WHO : Virus Corona Jangan Dijadikan Politisasi

Dythia Novianty | Suara.com

Kamis, 09 April 2020 | 05:36 WIB
WHO : Virus Corona Jangan Dijadikan Politisasi
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. [AFP]

Suara.com - Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak seluruh negara mengakhiri politisasi dari virus corona. Hal ini terjadi sehari setelah WHO mendapat kecaman dari Presiden AS Donald Trump.

Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus membela pekerjaan WHO dan menyerukan diakhirinya politisasi Covid-19.

Trump mengatakan pada Selasa (7/4/2020) waktu setempat, ia akan mempertimbangkan untuk mengakhiri pendanaan AS untuk agensi tersebut.

Presiden AS itu menuduh WHO "sangat Cina-sentris" dan mengatakan mereka "benar-benar menghancurkan" respon pandemi mereka.

Dr Tedros sekarang menolak komentar itu, bersikeras mengatakan bahwa WHO dekat dengan setiap negara, dan buta warna.

Covid-19 pertama kali muncul Desember lalu di kota Wuhan di Cina, yang baru saja mengakhiri penutupan selama 11 minggu.

Seorang penasihat kepala WHO sebelumnya mengatakan bahwa kerja sama erat mereka dengan China telah "sangat penting" dalam memahami penyakit pada tahap awal.

Komentar Trump datang dalam konteks kritik terhadap penanganan pandemi pemerintahannya sendiri.

"Tolong, persatuan di tingkat nasional, tidak menggunakan poin Covid atau politik. Kedua, solidaritas jujur di tingkat global. Dan kepemimpinan jujur dari AS dan Cina. Yang paling kuat harus memimpin jalan dan tolong karantina politik Covid," kata Dr Tedros, Rabu (8/4/2020) waktu setempat, dilansir laman BBC, Kamis (9/4/2020).

Berbicara selama pengarahan Satuan Tugas Coronavirus harian di Gedung Putih, Presiden Trump mengatakan bahwa WHO tampaknya "sangat bias terhadap China".

"Mereka menyebutnya salah. Mereka benar-benar tidak menghiraukan. Dan kita akan menahan uang yang dihabiskan untuk WHO. Kita akan memegangnya dengan sangat kuat, dan kita akan melihatnya," katanya.

Seperti diketahui, AS adalah salah satu penyandang dana sukarela terbesar badan tersebut, dengan data WHO menunjukkan bahwa mereka berkontribusi 15 persen terhadap keseluruhan anggarannya.

Pada Rabu (8/4/2020), Dr Tedros telah mengecilkan ancaman finansial itu, dengan mengatakan, ia yakin bahwa pendanaan AS akan berlanjut.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres sebelumnya telah menambahkan suaranya untuk membela WHO.

Dia menggambarkan wabah koronavirus sebagai "belum pernah terjadi sebelumnya" dan mengatakan penilaian apa pun tentang bagaimana penanganannya harus menjadi masalah di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO Sebut Korea Selatan Juara dalam Penanganan Virus Corona, Indonesia?

WHO Sebut Korea Selatan Juara dalam Penanganan Virus Corona, Indonesia?

News | Rabu, 08 April 2020 | 16:35 WIB

Dinilai Gagal Cegah Pandemi, WHO Dapat Kritik Pedas dari Donald Trump

Dinilai Gagal Cegah Pandemi, WHO Dapat Kritik Pedas dari Donald Trump

Health | Rabu, 08 April 2020 | 13:50 WIB

WHO Kecam Wacana Ilmuwan Jadikan Afrika Tempat Uji Coba Vaksin COVID-19

WHO Kecam Wacana Ilmuwan Jadikan Afrika Tempat Uji Coba Vaksin COVID-19

Tekno | Rabu, 08 April 2020 | 10:00 WIB

WHO Sebut Ibu Hamil Masuk Kelompok Rentan Terpapar Corona, Apa Solusinya?

WHO Sebut Ibu Hamil Masuk Kelompok Rentan Terpapar Corona, Apa Solusinya?

Health | Selasa, 07 April 2020 | 18:10 WIB

Duh, Melania dan Donald Trump Kontras tentang Anjuran Pakai Masker

Duh, Melania dan Donald Trump Kontras tentang Anjuran Pakai Masker

Lifestyle | Selasa, 07 April 2020 | 15:15 WIB

Hari Kesehatan Dunia, WHO Sebut Butuh 6 Juta Perawat Untuk Melawan Covid-19

Hari Kesehatan Dunia, WHO Sebut Butuh 6 Juta Perawat Untuk Melawan Covid-19

Health | Selasa, 07 April 2020 | 15:30 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB