Selalu Ramaikan Imlek, Ini Sejarah Barongsai dari Berbagai Versi

Iwan Supriyatna | Rifan Aditya | Suara.com

Kamis, 23 Januari 2020 | 15:58 WIB
Selalu Ramaikan Imlek, Ini Sejarah Barongsai dari Berbagai Versi
Atraksi Barongsai dan peluncuran gelang multitrip di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta, Minggu (7/1).

Suara.com - Pertunjukan barongsai selalu memeriahkan Tahun Baru Cina atau Imlek. Tarian yang menggunakan boneka berbentuk singa yang dimainkan oleh dua orang ini tidak pernah absen dalam acara perayaan Imlek dan event lainnya.

Gerakan barongsai yang lincah dan musik meriah menjadi tontonan banyak orang.

Perlu diketahui, ada cerita sejarah menarik dari pertunjukan barongsai yang selalu hadir saat Imlek. Terdapat beberapa versi tentang sejarah barongsai.

  • Yang pertama, menyebutkan bahwa tarian barongsai dilakukan untuk mengusir setan.
Seorang umat memercikkan air suci ke barongsai dan naga saat ritual tolak bala menjelang hari Imlek 2567 di Klenteng Dharmayana Kuta, Bali. (Antara)
Seorang umat memercikan air suci ke barongsai dan naga saat ritual tolak bala menjelang hari Imlek 2567 di Klenteng Dharmayana Kuta, Bali. (Antara)

"Menurut kepercayaan leluhur (China), setiap awal tahun baru adalah masa di mana para dewa dewi kembali ke kahyangan untuk melapor ke Kaisar Langit. Maka saat ini roh-roh jahat di dunia menjadi semakin ganas karena tidak ada yang mengendalikan mereka ketika dewa-dewi rapat di kahyangan," dikutip dari buku 5000 Tahun Ensiklopedia Tionghua 1 karya Christine, seperti diberitakan Covesia---partner Suara.com, Jumat (1/2/2019).

Kepercayaan itu membuat orang China kuno mengadakan tarian barongsai yang sebelumnya telah diberkati di klenteng dengan maksud mengusir setan.

  • Versi kedua, kesenian Barongsai populer pada zaman dinasti Selatan-Utara (Nan Bei) tahun 420-589 Masehi.
Pertunjukkan barongsai di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat, Sabtu (2/2). [Suara.com/Fakhri Hermansyah]
Pertunjukkan barongsai di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat, Sabtu (2/2). [Suara.com/Fakhri Hermansyah]

Tarian ini berhubungan dengan perang antara raja Song Wen Di dan negeri Lin Yi, menurut laman tionghoa.info.

Saat itu pasukan dari raja Song Wen Di kewalahan menghadapi serangan pasukan gajah Raja Fan Yang dari negeri Lin Yi. Seorang panglima perang bernama Zhong Que membuat tiruan boneka singa untuk mengusir pasukan gajah itu.

Taktik ini berhasil mengelabuhi pasukan gajah Fan Yang hingga akhirnya tarian barongsai melegenda hingga sekarang.

  • Versi ketiga, berdasarkan cerita pada masa Dinasti Qing.

Saat itu sebuah wilayah di China mendadak diserang monster. Monster ini hadir hingga menimbulkan rasa resah para penduduk, dilansir oleh Guideku.com (31/1/2019).

Tiba-tiba muncul singa atau barongsai yang membuat monster itu ketakutan dan pergi. Namun singa itu pergi setelah keadaan aman.

Warga tidak ada yang tahu di mana keberadaan singa penyelamat tersebut. Lalu penduduk berinisiatif untuk menciptakan kostum Barongsai yang menyerupai singa.

Saat monster kembali, warga berhasil menakut-nakutinya dengan berkostum barongsai.

  • Versi keempat, dahulu ada makhluk bernama Nian yang hidup di pegunungan.

Setahun sekali Nian datang ke perkampungan untuk memangsa apapun seperti ternak, hasil pertanian dan manusia.

Untuk melindungi diri, penduduk kemudian meletakkan makanan di depan pintu rumah pada awal tahun. Dengan cara ini, penduduk percaya Nian akan menyantap makanan yang disiapkan dan tidak memangsa manusia.

Suatu ketika, penduduk melihat Nian lari ketakutan saat ada anak kecil memakai baju berwarna merah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyak Buah Setiap Imlek, Ini Maknanya Menurut Pengusaha Tionghoa di Jogja

Banyak Buah Setiap Imlek, Ini Maknanya Menurut Pengusaha Tionghoa di Jogja

Jogja | Kamis, 23 Januari 2020 | 07:47 WIB

Warna-warni Yee Sang hingga Menu Spesial di Mercure Jakarta Kota

Warna-warni Yee Sang hingga Menu Spesial di Mercure Jakarta Kota

Press Release | Rabu, 22 Januari 2020 | 21:00 WIB

Tahun Tikus Logam: Karier hingga Cinta, Shio Kambing Dapatkan Keberuntungan

Tahun Tikus Logam: Karier hingga Cinta, Shio Kambing Dapatkan Keberuntungan

Lifestyle | Kamis, 23 Januari 2020 | 07:15 WIB

Resep Siu Mie Khas Imlek, Tidak Boleh Putus Makannya biar Panjang Umur

Resep Siu Mie Khas Imlek, Tidak Boleh Putus Makannya biar Panjang Umur

Lifestyle | Kamis, 23 Januari 2020 | 07:00 WIB

Oriental Look, Ini Tutorial Makeup untuk Imlek

Oriental Look, Ini Tutorial Makeup untuk Imlek

Lifestyle | Kamis, 23 Januari 2020 | 07:30 WIB

Tahun Tikus Logam: Jadi Tahun Karier yang Baik Bagi Shio Ular

Tahun Tikus Logam: Jadi Tahun Karier yang Baik Bagi Shio Ular

Lifestyle | Selasa, 21 Januari 2020 | 06:05 WIB

Terkini

Bukan Dibacok Begal! Pria di Tambora Patah Kaki Hantam Beton Gara-gara Mabuk

Bukan Dibacok Begal! Pria di Tambora Patah Kaki Hantam Beton Gara-gara Mabuk

News | Senin, 25 Mei 2026 | 16:21 WIB

Bukan Sabotase, Ini Alasan PLN Butuh Waktu Lama untuk Pulihkan Listrik Sumatra

Bukan Sabotase, Ini Alasan PLN Butuh Waktu Lama untuk Pulihkan Listrik Sumatra

News | Senin, 25 Mei 2026 | 16:02 WIB

Sisi Getir Pasca-Bencana Sumatra: Masih Ada Sekolah yang Bertahan di Tenda dan Kelas Darurat

Sisi Getir Pasca-Bencana Sumatra: Masih Ada Sekolah yang Bertahan di Tenda dan Kelas Darurat

News | Senin, 25 Mei 2026 | 16:00 WIB

Menagih Janji di Atas Puing: Sepuluh Bulan Pedagang Taman Puring Menunggu

Menagih Janji di Atas Puing: Sepuluh Bulan Pedagang Taman Puring Menunggu

News | Senin, 25 Mei 2026 | 15:56 WIB

Pertumbuhan Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Memuaskan, Tuai Berbagai Pujian

Pertumbuhan Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Memuaskan, Tuai Berbagai Pujian

News | Senin, 25 Mei 2026 | 15:55 WIB

Tuntutan 5 Tahun Penjara Dianggap 'Fiksi', Noel Sebut Jaksa Paksakan Fakta di Kasus K3

Tuntutan 5 Tahun Penjara Dianggap 'Fiksi', Noel Sebut Jaksa Paksakan Fakta di Kasus K3

News | Senin, 25 Mei 2026 | 15:46 WIB

Gaji Rp7 Juta Tapi Punya Nissan GT-R Rp12 M, Noel Heran Kekayaan Bobby Mahendro: Gila Ini Orang!

Gaji Rp7 Juta Tapi Punya Nissan GT-R Rp12 M, Noel Heran Kekayaan Bobby Mahendro: Gila Ini Orang!

News | Senin, 25 Mei 2026 | 15:37 WIB

Sanksi Tegas Tawuran: 40 KJP Siswa Jakarta Melayang, Tapi Harapan Sekolah Tak Boleh Padam

Sanksi Tegas Tawuran: 40 KJP Siswa Jakarta Melayang, Tapi Harapan Sekolah Tak Boleh Padam

News | Senin, 25 Mei 2026 | 15:33 WIB

Didampingi Haris Azhar, Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika Diperiksa Kejagung Soal Skandal Migor

Didampingi Haris Azhar, Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika Diperiksa Kejagung Soal Skandal Migor

News | Senin, 25 Mei 2026 | 15:27 WIB

Kucurkan Rp100,1 Triliun untuk Rehab-Rekon Sumatera Pasca Bencana, Mendagri: Target Rampung 2028

Kucurkan Rp100,1 Triliun untuk Rehab-Rekon Sumatera Pasca Bencana, Mendagri: Target Rampung 2028

News | Senin, 25 Mei 2026 | 15:22 WIB