Jual Masker Rp 300 Ribu, PSI ke Pemprov: Jangan Jadi Kaki Tangan Tengkulak

Agung Sandy Lesmana, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 05 Maret 2020 | 12:55 WIB
Jual Masker Rp 300 Ribu, PSI ke Pemprov: Jangan Jadi Kaki Tangan Tengkulak
Masker virus corona. (Antara)

Suara.com - Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta menyesalkan tindakan PD Pasar Jaya yang menjual masker dengan harga jauh di atas normal, yakni Rp 300 ribu tiap boksnya.

PSI minta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tak menari di atas keresahan rakyat.

Anggota Fraksi PSI Eneng Maliansari mengatakan harga masker itu masih 10 kali lipat dari harga normalnya. Menurutnya, kebijakan ini hanya akan merugikan rakyat khsusunya kelas menengah ke bawah.

Pasalnya situasi masuknya corona ke Jakarta dianggapnya sebagai situasi genting. Ia menyatakan saat ini bukan waktunya untuk meraup keuntungan dari rakyat.

"Jakarta sedang darurat, ini bukan saatnya meraup keuntungan. Justru di situasi seperti ini, jangan kita menari di atas keresahan orang. Lebih baik tidak berjualan jika mematok harga tinggi,” ujar Enang kepada wartawan, Kamis (5/3/2020).

Padahal kata Eneng, Gubernur DKI Jakarta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menomorsatukan keselamatan warga dalam penganganan infeksi virus corona. Namun tindakan ini justru memperlihatkan Anies malah lebih mementingkan masalah ekonomi.

Selain itu, penjualan harga masker yang tinggi ini juga menunjukan tidak ada bedanya Pemprov dengan oknum pedagang. Karena itu ia meminta agar Pemprov mendekati produsen untuk menghadirkan harga masker normal.

“Pemerintah justru jadi perpanjangan tangan tengkulak, yang dibutuhkan masyarakat adalah ketersediaan masker dengan harga normal,” pungkasnya.

Diketahui, sejak virus corona mulai masuk ke Jakarta, pembelian masker meningkat drastis. Menanggapi hal ini, Pemprov DKI Jakarta akan memperbanyak stoknya.

baca juga

Manajer Bidang Umum dan Humas Perumda Pasar Jaya Gatra Vagansa mengatakan pihaknya akan menyediakan 1450 masker. Nantinya perlengkapan untuk menyaring udara ini akan dijual di berbagai gerai pasar jaya.

"Jadi kurang lebih kami sedang mengadakan 1.450 boks masker. Nanti coba akan kami distribusikan di Jak Grosir dan seluruh gerai JakMart, Mini DC, dan gerai-gerai lainnya," ujar Gatra saat dihubungi, Selasa (3/3/2020).

Untuk satu boks masker, kata Gatra, akan dijual seharga Rp 300 ribu dan satuannya Rp 6.500. Namun ia mengakui stok yang dibeli sebelum adanya kejadian positif Corona di Indonesia tidak banyak.

"Kami kebetulan kemarin stok beli juga enggak banyak, semenjak kami lihat ada case ini, yang terakhir kemarin, itu kurang lebih kami langsung mau coba stok," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Panic Buying, Moeldoko Usul Pasang Larangan Menaikkan Harga

Soal Panic Buying, Moeldoko Usul Pasang Larangan Menaikkan Harga

News | Kamis, 05 Maret 2020 | 12:36 WIB

Soal Anggaran Rp 72 M Influencer, Ekonom: Bisa Dapat Berapa Dus Masker?

Soal Anggaran Rp 72 M Influencer, Ekonom: Bisa Dapat Berapa Dus Masker?

News | Kamis, 05 Maret 2020 | 11:25 WIB

Soroti Panic Buying Masker, Ekonom: Yang Beli Bukan Konsumen tapi Penimbun

Soroti Panic Buying Masker, Ekonom: Yang Beli Bukan Konsumen tapi Penimbun

News | Kamis, 05 Maret 2020 | 11:02 WIB

Kenaikan Harga Masker dan Hand Sanitizer Melebihi Kenaikan Harga Sembako

Kenaikan Harga Masker dan Hand Sanitizer Melebihi Kenaikan Harga Sembako

Your Say | Kamis, 05 Maret 2020 | 09:49 WIB

Pemprov DKI Jual Masker Rp 300 Ribu per Kotak, PSI: Kok Malah Cari Untung?

Pemprov DKI Jual Masker Rp 300 Ribu per Kotak, PSI: Kok Malah Cari Untung?

News | Kamis, 05 Maret 2020 | 09:34 WIB

Kehabisan Stok Masker, Rumah Sakit di Padang Bakal Impor dari Pakistan

Kehabisan Stok Masker, Rumah Sakit di Padang Bakal Impor dari Pakistan

News | Kamis, 05 Maret 2020 | 04:50 WIB

Waspada Corona, Pemprov DKI Ajukan RS Pasming dan Cengkareng Jadi Rujukan

Waspada Corona, Pemprov DKI Ajukan RS Pasming dan Cengkareng Jadi Rujukan

News | Rabu, 04 Maret 2020 | 20:52 WIB

Rich Brian Ditunda karena Corona, Izin Konser Slipknot Masih Dikaji Pemprov

Rich Brian Ditunda karena Corona, Izin Konser Slipknot Masih Dikaji Pemprov

News | Rabu, 04 Maret 2020 | 18:03 WIB

Konser Musik Dilarang di Jakarta Karena Corona dan 4 Berita Heboh Lainnya

Konser Musik Dilarang di Jakarta Karena Corona dan 4 Berita Heboh Lainnya

News | Kamis, 05 Maret 2020 | 07:00 WIB

Jual Masker Harga Tinggi, Apotek Kimia Farma Diadukan ke Ombudsman

Jual Masker Harga Tinggi, Apotek Kimia Farma Diadukan ke Ombudsman

News | Rabu, 04 Maret 2020 | 16:18 WIB

Terkini

Ditopang Bisnis Film, Emiten RAAM Pangkas Kerugian

Ditopang Bisnis Film, Emiten RAAM Pangkas Kerugian

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 08:11 WIB

Indonesia Negara Maritim, tetapi Makan Lobster Harus Menunggu Kaya

Indonesia Negara Maritim, tetapi Makan Lobster Harus Menunggu Kaya

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 08:10 WIB

Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang

Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 08:06 WIB

Belajar dari Kasus Madiun: Mengapa Orang 'Pintar' Seperti Dwi Bagus Bisa Berbuat Sadis?

Belajar dari Kasus Madiun: Mengapa Orang 'Pintar' Seperti Dwi Bagus Bisa Berbuat Sadis?

News | Senin, 02 November 2026 | 08:05 WIB

Banjir Luapan Dua Sungai Rendam 17 Desa di Aceh Barat

Banjir Luapan Dua Sungai Rendam 17 Desa di Aceh Barat

Foto | Senin, 02 November 2026 | 08:00 WIB

Dugaan Korupsi Batu Bara Perumda Varia Niaga Samarinda, Negara Rugi Rp30,9 Miliar

Dugaan Korupsi Batu Bara Perumda Varia Niaga Samarinda, Negara Rugi Rp30,9 Miliar

Kaltim | Senin, 02 November 2026 | 07:53 WIB

Buka Peringatan Hari Pahlawan 2026, Wamensos Agus Jabo Serukan Semangat Melanjutkan Perjuangan

Buka Peringatan Hari Pahlawan 2026, Wamensos Agus Jabo Serukan Semangat Melanjutkan Perjuangan

News | Senin, 02 November 2026 | 07:52 WIB

6 Flatshoes Ujung Runcing yang Bikin Kaki Terlihat Lebih Jenjang

6 Flatshoes Ujung Runcing yang Bikin Kaki Terlihat Lebih Jenjang

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 07:50 WIB

Bukannya Dapat Penghargaan, 7 Polisi Penangkap 3 Legislator Gerindra Malah 'Dibuang' ke Polsek

Bukannya Dapat Penghargaan, 7 Polisi Penangkap 3 Legislator Gerindra Malah 'Dibuang' ke Polsek

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 07:37 WIB

Berapa Kali Thinwall Boleh Dipakai? Kenali Tanda Kapan Harus Dibuang

Berapa Kali Thinwall Boleh Dipakai? Kenali Tanda Kapan Harus Dibuang

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 07:35 WIB

×