Ogah Jalani Pemeriksaan Virus Corona, Petugas Medis Pukul Perempuan

Reza Gunadha, Husna Rahmayunita

Jum'at, 14 Februari 2020 | 10:53 WIB
Ogah Jalani Pemeriksaan Virus Corona, Petugas Medis Pukul Perempuan
Sejumlah penumpang maskapai China Eastern tujuan Shanghai China menunggu untuk boarding di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (5/2). [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal]

Suara.com - Video aksi pemukulan yang dilakukan petugas medis kepada seorang perempuan, membuat geger jagat media sosial China. Korban diduga menolak untuk menjalani pemeriksaan virus corona.

Video itu viral seusai muncul di situs Weibo belum lama ini. Dalam rekaman berdurasi 15 detik tersebut, tampak seorang wanita berjaket hitam terlibat cekcok dengan seorang petugas medis.

Dikutip dari Dailymail, Jumat (14/2/2020), wanita itu terduduk di lantai, berteriak meminta petugas medis mundur dari hadapannya. Sedangkan petugas tampak menarik baju wanita itu dan memintanya berdiri.

Tak tinggal diam, ia kemudian menyerang staf medis yang malah membalasnya dengan pukulan di wajah beberapa kali.

Sementara, seorang dalam video terdengar meneriakkan, "Panggil polisi! Panggil polisi!", saat melihat insiden tersebut.

Oleh sejumlah warganet, insiden itu disebutkan terjadi Provinsi Sichuan, Barat Daya China. Wanita tadi melawan petugas karena enggan menjalani tes suhu tubuh untuk menghindari wabah virus corona.

Sejak dibagikan di situs Weibo, video petugas medis pukul wanita itu telah ditonton oleh lebih dari 10 juta penonton.

Petugas medis pukul perempuan karena ogak diperiksa virus corona. (YouTube)
Petugas medis pukul perempuan karena ogak diperiksa virus corona. (YouTube)

Warganet yang pun memberi kecaman atas aksi kekerasan yang terjadi. Hal itu dianggap justru memperkeruh suasana di tengah wabah virus corona.

"Menolak pengecekan suhu tubuh keliru, tapi memukul seseorang denga keras juga sangat salah," kata warganet.

"Jangan menambang kekacauan di tengan situasi yang 'tidak biasa!', semoga petugas ini tidak dicopot atau dihukum karena ini," timpal warganet lainnya.

baca juga

Untuk diketahui, pemeriksaan suhu tubuh menjadi rutinitas harian bagi orang-orang di China. Tindakan ini dilakukan untuk mencengah virus corona yang kian agresif menyerang warga.

Berdasarkan data yang dirilis situs Johns Hopkis CSSE, hingga Jumat pagi, korban tewas akibat wabah virus corona atau coronavirus COVID-19 mencapai 1.489, secara global termasuk di luar wilayah China.

Sementara itu, total ada 64,267 penduduk di seluruh dunia yang terinfeksi yang tersebar di 30 negara. China sebagai negara utama munculnya virus mematikan itu, mencatat ada 63.686 warganya yang terinfeksi virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korban Meninggal Virus Corona Tembus Ribuan Orang, IHSG Dibuka Memerah

Korban Meninggal Virus Corona Tembus Ribuan Orang, IHSG Dibuka Memerah

Bisnis | Jum'at, 14 Februari 2020 | 10:23 WIB

Hits: Kasus Corona Covid-19 di China Naik Drastis, Bahaya Seks saat Haid

Hits: Kasus Corona Covid-19 di China Naik Drastis, Bahaya Seks saat Haid

Health | Jum'at, 14 Februari 2020 | 09:06 WIB

Kata Ilmuwan, Pria Tampaknya Lebih Rentan Terhadap Virus Corona

Kata Ilmuwan, Pria Tampaknya Lebih Rentan Terhadap Virus Corona

Health | Jum'at, 14 Februari 2020 | 08:52 WIB

Mestinya Viral: Para Perempuan Bertaruh Nyawa Melahirkan di Jalan

Mestinya Viral: Para Perempuan Bertaruh Nyawa Melahirkan di Jalan

Otomotif | Jum'at, 14 Februari 2020 | 09:00 WIB

Terkini

Anak Disabilitas Psikososial Alami Hambatan di Sekolah, Apa yang Salah?

Anak Disabilitas Psikososial Alami Hambatan di Sekolah, Apa yang Salah?

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:29 WIB

Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi

Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:20 WIB

Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha

Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:12 WIB

Tarif Transjakarta Diusul Rp 5.000, Transjabodetabek Rp 10.000

Tarif Transjakarta Diusul Rp 5.000, Transjabodetabek Rp 10.000

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:10 WIB

Bukan yang Pertama! Polisi Duga Ada Korban Penyekapan Lain di Percetakan Senen

Bukan yang Pertama! Polisi Duga Ada Korban Penyekapan Lain di Percetakan Senen

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:56 WIB

Dicap 'Lembek' Kritik Pemerintah, Said Didu: Saya Bukan Terwo!

Dicap 'Lembek' Kritik Pemerintah, Said Didu: Saya Bukan Terwo!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:41 WIB

Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan

Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:40 WIB

Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR

Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:32 WIB

Menhut Raja Juli Soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing: Amplop Dikembalikan, Tak Ada Pelepasan Hutan

Menhut Raja Juli Soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing: Amplop Dikembalikan, Tak Ada Pelepasan Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:30 WIB

Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua, DPR Minta Diusut Transparan

Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua, DPR Minta Diusut Transparan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:24 WIB

×