Kini Satu Gerbong, Gerindra Ogah Mau Manut-manut Saja ke Jokowi

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Sabtu, 26 Oktober 2019 | 18:22 WIB
Kini Satu Gerbong, Gerindra Ogah Mau Manut-manut Saja ke Jokowi
Presiden Joko Widodo menyerahkan petikan keputusan kepada calon Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri) dalam rangkaian acara pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10). [ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari]

Suara.com - Ketua DPP Gerindra Hendarsam Marantoko memastikan kalau partainya tetap akan kritis meskipun sudah bergabung ke dalam gerbong pemerintahan.

Ia menyebut tidak seluruh jiwa raga oposisi Gerindra kemudian diserahkan seutuhnya menjadi petahana.

Hendarsam menjelaskan bahwa alasan Gerindra akhirnya mau bergabung ke pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi lantaran adanya kesamaan prinsip dan nilai-nilai pemikiran yang sama antara kedua belah pihak. Namun, bukan berarti menjadikan Gerindra seolah manut melulu kepada Jokowi apabila memang ada prinsip yang tidak sejalan.

"Kami tidak akan menjadi mitra koalisi yang 'yes man'. Kita bersatu ke dalam pemerintahan pak Jokowi karena prinsip dan nilai-nilai, jadi apabila prinsip dan nilai-nilai masih sama ya kita akan tetap dalam satu rel," kata Hendarsam saat ditemui di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (26/10/2019).

"Jadi kita tidak berkoalisi artinya seluruh tubuh kita, jiwa raga kita serahkan bulat penyerahan bulat-bulat. Enggak seperti itu," sambungnya.

Meski demikian Hendarsam tidak menampik apabila saat ini fokus Gerindra memang tengah menjalankan cita-cita untuk membuat Indonesia lebih baik. Akan tetapi di balik upaya tersebut, terkadang caranya berbeda.

Sehingga Hendarsam menilai kalau Gerindra bisa saja kemudian kritis kepada pemerintahan Jokowi.

"Intinya apa bahwa yang kita perjuangkan saat ini bahwa pak Prabowo, partai Gerindra dan pak Jokowi mempuntai cita-cita yang sama dan teknis cara mencapai tujuan yang kurang lebih sama," ujarnya.

"Semua itu tujuannya sebenarnya sama untuk Indonesia lebih baik tapi kadang-kadang caranya berbeda, nah ini yang kadang-kadang paparan teknisnya enggak bisa, tidak bersinergi," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Kecewa karena Dipilih Jokowi, Projo Akui Prabowo Patriot Sejati

Sempat Kecewa karena Dipilih Jokowi, Projo Akui Prabowo Patriot Sejati

News | Sabtu, 26 Oktober 2019 | 17:24 WIB

Tak Akomodir Semua ke Kabinet, Hanura: Jokowi Tak Perlu Minta Maaf

Tak Akomodir Semua ke Kabinet, Hanura: Jokowi Tak Perlu Minta Maaf

News | Sabtu, 26 Oktober 2019 | 16:09 WIB

Sudah Mati-matian, Hanura Kecewa Tak Kebagian Kue di Kabinet Jokowi

Sudah Mati-matian, Hanura Kecewa Tak Kebagian Kue di Kabinet Jokowi

News | Sabtu, 26 Oktober 2019 | 14:48 WIB

PAN: Jangan Simpulkan Orang Papua di Kabinet Jokowi karena Suara Pilpres

PAN: Jangan Simpulkan Orang Papua di Kabinet Jokowi karena Suara Pilpres

News | Sabtu, 26 Oktober 2019 | 13:41 WIB

Jokowi: Pasti Ada yang Kecewa, Saya Minta Maaf Tak Bisa Akomodir Semua

Jokowi: Pasti Ada yang Kecewa, Saya Minta Maaf Tak Bisa Akomodir Semua

News | Sabtu, 26 Oktober 2019 | 12:08 WIB

Seknas Jokowi: Kami Tak Perlu jadi Pemarah Demi Sebuah Jabatan

Seknas Jokowi: Kami Tak Perlu jadi Pemarah Demi Sebuah Jabatan

News | Sabtu, 26 Oktober 2019 | 10:30 WIB

Dikepung Jamaah Sehabis Salat Jumat, Prabowo Diteriaki Presiden

Dikepung Jamaah Sehabis Salat Jumat, Prabowo Diteriaki Presiden

News | Jum'at, 25 Oktober 2019 | 13:33 WIB

Terkini

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:19 WIB

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:07 WIB

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

News | Minggu, 19 April 2026 | 08:04 WIB

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

News | Sabtu, 18 April 2026 | 22:00 WIB

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:54 WIB

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:06 WIB

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:53 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:25 WIB

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:19 WIB

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:49 WIB