Bantu Perangi Covid-19, Gunadarma Membuat Alat Bantu Pernapasan

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 21 April 2020 | 17:46 WIB
Bantu Perangi Covid-19, Gunadarma Membuat Alat Bantu Pernapasan
Universitas Gunadarma membuat alat bantu pernapasan. (Dok : Universitas Gunadarma).

Suara.com - Dalam rangka membantu pemerintah untuk menanggulangi dampak Covid-19 di Indonesia, Universitas Gunadarma membuat alat bantu pernapasan atau ventilator. Dalam pembuatan ventilator ini, Universitas Gunadarma atau yang lebih sering dikenal UG, menggandeng SARI Teknologi dan InTI Teknologi, dengan PIC research, Ir. Yohanes Kurnia selaku pengajar Robotika Gunadarma.

Yohanes Kurnia, Dekan Fakultas Teknologi  Industri Universitas Gunadarma, Prof.  Adang Suhendra, dr.  Nur Hajria Sp.An dari Universitas Gunadarma, serta dr. Julius, Sp.An, KIC, K dari RS Grand Famili,  berhasil membuat ventilator yang siap diproduksi secara masal.

Mereka berhasil menyelesaikan peralatan ini dengan desain sistem knockdown, dengan material yang hampir semuanya berasal dari dalam negeri, agar bisa cepat diproduksi dengan cepat, singkat, dan semurah mungkin.

Pengembangan purwarupa alat bantu pernapasan ini dapat mengatur secara otomatis, terutama dalam menghasilkan udara atau oksigen berdasarkan ritme atau frekuensi pernapasan (respiratory rate), dan tingkat kebutuhan volume oksigen (tydal volume), sehingga suplai oksigen ke sistem pernapasan manusia sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan serta sinkronisasi dengan pasien ketika bernapas (menghirup/menghembuskan udara).

Selain itu, untuk memonitor suplai oksigen yang dihasilkan, diberikan peralatan sensor. Tujuannya untuk melihat tekanan maupun volume oksigen yang dihasilkan, serta detak jantung yang dapat disesuaikan dengan tingkat kebutuhan pasien untuk meminimalkan risiko dalam penggunaan peralatan bantu pernapasan ini.

Selain ventilator, tim ini juga mengembangkan perangkat Powered Air Purifying Respirator (PAPR), sebagai pelengkap alat pelidnung diri  (APD), yang memodifikasi  perangkat masker selam dengan saluran inspirasi dan ekspirasi, dengan sensor pendeteksi tekanan inspirasi, dan eksipirasi. Hal ini bertujuan untuk memberikan pernapasan yang disesuaikan dengan ritme pemakainya secara aman dari virus dan bakteri.

Sekitar 80 persen komponen dalam purwarupa peralatan merupakan peralatan produksi dalam negeri. Pengembangan purwarupa peralatan ini melibatkan pula tim dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Gunadarma, yang bertugas memberikan masukan terkait aspek kesehatan yang sesuai dengan standar fasilitas alat kesehatan, khususnya alat bantu pernapasan.

Purwarupa ini terus dikembangkan, dan dalam waktu dekat juga akan diajukan untuk mendapatkan sertifikat standar fasilitas alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan (Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan).

Pengembangan alat kesehatan ini mendapat dukungan penuh dari pimpinan Universitas Gunadarma. Produk yang dihasilkan tersebut menjadi karya anak bangsa, yang diharapkan bisa berkontribusi membantu menyediakan alat kesehatan.

baca juga

Ventilator  menjadi alat yang sangat dibutuhkan saat pandemi Corona di dunia. Alat ini diklaim membantu banyak pasien Corona menghadapi penyakitnya.

"Artinya, kita mencoba untuk membantu program pemerintah dalam mengatasi penyakit dalam bentuk beberapa riset pengembangan,  sehingga mampu membantu  saudara-saudara kita yang mungkin saat ini membutuhkan perangkat-perangkat, seperti misalnya alat bantu pernapasan," jelas Adang, yang  juga  terlibat dalam pembuatan ventilator ini.

“Alat PAPR ini sangat diperlukan oleh para tenaga medis di rumah sakit di Indonesia, yang memiliki kelengkapan mini komunikasi dan minum, tanpa membuka master, dengan tetap terlindungi dari virus dan bakteri,” tekan Yohanes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perangi Covid-19, Ferrari Produksi Ventilator dari Masker Selam

Perangi Covid-19, Ferrari Produksi Ventilator dari Masker Selam

Otomotif | Sabtu, 18 April 2020 | 21:45 WIB

Cara Kerja Satu Ventilator untuk 7 Pasien, Karya Dokter Pahlawan Corona

Cara Kerja Satu Ventilator untuk 7 Pasien, Karya Dokter Pahlawan Corona

News | Jum'at, 17 April 2020 | 16:52 WIB

Ilmuwan Eropa Buat Ventilator untuk Pasien Covid-19 Berbasis Baterai

Ilmuwan Eropa Buat Ventilator untuk Pasien Covid-19 Berbasis Baterai

Tekno | Rabu, 15 April 2020 | 15:26 WIB

Pembuatan Ventilator untuk Pasien Corona

Pembuatan Ventilator untuk Pasien Corona

Foto | Rabu, 15 April 2020 | 14:00 WIB

Banyak Negara Rebutan Alkes, Jokowi Minta APD Dalam Negeri Tak Diekspor

Banyak Negara Rebutan Alkes, Jokowi Minta APD Dalam Negeri Tak Diekspor

News | Rabu, 15 April 2020 | 12:16 WIB

Jadi Pahlawan Virus, Dokter Keturunan Pakistan Dapat Kejutan dari Warga AS

Jadi Pahlawan Virus, Dokter Keturunan Pakistan Dapat Kejutan dari Warga AS

News | Rabu, 15 April 2020 | 11:02 WIB

Terkini

Misteri Status Jampidsus Febrie: Bukti Disebut Cukup, Tapi Terbentur Tembok Kekuasaan?

Misteri Status Jampidsus Febrie: Bukti Disebut Cukup, Tapi Terbentur Tembok Kekuasaan?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:53 WIB

Kisah Penyuluh Kepercayaan di DIY: Dulu Ditolak Sekolah, Kini Sambut Hari Kepercayaan 13 Juli

Kisah Penyuluh Kepercayaan di DIY: Dulu Ditolak Sekolah, Kini Sambut Hari Kepercayaan 13 Juli

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:49 WIB

Cari Honda Beat EA 6129 KB Milik Mahasiswi Tewas di Kos Mataram, Keluarga Siapkan Hadiah Rp20 Juta

Cari Honda Beat EA 6129 KB Milik Mahasiswi Tewas di Kos Mataram, Keluarga Siapkan Hadiah Rp20 Juta

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:41 WIB

ICW Temukan Selisih Harga Fantastis Pengadaan Mobil KDKMP, Potensi Rente Tembus Rp5,5 Ttriliun

ICW Temukan Selisih Harga Fantastis Pengadaan Mobil KDKMP, Potensi Rente Tembus Rp5,5 Ttriliun

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:31 WIB

Hendardi Sentil Kejagung: Jangan Defensif dan Lecehkan Nalar Publik Soal Penanganan Korupsi

Hendardi Sentil Kejagung: Jangan Defensif dan Lecehkan Nalar Publik Soal Penanganan Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:18 WIB

Di Balik Penggeledahan yang Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah: Anomali dan Tanda Tanya Penyidikan

Di Balik Penggeledahan yang Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah: Anomali dan Tanda Tanya Penyidikan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:09 WIB

Sindir Kejahatan di Tubuh Jaksa, Mahasiswa Desak DPR Kawal Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah

Sindir Kejahatan di Tubuh Jaksa, Mahasiswa Desak DPR Kawal Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:05 WIB

Dulu Diandalkan, Sekarang Jadi Ancaman, Mengapa Jokowi Disebut Cemas dengan Jampidsus Febrie?

Dulu Diandalkan, Sekarang Jadi Ancaman, Mengapa Jokowi Disebut Cemas dengan Jampidsus Febrie?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:03 WIB

KPK Curiga Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Pakai Nama Orang Lain Tanpa Hubungan Keluarga

KPK Curiga Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Pakai Nama Orang Lain Tanpa Hubungan Keluarga

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:00 WIB

Brimob Bersenjata Lengkap Kawal Pengungkapan Dugaan Korupsi Jampidsus di Polda Metro Jaya

Brimob Bersenjata Lengkap Kawal Pengungkapan Dugaan Korupsi Jampidsus di Polda Metro Jaya

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 17:51 WIB

×