Ramai-ramai Tolak WNI dari Wuhan, Ada yang Tidur di DPR dan Blokir Bandara

Bangun Santoso

Minggu, 02 Februari 2020 | 12:10 WIB
Ramai-ramai Tolak WNI dari Wuhan, Ada yang Tidur di DPR dan Blokir Bandara
Warga menolak karantina ratusan WNI dari Wuhan di Natuna. (Batamnews)

Suara.com - Sejumlah elemen masyarakat di Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menolak kedatangan ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China yang akan dikarantina di Kabupaten Natuna.

Diketahui, 143 WNI dari Wuhan telah tiba di Bandara Hang Nadim Batam pada Minggu (2/2/2020) pagi pukul 08.30 WIB. Mereka selanjutnya dipindahkan dari Pesawat Batik Air yang membawanya dari Wuhan ke pesawat Hercules milik TNI AU untuk kemudian diterbangkan ke lokasi karantina di Kabupaten Natuna.

Meski demikian, banyak warga di Batam dan Natuna justru menolak kedatangan ratusan WNI dari Wuhan itu. Mereka khawatir kedatangan para WNI itu berdampak kepada semua aspek. Mulai dari psikologis masyarakat, investasi, hingga pariwisata.

Akhirnya ratusan WNI yang oleh pemerintah diklaim tak terkena virus corona tersebut dievakuasi ke Kabupaten Natuna. Di Natuna juga sama, warga ramai-ramai menolaknya.

Masyarakat setempat justru menolak dengan cara demo. Ada ratusan orang yang menolak. Bahkan mereka mencoba menduduki Bandara Ranai Natuna yang dikelola TNI Angkatan Udara. Hingga demo di kantor DPRD.

Mereka juga memblokir jalan menuju bandara. Kedatangan WNI dari Wuhan ini memancing polemik. Pro dan kontra terjadi di tengah masyarakat.

Ada yang menyayangkan penolakan tersebut. Apalagi yang ditolak adalah warga negara Indonesia sendiri yang tengah butuh perlindungan dari negara.

Menteri Kesehatan RI dr Terawan memastikan para WNI tersebut tidak terkena virus corona. Mereka hanya membutuhkan observasi selama 14 hari sebelum dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

Pesawat Batik Air pembawa ratusan WNI dari Wuhan, tiba di parkir kargo Bandara Hang Nadim, Batam. Posisi pesawat Batik Air tersebut bersebelahan dengan tiga pesawat yang akan mengevakuasi rombongan WNI ke Wuhan.

baca juga

Ketiga pesawat tersebut yaitu 2 pesawat dari Boing 737400 dan 1 pesawat dari C130 Hercules. Mereka datang secara bergantian di Bandara Hang Nadim Batam.

Tampak Para petugas yang membantu evakuasi rombongan WNI tersebut tampak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Dari pantauan Batamnews, sejumlah petugas yang menggunakan APD yang berwarna kuning dan putih tampak siap siaga.

Sebelumnya diberitakan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Batam, Achmad Farchanny menyampaikan pemeriksaan kesehatan para WNI dari Wuhan dilakukan di dalam pesawat.

“Setelah selesai pemeriksaan, maka selanjutnya akan berpindah pesawat untuk berangkat ke Natuna,” ujar Achmad, Sabtu (1/2/2020).

Proses pemeriksaan kesehatan akan ditekankan pada pengukuran suhu tubuh, dan ia memperkirakan proses pemeriksaan ini membutuhkan waktu sekitar satu jam.

Sumber: Batamnews.co.id (jaringan Suara.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WNI dari Wuhan Akan Masuk Ruang Observasi di Natuna, Apa Itu?

WNI dari Wuhan Akan Masuk Ruang Observasi di Natuna, Apa Itu?

Health | Minggu, 02 Februari 2020 | 11:47 WIB

Tiba di Indonesia, Ratusan WNI dari Wuhan Langsung Disemprot Cairan Khusus

Tiba di Indonesia, Ratusan WNI dari Wuhan Langsung Disemprot Cairan Khusus

News | Minggu, 02 Februari 2020 | 11:30 WIB

Cegah Penyebaran Virus Corona Wuhan, Rusia Setop Sementara Wisata ke China

Cegah Penyebaran Virus Corona Wuhan, Rusia Setop Sementara Wisata ke China

Lifestyle | Minggu, 02 Februari 2020 | 11:12 WIB

AS Konfirmasi Kasus ke-8 Virus Corona, Pentagon Siapkan Karantina

AS Konfirmasi Kasus ke-8 Virus Corona, Pentagon Siapkan Karantina

Health | Minggu, 02 Februari 2020 | 10:53 WIB

Virus Corona Ganggu Suplai Aksesoris Samsung Galaxy S20

Virus Corona Ganggu Suplai Aksesoris Samsung Galaxy S20

Tekno | Minggu, 02 Februari 2020 | 10:22 WIB

Ratusan Personel Brimob Dikirim ke Natuna Jaga WNI dari Wuhan

Ratusan Personel Brimob Dikirim ke Natuna Jaga WNI dari Wuhan

News | Minggu, 02 Februari 2020 | 10:22 WIB

Mendarat di Batam, Ratusan WNI dari Wuhan Diangkut Menuju Natuna

Mendarat di Batam, Ratusan WNI dari Wuhan Diangkut Menuju Natuna

News | Minggu, 02 Februari 2020 | 09:57 WIB

Terkini

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Jakarta | Sabtu, 19 September 2026 | 21:32 WIB

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:18 WIB

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:05 WIB

×