Satu Warga Tanjung Pinang Positif Corona, Begini Kronologinya

Bangun Santoso

Rabu, 18 Maret 2020 | 11:23 WIB
Satu Warga Tanjung Pinang Positif Corona, Begini Kronologinya
Sebagai ilustrasi: Dua petugas medis berseragam alat pelindung diri (APD) dua wanita yang wajahnya tertutup masker pada pukul 23.30 WIB, tiba di gedung isolasi RSUP Adam Malik, Medan, Selasa (17/3/2020). (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Suara.com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Kesehatan telah mengumumkan kasus pertama virus Corona baru yang menyebabkan COVID-19 pada Selasa (17/3/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana, mengungkapkan seorang warga Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, positif terinfeksi COVID-19.

Tjetjep pun mengungkapkan secara rinci kronologi awal warga berjenis kelamin pria usia 71 tahun itu terpapar virus corona.

Pria dimaksud awalnya pergi berobat ke negara Malaysia. Persisnya pada tanggal 5 Maret 2020. Lalu kembali ke Tanjung Pinang pada hari yang sama.

Lima hari berselang atau tanggal 10 Maret 2020, yang bersangkutan mengeluhkan sakit demam, batuk, dan sesak napas.

Pada tanggal 12 Maret 2020, dia memutuskan pergi berobat ke salah satu Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat.

Oleh pihak Puskesmas, tanggal 13 Maret 2020 langsung dirujuk ke RSUD Raja Ahmad Thabib (RAT) Kepri di Tanjungpinang, karena diduga terkena gejala awal COVID-19.

"Statusnya saat itu sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Otomatis dirawat di ruang isolasi RSUD RAT," ungkap Tjetjep.

Sehari setelah diisolasi atau 14 Maret 2020, pihak medis mengambil sampel usap (swab) tenggorokan si pasien buat diuji di laboratorium Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta.

baca juga

"Dikirim hari itu juga. Selasa (17/3), hasil uji lab keluar. Pasien resmi dinyatakan positif COVID-19," ujar Tjetjep.

Melacak Kontak

Tjetjep menyebut pihaknya dibantu dengan Dinas Kesehatan Tanjungpinang, dan kepolisian sudah melacak jejak kontak pasien tersebut.

Dari hasil penelusuran yang dilakukan, kata Tjetjep, terdapat 20 orang yang pernah berinteraksi langsung dengan pasien yaitu, keluarga dan orang-orang terdekatnya.

Terhadap ke 20 orang tersebut, terhitung Selasa kemarin dilakukan karantina di rumah singgah di belakang RSUD RAT.

"Sekitar 10 orang sudah dilakukan swab untuk mengambil contoh cairan di tenggorokan atau hidung guna menentukan positif COVID-19 atau tidak," kata Tjetjep.

Sesuai arahan Plt Gubernur Kepri Isdianto dan Sekda Kepri Arif Fadillah. Pihaknya akan terus memperluas pelacakan kontak pasien positif COVID-19.

Warga yang merasa pernah berkomunikasi atau berhubungan erat dengan pasien ini, diimbau dapat segera melaporkan ke Dinas Kesehatan atau pihak rumah sakit.

"Tujuannya ialah untuk memutus mata rantai penularan wabah COVID-19 di Kepri," katanya.

Pasien stabil

Plt. Direktur RSUD Raja Ahmad Thabib Kepri, Elfiani Sandri menyatakan sampai sejauh ini kondisi pasien COVID-19 ini sudah stabil.

Menurutnya, gejala awal COVID-19 yang diidap pasien sudah mulai membaik. Batuk sudah tidak ada, begitu pula demam dan sesak napas perlahan menurun.

"Tapi, kita masih tetap siagakan oksigen buat pasien," kata Elfiani.

Melihat kondisi saat ini, pasien COVID-19 itu pun punya harapan besar untuk sembuh kendati secara persentase tak disebutkan oleh Plt Direktur.

Namun, dia menegaskan penanganan terhadap pasien COVID-19 ini sudah sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

Pasien dirawat intensif 24 selama di ruang isolasi. Terhadap pasien juga dilakukan pembatasan kontak dengan orang lain, termasuk pihak keluarga.

"Mari kita doakan bersama. Mudah-mudahan pasien sehat," ucapnya.

Untuk mengantisipasi kasus pasien COVID-19, RSUD RAT Kepri setidaknya telah menyiapkan empat ruang isolasi berikut tenaga serta peralatan medis yang mumpuni.

Rumah sakit ini juga telah ditetapkan oleh Kemenkes sebagai satu dari empat rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Kepri.

"Secara umum, RSUD RAT dalam posisi siap untuk menangani pasien COVID-19. Masyarakat tak perlu khawatir, kami akan upayakan yang terbaik dalam memberikan pelayanan kesehatan," kata Elfiani.

Sumber: Antara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ridwan Kamil Cek Pasar di Tengah Wabah Virus Corona

Ridwan Kamil Cek Pasar di Tengah Wabah Virus Corona

Jabar | Rabu, 18 Maret 2020 | 11:22 WIB

Akibat Virus Corona, H&M Tutup Semua Toko di Pelbagai Negara

Akibat Virus Corona, H&M Tutup Semua Toko di Pelbagai Negara

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2020 | 11:17 WIB

Gugus Tugas Ungkap 5 Langkah Sederhana Ampuh Lawan Virus Corona

Gugus Tugas Ungkap 5 Langkah Sederhana Ampuh Lawan Virus Corona

News | Rabu, 18 Maret 2020 | 11:10 WIB

Copot Menkes Terawan Trending Topic, Ini 4 Polemik Menkes Seputar Covid-19

Copot Menkes Terawan Trending Topic, Ini 4 Polemik Menkes Seputar Covid-19

Lifestyle | Rabu, 18 Maret 2020 | 11:04 WIB

Ramai Work From Home, Begini Komentar Menohok Dokter Lulusan UGM

Ramai Work From Home, Begini Komentar Menohok Dokter Lulusan UGM

Jogja | Rabu, 18 Maret 2020 | 11:00 WIB

WHO Konfirmasi 2 Orang Pegawainya Positif Virus Corona Covid-19

WHO Konfirmasi 2 Orang Pegawainya Positif Virus Corona Covid-19

Health | Rabu, 18 Maret 2020 | 11:00 WIB

Aksi Heroik Dokter Handoko Viral di Tengah Corona, Hotman Bilang Begini

Aksi Heroik Dokter Handoko Viral di Tengah Corona, Hotman Bilang Begini

News | Rabu, 18 Maret 2020 | 11:12 WIB

Arti Lockdown, Social Distancing, dan Istilah Corona Lainnya

Arti Lockdown, Social Distancing, dan Istilah Corona Lainnya

News | Rabu, 18 Maret 2020 | 10:56 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×