Ada Penumpang Masak Sarapan, Kereta di Pakistan Terbakar Tewaskan 70 Orang

Reza Gunadha | Rifan Aditya | Suara.com

Jum'at, 01 November 2019 | 21:34 WIB
Ada Penumpang Masak Sarapan, Kereta di Pakistan Terbakar Tewaskan 70 Orang
Kebakaran Kereta Tezgam, terjadi di dekat kota Rahim Yar Khan, Provinsi Punjab, Pakistan. (Twitter)

Suara.com - Kereta Tezgam yang dalam perjalanan dari kota Karachi ke Rawalpindi, Pakistan, terbakar hingga menewaskan 70 orang. Insiden ini terjadi di dekat kota Rahim Yar Khan, Provinsi Punjab.

Setidaknya 70 orang tewas dalam kebakaran yang dipicu oleh penumpang yang memasak sarapan di kereta. Api secara cepat membakar kereta yang saat itu penuh sesak.

Dikutip dari Mirror pada Jumat (1/11/2019), para pejabat Pakistan mengatakan sebagian besar korban meninggal karena melompat dari kereta yang bergerak untuk menyelamatkan diri dari api. Sementara korban lain tewas terbakar.

Kereta terbakar ketika tabung gas meledak saat penumpang sedang memasak makanan menggunakan peralatan yang dibawa untuk perjalanan jarak jauh.

Menteri Perkeretaapian Sheikh Rashid Ahmed mengatakan, "Dua kompor memasak meledak. Mereka sedang memasak, mereka memiliki minyak [memasak] yang menambah api cepat menyebar."

Kereta Tezgam di Pakistan terbakar, banyak orang tewas akibat melompat dari kereta (Twitter)
Kereta Tezgam di Pakistan terbakar, banyak orang tewas akibat melompat dari kereta (Twitter)

Sementara itu, Jameel Ahmad, wakil komisaris distrik setempat, mengatakan kepada Reuters bahwa beberapa jenazah yang terbakar tidak bisa dikenali, tes DNA akan diperlukan untuk mengidentifikasi mereka.

Hampir 40 orang terluka, banyak dengan luka bakar serius, Jameel menambahkan.

Api menghancurkan tiga gerbong kereta dan terbakar tak terkendali saat kereta melaju di sepanjang rel dan akhirnya berhenti. Penumpang kereta merupakan jemaah yang akan pergi ke sebuah konferensi keagamaan.

Beberapa saksi yang selamat mengaku bahwa penyebab kebakaran di kereta Tezgam ini dipicu oleh korsleting pada sistem kelistrikan kereta.

Perdana Menteri Imran Khan telah menyampaikan belasungkawa dan memerintahkan penyelidikan segera dilakukan.

Lewat cuitan pada Kamis (31/10/2019), Imran Khan mengatakan, "Sangat sedih dengan tragedi mengerikan pada kereta Tezgam. Belasungkawa saya sampaikan kepada keluarga korban & saya mendoakan cepat pulih bagi yang terluka. Saya telah memerintahkan agar penyelidikan segera diselesaikan atas dasar mendesak."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jepang Berduka, Kastil Situs Warisan Dunia UNESCO Hancur Terbakar

Jepang Berduka, Kastil Situs Warisan Dunia UNESCO Hancur Terbakar

News | Kamis, 31 Oktober 2019 | 18:49 WIB

Kebakaran California Meluas, Pegawai Perpustakaan Ronald Reagan Mengungsi

Kebakaran California Meluas, Pegawai Perpustakaan Ronald Reagan Mengungsi

News | Kamis, 31 Oktober 2019 | 11:19 WIB

Viral Curhat Ibu Hamil, Kursinya di Kereta Direbut Penumpang Lain

Viral Curhat Ibu Hamil, Kursinya di Kereta Direbut Penumpang Lain

News | Rabu, 30 Oktober 2019 | 14:40 WIB

Terkini

Amnesty Desak DPR Segera Sahkan UU Anti Bahan Korosif Usai Kasus Andrie Yunus

Amnesty Desak DPR Segera Sahkan UU Anti Bahan Korosif Usai Kasus Andrie Yunus

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:38 WIB

Usman Hamid Kritik Peradilan Militer yang Abaikan Korban: Kehilangan Legitimasi Hukum

Usman Hamid Kritik Peradilan Militer yang Abaikan Korban: Kehilangan Legitimasi Hukum

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17 WIB

Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah

Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:10 WIB

Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar

Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:18 WIB

Usman Hamid: Keadilan bagi Andrie Yunus Mustahil Tercapai di Peradilan Militer

Usman Hamid: Keadilan bagi Andrie Yunus Mustahil Tercapai di Peradilan Militer

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:07 WIB

Aktivis Sebut Jokowi Idap Megalomania dan Waham Kebesaran soal IKN: Ada Gangguan Kejiwaan

Aktivis Sebut Jokowi Idap Megalomania dan Waham Kebesaran soal IKN: Ada Gangguan Kejiwaan

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 12:34 WIB

Tragedi Berdarah di Stadion Kridosono, Dugaan Klitih Tewaskan Pemuda 18 Tahun

Tragedi Berdarah di Stadion Kridosono, Dugaan Klitih Tewaskan Pemuda 18 Tahun

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 12:26 WIB

Thailand Tetapkan Virus Hanta sebagai Penyakit Menular Berbahaya, Indonesia Kapan?

Thailand Tetapkan Virus Hanta sebagai Penyakit Menular Berbahaya, Indonesia Kapan?

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:24 WIB

Pastikan MBG Lanjut Terus, Prabowo: Ini Program Strategis untuk Rakyat

Pastikan MBG Lanjut Terus, Prabowo: Ini Program Strategis untuk Rakyat

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:22 WIB

Brak Duar! Saksi Mata Ungkap Detik Horor Kecelakaan Maut Kereta vs Bus di Bangkok

Brak Duar! Saksi Mata Ungkap Detik Horor Kecelakaan Maut Kereta vs Bus di Bangkok

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:20 WIB