Hasil Kajiannya Dituding 'Pesanan', BMKG: Kami Ini Bukan Politikus

Chandra Iswinarno, Muhammad Yasir

Selasa, 07 April 2020 | 23:25 WIB
Hasil Kajiannya Dituding 'Pesanan', BMKG: Kami Ini Bukan Politikus
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati - (Suara.com/Putu)

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah adanya tudingan yang yang menyatakan jika kajian bertajuk 'Pengaruh Cuaca dan Iklim Terhadap Penyebaran Covid-19' bermuatan politis, alias atas dasar pesanan pihak tertentu.

BMKG berdalih merupakan institusi yang tidak berinteraksi dengan dunia politik. Hal itu disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat menjawab pertanyaan peserta diskusi yang meragukan independensi daripada kajian BMKG bertajuk 'Pengaruh Cuaca dan Iklim Terhadap Penyebaran Covid-19'.

Peserta diskusi itu mengaku mendapat informasi bahwa kajian BMKG tersebut tidak murni sains melainkan atas dasar pesanan pihak tertentu.

"Terus terang kami ini bukan politikus. Jadi kami itu kurang mengenal bagaimana politik itu, kelemahan kami memang di situ, kami tidak berinteraksi dengan dunia politik. Sehingga, ya apa adanya kami lakukan seperti ini," kata Dwikorita dalam diskusi online lewat WhatsApp grup bertajuk 'Benarkah Iklim Berpengaruh pada Penyebaran Covid-19?', yang digelar AJI Jakarta, Selasa (7/4/2020) malam.

Dwikorita menyatakan, tujuannya melakukan kajian tersebut lantaran pihaknya memiliki data terkait. Terlebih, dalam situasi kekinian, jumlah angka kasus positif dan meninggal akibat Covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan.

"Kalau kami diam kami akan sulit bertanggungjawabnya kapada Yang Maha Kuasa. Sehingga, kami menggerkan para peneliti untuk mengolah data itu mana yang dapat disumbangkan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam rangka mitigas covid ini," ujarnya.

"Jadi motvasi kami adalah bagaimana menjalankan kewajiban sesuai undang-undang untuk kepentingan kemanusiaan."

Dwikorita juga mengemukakan, hasil kajian BMKG bertajuk 'Pengaruh Cuaca dan Iklim Terhadap Penyebaran Covid-19' itu pun sejatinya telah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 26 Maret 2020 lalu.

Di sisi lain, data-data terkait hasil kajian tersebut pun telah diberikan kepada peneliti beberapa lembaga dan kementerian terkait dalam upaya mitigasi Covid-19.

"Data ini juga kami share ke para peneliti yang ada di Kementerian Kesehatan, karena mereka perlu untuk melakukan prediksi bagaimana perkembang kedepan terkait dengan suhu. Jadi mereka meminta data suhu dan kelembaban udara. Jadi itulah motivasi kami," katanya.

Sebagaimana diketahui, BMKG baru saja merilis hasil kajian terkait pengaruh cuaca dan iklim terhadap penyebaran pandemi virus Corona baru Covid-19. Dalam kajian berjudul 'Pengaruh Cuaca dan Iklim Terhadap Penyebaran Covid-19'.

BMKG menyebut bahwa Covid-19 tidak bisa bertahan dalam iklim tropis seperti di Indonesia yang memiliki suhu udara dan kelembaban yang tinggi.

Berdasar hasil kajian BMKG disebutkan kondisi suhu harian umumnya yang ada di Indonesia dan khususnya
Jakarta pada siang hari berkisar 30 derajat celsius atau lebih. BMKG lantas menyimpulkan bahwa Covid-19 di ruang terbuka tidak bisa bertahan lebih dari 30 menit, namun pada sore hingga pagi Covid-19 bisa bertahan lebih lama.

Disisi lain, hasil kajian BMKG juga menyebutkan bahwa temperatur dan kelembapan udara yang tinggi hampir sepanjang hari kurang mendukung virus Covid-19 bertahan di udara terbuka. BMKG juga mengungkapkan bahwa kondisi kelembaban di Jakarta cenderung “lebih lembap” bila dibandingkan dengan kota terjangkit lainnya.

Hanya saja, belakang diketahui bahwa beberapa literatur yang digunakan BMKG dalam kajian 'Pengaruh Cuaca dan Iklim Terhadap Penyebaran Covid-19' itu belum berstatus final atau peer-reviewed seperti. Misalnya, literatur penelitian dari Miguel B. Araujo dan Babak Naimi serta Dong Chen Jr dan kawan-kawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BMKG Akui Kajian Pengaruh Iklim dan Cuaca Terhadap Covid Masih Belum Final

BMKG Akui Kajian Pengaruh Iklim dan Cuaca Terhadap Covid Masih Belum Final

News | Selasa, 07 April 2020 | 22:01 WIB

Hasil Studi: Iklim Tropis Sebenarnya Tak Cocok untuk Covid-19

Hasil Studi: Iklim Tropis Sebenarnya Tak Cocok untuk Covid-19

News | Sabtu, 04 April 2020 | 12:57 WIB

DPR Desak Pemerintah Tindaklanjuti Hasil Kajian FKM UI di Episentrum Covid

DPR Desak Pemerintah Tindaklanjuti Hasil Kajian FKM UI di Episentrum Covid

News | Senin, 30 Maret 2020 | 13:46 WIB

Iklim Panas Perlambat Penyebaran Covid-19, Tapi Tak Musnahkan Virus

Iklim Panas Perlambat Penyebaran Covid-19, Tapi Tak Musnahkan Virus

Tekno | Senin, 23 Maret 2020 | 21:50 WIB

Heboh Dugaan Meteor Jatuh di Sekitar Merapi, Ini Penjelasan BMKG Yogyakarta

Heboh Dugaan Meteor Jatuh di Sekitar Merapi, Ini Penjelasan BMKG Yogyakarta

Jogja | Senin, 16 Maret 2020 | 11:10 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB