIB, polisi telah mengamankan lima aktivis Greenpeace yang ikut melakukan aksi di bawah Patung Selamat Datang Bundaran HI.

"Benar di bawah patung itu ada lima orang diamankan, relawan kami," kata Rahma Shofiana, aktivis Greenpeace.

Selain melakukan aksi di Patung Selamat Datang Bundaran HI, Greenpeace juga melakukan pemasangan spanduk di Patung Dirgantara, Pancoran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Lagi Dipilih Jokowi, Wiranto: Gak Masalah, Saya 4 Kali Jabat Menteri

Tak Lagi Dipilih Jokowi, Wiranto: Gak Masalah, Saya 4 Kali Jabat Menteri

News | Rabu, 23 Oktober 2019 | 13:17 WIB

Lukman Hakim Saifuddin Pamit Tak Lagi Jadi Menag, Ini Profilnya

Lukman Hakim Saifuddin Pamit Tak Lagi Jadi Menag, Ini Profilnya

News | Rabu, 23 Oktober 2019 | 13:21 WIB

Pencetus Full Day School Jadi Menko PMK, Ini Profilnya

Pencetus Full Day School Jadi Menko PMK, Ini Profilnya

News | Rabu, 23 Oktober 2019 | 13:18 WIB

Prabowo - Jokowi Kini Satu Gerbong, JK: Tak Ada Kawan dan Lawan Abadi

Prabowo - Jokowi Kini Satu Gerbong, JK: Tak Ada Kawan dan Lawan Abadi

News | Rabu, 23 Oktober 2019 | 13:07 WIB

Terdepak dari Kabinet Jokowi II, Ini Profil Susi Pudjiastuti

Terdepak dari Kabinet Jokowi II, Ini Profil Susi Pudjiastuti

News | Rabu, 23 Oktober 2019 | 12:41 WIB

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko Ternyata Pernah Ditangkap Kondektur

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko Ternyata Pernah Ditangkap Kondektur

News | Rabu, 23 Oktober 2019 | 12:49 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×