Soal Ahok, Ali Imron Bom Bali: Umat Islam Kok Lebih Brutal dari Teroris?

Minggu, 08 Maret 2020 | 16:29 WIB
Soal Ahok, Ali Imron Bom Bali: Umat Islam Kok Lebih Brutal dari Teroris?
Ali Imron. (suara.com/Bagus Santosa)

Suara.com - Terpidana kasus terorisme Bom Bali, Ali Imron heran terhadap situasi intoleransi yang terjadi di Indonesia. Ali terutama menyoroti kasus yang dialami Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ia sampai kaget terhadap sikap orang-orang Islam di Indonesia dalam menyikapi kasus tersebut.

Hal ini disampaikannya dalam diskusi bertajuk "Intoleransi dan Tantangan Kebhinnekaan" yang diselenggarakan oleh PBNU. Acara ini berlangsung pada Jumat (28/2/2020) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat.

Cuplikan video acara tersebut diunggah ke akun Instagram @164channel.pbnu pada Sabtu (7/3/2020).

Dalam video berdurasi 9 menit ini, Ali Imron mengungkapkan keheranannya terhadap intoleransi dalam kasus Ahok.

"Tentang intoleransi dan anti keberagaman, saya sebagai teroris itu justru kaget. Kagetnya begini. Saya ikuti gonjang-ganjing itu pasca-kasus Ahok," kata Ali.

Ia melanjutkan, "Di media dan macam-macam kok masyarakat, yang Muslim maksudnya, kok lebih brutal daripada teroris."

Perkataan Ali Imron ini membuat orang-orang yang hadir di acara tersebut tertawa dan bertepuk tangan.

Ali mengklaim dirinya sebagai teroris paling tinggi di Indonesia saat ini. Namun, kejadian intoleransi dalam kasus Ahok, membuatnya geleng kepala.

Baca Juga: Tambah 2 Lagi, Pasien Virus Corona di Indonesia Kini Jadi 6 Orang

"Artinya, bahwa belum ada (teroris) membawa satu ton bom kecuali saya. Ini kan sudah paling atas, kalau radikal itu paling atas," ujar Ali.

Ia menambahkan, "Tetapi ketika saya saksikan intoleransi, kasus Ahok yang mendekati pilpres yang kemarin itu, saya sampai gedek-gedek. Kok seperti itu".

Video cuplikan pernyataan Ali Imron soal intoleransi Muslim dalam kasus Ahok (Instagram/@164channel.pbnu)
Video cuplikan pernyataan Ali Imron soal intoleransi Muslim dalam kasus Ahok (Instagram/@164channel.pbnu)

Ali kemudian berusaha meluruskan pemahaman yang salah seperti dalam kasus tersebut.

Menurutnya, toleransi itu ajaran Islam. Sehingga orang yang intoleransi berarti tidak mengikuti ajaran Islam.

"Toleransi adalah bagian dari akhlak Islam. Kebhinekaan atau keberagaman ini sunnatullah. Hukum alam tidak bisa kita tolak dan tidak bisa ditentang. Kalau kita menentang (keberagaman), berarti kita menentang sunnatullah," ucapnya.

Ali Imron mengakui dirinya sebagai teroris memang termasuk radikal. Namun ia tidak membenarkan intoleransi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI