Wapres Ma'ruf: Indonesia Layak Jadi Rujukan Ilmu Pengetahuan Islam

Bangun Santoso | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Selasa, 26 November 2019 | 13:16 WIB
Wapres Ma'ruf: Indonesia Layak Jadi Rujukan Ilmu Pengetahuan Islam
Wapres Ma'ruf Amin membuka pertemuan Dewan Pakar Universitas Islam Internasional Indonesia 2019 di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Selasa (26/11/2019).(Foto: Dok. Setwapres)

Suara.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin membuka Pertemuan Dewan Pakar Universitas Islam Internasional Indonesia 2019 di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Selasa (26/11/2019). Dalam kesempatan itu, Ma'ruf berharap Indonesia bisa menjadi negara rujukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan tentang Islam.

Ma'ruf menjelaskan bahwa Indonesia ialah negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia. Selain itu Indonesia juga menjadi negara demokrasi terbesar di dunia.

"Sebagai penduduk Islam terbesar di dunia, Indonesia selayaknya dapat menjadi tempat rujukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan Islam," kata Ma'ruf dalam pidatonya.

Alasan Ma'ruf menyebutkan kalau Indonesia pantas menjadi rujukan ialah karena perkembangan Islam di Indonesia sangat pesat serta diterima sangat baik oleh masyarakatnya semenjak masuk ke tanah air pada abad ke-8.

Ia menceritakan bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui jalur dagang dan hubungan sosial antar masyarakat. Kondisi tersebut membuat perkembangan Islam di Indonesia menjadi Islam yang moderat dan menjadi bagian dari kehidupan sosial dan kultural di Indonesia.

Kata Ma'ruf, Islam juga turut berkontribusi terhadap persatuan dan kesatuan bangsa serta menjadikan Indonesia sebagai negara demokrasi dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia.

"Dengan fakta tersebut, Indonesia layak menjadi rujukan peradaban dunia Islam yang moderat dan modern," ujarnya.

Lalu Ma'ruf mengungkapkan apabila ingin Indonesia menjadi rujukan dalam mempelajari peradaban Islam, maka dibutuhkan pusat penelitian dan ilmu pengetahuan yang berkualitas, seperti UIII yang memiliki kualitas internasional dan reputasi global.

Kalau sudah beroperasional nanti, Ma'ruf berharap UIII mengharapkan adanya pendekatan kajian dengan menggabungkan dua bentuk kajian Islam. Misalnya penguasaan ilmu-ilmu agama Islam yang juga disebut kajian normatif dan pengkajian atau penelitian pada masyarakat Islam yang juga disebut kajian empiris.

Dalam kesempatan itu juga Ma'ruf berharap UIII bisa menjadi duta dalam mempromosikan Indonesia sebagai referensi kompatibilitas Islam dan demokrasi, serta rujukan dunia bagi perwujudan Islam yang rahmatan lil ‘alamiin.

Ia ingin melihat lulusan UIII itu bisa menjadi ahli, ilmuwan atau pemikir serta cendekiawan muslim terkemuka yang moderat, demokratis, humanis dan berwawasan global.

Wapres kemudian mengungkapkan bahwa dalam acara tersebut diharapkan adanya pemikiran konsep dan seluruh proses dalam mengembangkan visi, kurikulum, tata kelola, dan sumber daya manusianya mampu memenuhi tujuan pendirian UIII.

"Untuk mewujudkan harapan menjadikan
UIII sebagai perguruan tinggi Islam Internasional marilah kita semua bekerja keras untuk menyelesaikan berbagai pembangunan infrastruktur dan yang lebih penting lagi adalah pengembangan piranti lunak utamanya menyempurnakan kurikulum, tata kelola, serta berbagai perangkat pendukungnya," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Maruf Amin Dicurigai Manfaatkan Jabatan Wapres untuk Perkuat MUI

Maruf Amin Dicurigai Manfaatkan Jabatan Wapres untuk Perkuat MUI

News | Selasa, 26 November 2019 | 11:16 WIB

Deretan Stafsus Maruf Amin, Dari Mantan Menteri hingga Pengurus Besar NU

Deretan Stafsus Maruf Amin, Dari Mantan Menteri hingga Pengurus Besar NU

Video | Selasa, 26 November 2019 | 11:15 WIB

Profil Lengkap Deretan Staf Khusus Ma'ruf Amin

Profil Lengkap Deretan Staf Khusus Ma'ruf Amin

Your Say | Selasa, 26 November 2019 | 10:45 WIB

Depan Kepala Daerah, Wapres Ma'ruf Tegaskan Masalah Stunting dan Kemiskinan

Depan Kepala Daerah, Wapres Ma'ruf Tegaskan Masalah Stunting dan Kemiskinan

News | Selasa, 26 November 2019 | 00:50 WIB

Hadiri Munas APPSI, Wapres Ma'ruf Amin Minta Gubernur Dukung Pemerintah

Hadiri Munas APPSI, Wapres Ma'ruf Amin Minta Gubernur Dukung Pemerintah

News | Senin, 25 November 2019 | 21:59 WIB

Temui Wapres Ma'ruf, KPAI Usul Penguatan Perpres Soal Karakter Anak

Temui Wapres Ma'ruf, KPAI Usul Penguatan Perpres Soal Karakter Anak

News | Senin, 25 November 2019 | 22:00 WIB

Jokowi Rekrut Milenial, Wapres Maruf Angkat Stafsus dari Generasi Kolonial

Jokowi Rekrut Milenial, Wapres Maruf Angkat Stafsus dari Generasi Kolonial

News | Senin, 25 November 2019 | 15:00 WIB

Disetujui Jokowi, Wapres Ma'ruf Angkat Stafsus Baru

Disetujui Jokowi, Wapres Ma'ruf Angkat Stafsus Baru

News | Senin, 25 November 2019 | 14:42 WIB

Terkini

Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade

Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade

News | Minggu, 26 April 2026 | 10:24 WIB

Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!

Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!

News | Minggu, 26 April 2026 | 09:47 WIB

Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan

Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan

News | Minggu, 26 April 2026 | 09:38 WIB

Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu

Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu

News | Minggu, 26 April 2026 | 09:27 WIB

Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!

Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:57 WIB

WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun

WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:53 WIB

Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat

Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:29 WIB

Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel

Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:18 WIB

SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!

SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:09 WIB

Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran

Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran

News | Minggu, 26 April 2026 | 07:24 WIB