Kisah Perawat Pasien Corona, Jadi Teman Curhat hingga Suapi Makan

Reza Gunadha

Sabtu, 21 Maret 2020 | 21:51 WIB
Kisah Perawat Pasien Corona, Jadi Teman Curhat hingga Suapi Makan
Perawat menggunakan masker berjalan di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta. [Antara Foto/Muhammad Adimaja]

Suara.com - Media-media sosial, beberapa hari terakhir,  diramaikan pesan viral "Kami Bekerja Untuk Kamu, Kamu di Rumah Untuk Semua, Untuk Indonesia".

Slogan tersebut dibuat untuk memberi pemahaman kepada publik, agar berjuang bersama memutus mata rantai wabah corona (COVID-19) dengan berdiam diri di rumah menghindari interaksi antarmanusia.

Ya, cukup hanya dengan berdiam diri di rumah kita telah mengambil bagian membantu peran tenaga medis menangani pandemi COVID-19 yang sudah menginfeksi 450 jiwa, hingga Sabtu (21/3/2020). Sebanyak 38 orang meninggal dunia dan 20 orang dinyatakan sembuh.

Sebab bukan perkara mudah harus berperang di garda terdepan 'medan pertempuran' melawan musuh yang tak kasat oleh mata.

Hingga Jumat (20/3), sudah 25 tenaga medis di Jakarta terkonfirmasi positif Covid-19. Satu orang di antaranya dilaporkan telah meninggal dunia.

Peristiwa itu membuat prihatin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bila masyarakat terus acuh pada nasihat 'work from home' atau bekerja dari rumah.

"Angka tersebut cukup memprihatinkan jika tidak ada sikap tanggung jawab oleh masyarakat," ujar Anies kepada wartawan di Balai Kota Jakarta.

Tidak dimungkiri, rasa takut saat ini menghinggapi para dokter, perawat, paramedis, dan seluruh jajaran rumah sakit yang sedang bekerja keras melayani dan merawat pasien terinfeksi Covid-19 di ruang isolasi rumah sakit tempat mereka bekerja.

"Kalau dari saya sih teman-teman semua ada rasa takut, tapi kembali lagi kita kan seorang perawat yang merawat pasien," ujar Wita Tamala, perawat pasien Covid-19 di ruang isolasi Pinere Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Jakarta Timur.

baca juga

Balutan jubah hazmat (hazardous materials) lengkap dengan sarung tangan, masker, kacamata medis, dan penutup kaki cukup memberi ketenangan bagi perempuan yang sudah tiga tahun bekerja sebagai perawat itu saat berinteraksi dengan pasien.

Hari itu, Wita mendapat tugas pukul 11.00 hingga 01.00 WIB untuk merawat pasien perempuan yang berstatus positif COVID-19 usai bepergian ke luar negeri.

"Ke dalam ruangan pasien itu kita juga harus menyapa dan memperkenalkan diri. Sebelum memegang pasien, kita juga harus cuci tangan dulu," katanya.

Curhat

Biasanya Wita mengawali perawatan dengan menanyakan keluhan pasien hingga terjalin komunikasi intensif.

Bahkan tidak jarang beberapa pasien terlibat curhat tentang kronologi kejadian yang berujung pada penyakit yang dia derita.

Wita menyebut upaya itu sebagai pendekatan psikologis terhadap pasien agar merasa tenang selama menjalani proses perawatan.

"Memang kita suka curhatan berdua sama pasiennya, jadi lebih dekat begitu sama pasien," katanya.

Obrolan yang dijalin seputar perjalanan pasien saat ke luar negeri dan interaksi mereka dengan warga negara asing.

"Ya tentang dia jalan-jalan ke Eropa, dia ketemu orang-orang itu bagaimana di sana," katanya.

Curhatan tersebut dirasa Wita efektif meminimalisasi ketakutan pasien terhadap dampak Covid-19 selama masa penyembuhan di ruang isolasi Pinere.

Sedikitnya ada empat pasien yang saat itu dirawat Wita di ruang isolasi berukuran 3x4 meter persegi dengan jarak dua meter antartempat tidur.

Selain sibuk dengan laporan rutin kondisi pasien kepada dokter, Wita juga berkewajiban menyuplai kebutuhan obat, vitamin hingga kenyamanan tempat tidur pasien.

Bahkan sampai menyuapi asupan makanan hingga ke mulut pasien.

"Yang parsial, yang 'total care' itu kita selalu nyuapin. Tapi kalau yang parsial dan mandiri itu enggak. Yang 'total care' aja," katanya.

Dukungan keluarga

Taat pada ketentuan standar operasional prosedur penanganan Covid-19 menjadi hal wajib bagi para perawat dalam bekerja, tidak hanya untuk keselamatan pribadi, tapi juga keluarga dan lingkungan mereka.

"Kalau keluarga sudah saya jelaskan, saya merawat pasien virus corona. Dari keluarga sih enggak apa-apa, yang penting jaga kesehatan, terus makanan yang bergizi, terus minum vitamin, dan banyak minum air putih," kata Wita.

Tidak jarang pula perawat terserang influenza selama merawat pasien. Bila keluhan dirasa ringan, mereka tetap menjalani pelayanan terhadap pasien.

"Kalau biasanya sih saya misalnya flu ya, flunya itu ringan, ya saya tetap merawat pasien, cuma saya akan lebih memakai masker terlebih dahulu biar tak menular  ke teman atau  ke pasien," katanya.

Berbeda dengan Wita, Dokter spesialis paru di Rumah Sakit Graha Kedoya, Jakarta Barat, Handoko Gunawan (80) dikabarkan mulai pulih setelah dilanda kelelahan selama merawat pasien COVID-19.

Pada usianya yang tak lagi muda, dokter Handoko bekerja merawat pasien hingga jam 03.00 pagi, meski sebelumnya telah diperingatkan oleh keluarga terkait bahaya COVID-19.

Menjadi pejuang kemanusiaan di tengah merebaknya virus corona di Indonesia, Handoko sempat dirawat di ICU lantaran mengalami sesak napas.

Kabar dr Handoko yang dirawat di ICU RS Persahabatan, Jakarta Timur, membuat pihak keluarga turut angkat bicara.

Dalam surat terbuka yang dibuat keluarga, setidaknya ada empat pernyataan yang disampaikan kepada publik.

"Dr Handoko Gunawan saat ini sudah dalam penanganan RS dan staf medis yang kompeten dan dalam kondisi sadar serta dapat berkomunikasi dengan baik (tentunya komunikasi dibatasi)," katanya.

Dalam surat itu juga disampaikan, keluarga besar Handoko Gunawan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian, simpati dan doa-doa yang dipanjatkan untuk Handoko Gunawan, baik dari teman-teman, kerabat, netizen dan seluruh lapisan masyarakat yang memberikan semangat dan dukungan.

"Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa membalas budi baik kalian semuanya," demikian penutup surat terbuka yang dibuat keluarga Handoko.

Saat ini dukungan, doa serta apresiasi terhadap para pejuang COVID-19 berdatangan dari berbagai lapisan masyarakat di Indonesia.

Tidak terkecuali pernyataan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang patut kita simak dalam postingan di akun resmi @jokowi pada Jumat (20/3).

"Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para dokter, perawat, paramedis dan seluruh jajaran rumah sakit, yang sedang bekerja keras penuh dedikasi dalam melayani dan merawat pasien yang terinfeksi Covid-19," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Liga Dihentikan Ketika Performa Persib Meningkat, Begini Keluhan Supardi

Liga Dihentikan Ketika Performa Persib Meningkat, Begini Keluhan Supardi

Bola | Sabtu, 21 Maret 2020 | 21:45 WIB

3 Hotel Tutup Usai Bogor Tetapkan KLB Virus Corona

3 Hotel Tutup Usai Bogor Tetapkan KLB Virus Corona

Jabar | Sabtu, 21 Maret 2020 | 21:34 WIB

TNI Kirim Hercules ke Tiongkok, Jemput Alat Kesehatan untuk Gempur Covid-19

TNI Kirim Hercules ke Tiongkok, Jemput Alat Kesehatan untuk Gempur Covid-19

News | Sabtu, 21 Maret 2020 | 21:27 WIB

Setelah Indonesia dan Filipina, Giliran Kamboja Hentikan Liga Sepak Bola

Setelah Indonesia dan Filipina, Giliran Kamboja Hentikan Liga Sepak Bola

Bola | Sabtu, 21 Maret 2020 | 21:11 WIB

1 Pasien Positif Covid-19 dan 1 PDP Corona di Malang Jawa Timur Sembuh

1 Pasien Positif Covid-19 dan 1 PDP Corona di Malang Jawa Timur Sembuh

Jatim | Sabtu, 21 Maret 2020 | 21:09 WIB

Turunkan Spanduk Salat Jumat di Masjid Raya Badung, Encep Minta Maaf

Turunkan Spanduk Salat Jumat di Masjid Raya Badung, Encep Minta Maaf

Jabar | Sabtu, 21 Maret 2020 | 21:09 WIB

Yurianto: Hasil Rapid Test Negatif Tak Berarti Bebas Covid-19

Yurianto: Hasil Rapid Test Negatif Tak Berarti Bebas Covid-19

Health | Sabtu, 21 Maret 2020 | 20:58 WIB

Pasar Niten Bantul Diguyur Cairan Disinfektan Demi Redam Virus Corona

Pasar Niten Bantul Diguyur Cairan Disinfektan Demi Redam Virus Corona

Jogja | Sabtu, 21 Maret 2020 | 21:15 WIB

Penanganan Corona Diserahkan ke Daerah, Jansen: Tangani DBD Saja Tak Mampu

Penanganan Corona Diserahkan ke Daerah, Jansen: Tangani DBD Saja Tak Mampu

News | Sabtu, 21 Maret 2020 | 21:16 WIB

Terkini

Kode Promo Diskon Tiket Pesawat untuk Nasabah BRI, Berlaku Hingga November

Kode Promo Diskon Tiket Pesawat untuk Nasabah BRI, Berlaku Hingga November

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:47 WIB

Cetak Laba Rp31,2 Triliun, BRI Sabet Gelar Excellent Profitable State-Owned Bank 2026

Cetak Laba Rp31,2 Triliun, BRI Sabet Gelar Excellent Profitable State-Owned Bank 2026

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:35 WIB

IRT di Sukabumi Ditemukan Tewas, Motor Hilang, Pesan Terakhir Jadi Teka-teki

IRT di Sukabumi Ditemukan Tewas, Motor Hilang, Pesan Terakhir Jadi Teka-teki

Jabar | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:33 WIB

Gandeng Kodam I/Bukit Barisan, 120 PNS Imigrasi Sumut Gelar Kesamaptaan

Gandeng Kodam I/Bukit Barisan, 120 PNS Imigrasi Sumut Gelar Kesamaptaan

Sumut | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:31 WIB

Bapenda Sumut Jemput Bola, Permudah Warga Bayar Pajak Lewat Operasi Sadar Pajak

Bapenda Sumut Jemput Bola, Permudah Warga Bayar Pajak Lewat Operasi Sadar Pajak

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:26 WIB

Ekonomi RI Makin Suram! Kepuasan Publik ke Prabowo Anjlok, Program Unggulan Jeblok

Ekonomi RI Makin Suram! Kepuasan Publik ke Prabowo Anjlok, Program Unggulan Jeblok

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:25 WIB

244 Personel Padamkan Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Helikopter Water Bombing Diupayakan

244 Personel Padamkan Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Helikopter Water Bombing Diupayakan

Jawa Tengah | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:21 WIB

Jelang Delisting Saham, DUCK Terseret Dugaan Utang US$32 Juta Tak Diungkap Saat IPO

Jelang Delisting Saham, DUCK Terseret Dugaan Utang US$32 Juta Tak Diungkap Saat IPO

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Dampak Gempa Gunung Salak Rusak 349 Bangunan, Wilayah Bogor Terparah

Dampak Gempa Gunung Salak Rusak 349 Bangunan, Wilayah Bogor Terparah

Jabar | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:06 WIB

PDIP Sudah Peringatkan Bupati Klaten Hamenang, 23 Hari Kemudian Malah Ditahan KPK

PDIP Sudah Peringatkan Bupati Klaten Hamenang, 23 Hari Kemudian Malah Ditahan KPK

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:05 WIB

×