Kemenlu: Proses Evakuasi WNI dari Wuhan Tidak Mudah

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 30 Januari 2020 | 19:09 WIB
Kemenlu: Proses Evakuasi WNI dari Wuhan Tidak Mudah
Hari Sabtu di Wuhan, keliling di jalanan yang lengang. Hari pertama Tahun Baru Imlek. (twitter.com/ylchaniago)

Suara.com - Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah menyebut proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Provinisi Hubei, China, terbilang tidak mudah. Teuku hanya minta pada WNI yang berada di sana untuk tetap bersabar sampai waktu evakuasi bisa dilakukan.

Teuku mengungkapkan bahwa luas dari provinsi Hubei sendiri serupa dengan luas Syiria dengan jumlah penduduk yang mencapai 60 juta. Proses evakuasi juga tidak semudah membalikan telapak tangan.

"Kami juga mengingatkan masyarakat, bahwa proses (pemulangan WNI dari Wuhan) tidak mudah," kata Teuku di Gedung Kominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2020).

Teuku mengatakan bahwa transportasi umum di sana sangat terbatas. Sehingga ada pengaturan khusus untuk membagi pemberangkatan dari satu titik ke titik lainnya hingga sampai ke titik pengumpulan utama.

"Kalau dibayangkan saja, satu titik itu sampai berjarak 500 kilometer dari pusat yang ditujukan tempat penampungan. Maka ada keharusan mengelola perjalanan dari beberapa titik ke satu titik," ujarnya.

Dari informasi yang diperolehnya, pengaturan evakuasi itu memang harus dilakukan secara terencana. Dengan begitu Teuku berharap para WNI bisa bersabar sampai waktu evakuasi tiba.

"Karena pemerintah melakukan semua dengan baik. Sampai pada waktunya bisa dilakukan dengan hasil baik," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut pilihan evakuasi WNI dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China merupakan pilihan terbuka. Namun evakuasi itu tidak mudah dilakukan. Sebab status karantina yang ditetapkan pemerintah setempat terhadap tempat asal penyebaran virus corona tipe baru. Indonesia harus bicara dengan otoritas China.

“Tentunya evakuasi adalah opsi yang terbuka, tetapi evakuasi di sebuah wilayah yang (berstatus) lockdown tidak bisa dilakukan dengan serta merta. Kita harus bicara dengan otoritas China karena ada aturan-aturannya,” kata Retno kemarin.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Perintahkan Evakuasi WNI dari Hubei, Pusat Virus Corona

Jokowi Perintahkan Evakuasi WNI dari Hubei, Pusat Virus Corona

News | Kamis, 30 Januari 2020 | 18:52 WIB

WHO: Seluruh Dunia Harus Waspada dan Mengambil Tindakan Lawan Virus Corona

WHO: Seluruh Dunia Harus Waspada dan Mengambil Tindakan Lawan Virus Corona

Health | Kamis, 30 Januari 2020 | 18:53 WIB

Bagaimana Dokter Merawat Pasien Virus Corona Wuhan di Rumah Sakit?

Bagaimana Dokter Merawat Pasien Virus Corona Wuhan di Rumah Sakit?

Health | Kamis, 30 Januari 2020 | 19:00 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×