alexametrics
Cek Fakta

Cek Fakta adalah bagian dari produk jurnalistik yang dikerjakan khusus oleh tim redaksi Suara.com dengan metode tersendiri. Selangkapnya di sini

CEK FAKTA: Benarkah Anies Mark-up Jumlah Jenazah Korban Virus Corona?

Reza Gunadha | Fita Nofiana
CEK FAKTA: Benarkah Anies Mark-up Jumlah Jenazah Korban Virus Corona?
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Suara.com/Fakhri)

Beredar narasi yang menyebutkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melebihkan jumah mayat Covid-19 untuk memberikan efek kejut.

Suara.com - Beredar unggahan status Facebook yang menyatakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalukan mark-up alias menggelembungkan jumlah pasien Covid-19 yangmeninggal dunia.

Narasi tersebut berkaitan pernyataan Anies mengenai 283 jenazah di Jakarta yang diurus memakai protap virus corona.

Status Facebook yang diunggah oleh akun Nick Ni tersebut melampirkan tangkapan layar berita CNN yang berjudul, "Anies: 283 Jenazah di Jakarta Ditangani Protap Pasien Corona".

Tak hanya tangkapan layar berita, foto yang tersbeut juga betuliskan, "BNPB 122 Jenazah Wan Ngabud 283 Jenazah. 161 Mayat lagi nyolong di mana ya?".

Baca Juga: Finalis KDI Gio Damo Cerita tentang Bucin di Lagu Sorry Sorry

Selain membagikan foto, akun Nick Ni juga menuliskan keternagan, berisi:

“APAKAH INI “EFEK KEJUT” YG TERBARU ???

INI CIRI KHAS GUBERNUR GUE…..!!

NTAR YG DIPECAT……PARA PENGGALI KUBUR YG SALAH KASI INFORMASI……..

ANGKA “MAYAT” AZA BERANI DI MARK-UP…

Baca Juga: Kota Tegal Lockdown, Orang Miskin sampai PKL di Sana Dapat Rp 27 Miliar

GAK ADA KAPOK2-NYA.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Komentar