ICW Temukan Selisih Harga Fantastis Pengadaan Mobil KDKMP, Potensi Rente Tembus Rp5,5 Ttriliun

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:31 WIB
ICW Temukan Selisih Harga Fantastis Pengadaan Mobil KDKMP, Potensi Rente Tembus Rp5,5 Ttriliun
Ilustrasi mobil Pikap Mahindra Kopdes Merah PutihMogok di Salatiga. (Instagram)
baca 10 detik
  • ICW mengungkap dugaan perburuan rente sebesar Rp5,54 triliun dalam proyek pengadaan 80.000 mobil oleh PT APN.
  • Temuan tersebut didasarkan pada selisih harga pembelian unit kendaraan dengan data impor resmi dari India.
  • ICW mendesak KPK melakukan penyelidikan atas potensi penyimpangan harga dan transparansi tata kelola pengadaan mobil tersebut.

Suara.com - Penyelidikan Indonesian Corruption Watch (ICW) terhadap pengadaan mobil pikap untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mengungkap dugaan adanya potensi perburuan rente hingga Rp5,54 triliun.

Temuan itu muncul setelah ICW membandingkan harga pembelian mobil oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (APN) dengan data ekspor-impor kendaraan dari India.

Kepala Divisi Hukum dan Investigasi ICW, Wana Alamsyah, mengatakan potensi rente tersebut berasal dari selisih harga pembelian mobil oleh PT APN dengan harga impor kendaraan yang diterima perusahaan perantara.

Berdasarkan dokumen yang pernah dipublikasikan PT APN, perusahaan BUMN itu membeli satu unit mobil senilai Rp255 juta.

Sementara berdasarkan data ekspor-impor yang ditelusuri ICW, harga rata-rata mobil yang diimpor PT Bumi Indo Gemilang (BIG) dari Mahindra, India, tersebut sekitar Rp168,8 juta per unit sebelum memperhitungkan keuntungan perusahaan.

Dengan asumsi keuntungan importir sebesar 10-15 persen, ICW memperkirakan harga wajar kendaraan itu berada pada kisaran Rp185 juta hingga Rp194 juta per unit.

"Maka selisih rente per unitnya yang kami hitung adalah 61-69 juta rupiah. Jika dikalikan dengan kuantitas barang yang dibeli oleh PT APN sebanyak 80 ribu unit, kami menemukan potensi adanya rente perburuan sekitar 4,86 sampai 5,54 triliun rupiah," kata Wana dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (20/7/2026).

Dalam penelusurannya, ICW juga menyoroti penggunaan PT BIG sebagai importir mobil, bukan PT APN yang membeli langsung ke produsen Mahindra di India.

ICW menilai penggunaan perusahaan perantara berpotensi memperbesar biaya pengadaan.

baca juga

Menurut Wana, pengalaman pemantauan ICW terhadap berbagai kasus korupsi pengadaan menunjukkan harga pengadaan pemerintah kerap lebih mahal dibanding harga pasar akibat adanya margin pada setiap mata rantai distribusi.

"Seringkali kita menemukan pengadaan pemerintah itu lebih mahal harganya dibandingkan dengan nilai pasar. Karena ada rente yang diambil dari setiap layer tersebut," ujarnya.

Selain itu, ICW menilai tata kelola pengadaan di PT APN juga belum transparan. Sebab hingga kini sulit memperoleh informasi mengenai aturan maupun petunjuk teknis pengadaan yang digunakan perusahaan.

"Ketika pemerintah melalui PT APN membeli mobil dengan nilai yang sangat fantastis tanpa disertai adanya keterbukaan itu akan menjadi persoalan," kata Wana.

Atas temuan tersebut, ICW mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan kajian terhadap dugaan praktik perburuan rente dalam proyek pengadaan mobil Koperasi Merah Putih, mengingat realisasi pembelian disebut baru sekitar 2.000 unit dari total rencana 80.000 unit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Lokasi Kopdes Merah Putih Tak Strategis, Menkop Ferry Juliantono Janji Evaluasi

Viral Lokasi Kopdes Merah Putih Tak Strategis, Menkop Ferry Juliantono Janji Evaluasi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 16:32 WIB

Agustina Arumsari Bungkam Soal Rangkap Jabatan: Fokus Kami Hari Ini Cuma Tindak Lanjut KPK

Agustina Arumsari Bungkam Soal Rangkap Jabatan: Fokus Kami Hari Ini Cuma Tindak Lanjut KPK

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 14:18 WIB

Calon Manajer Kopdes Berhak Tolak Latsarmil, Tak Boleh Didiskualifikasi

Calon Manajer Kopdes Berhak Tolak Latsarmil, Tak Boleh Didiskualifikasi

News | Senin, 06 Juli 2026 | 18:02 WIB

Purbaya Sesumbar 8.523 Kopdes Merah Putih dan 16 Sekolah Rakyat Sudah Dibangun di Jateng

Purbaya Sesumbar 8.523 Kopdes Merah Putih dan 16 Sekolah Rakyat Sudah Dibangun di Jateng

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:24 WIB

3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN

3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:07 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Riset CORE Indonesia Ungkap MBG & Kopdes Merah Putih Bikin Pemda 'Krisis Keuangan'

Riset CORE Indonesia Ungkap MBG & Kopdes Merah Putih Bikin Pemda 'Krisis Keuangan'

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:22 WIB

Terkini

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:26 WIB

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

7 Cara Menata Area Teras dan Foyer Rumah sebagai Mulut Chi Penarik Keberuntungan

7 Cara Menata Area Teras dan Foyer Rumah sebagai Mulut Chi Penarik Keberuntungan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!

Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 13:24 WIB

Datang Jadi Saksi, Pulang Masuk Bui: Pak Dur Ditahan Usai Cekcok dengan Anggota DPRD Malang

Datang Jadi Saksi, Pulang Masuk Bui: Pak Dur Ditahan Usai Cekcok dengan Anggota DPRD Malang

Malang | Rabu, 16 September 2026 | 13:22 WIB

Perang Arab Saudi vs Houthi, Jet F-15 Ditembak Jatuh Pakai Rudal Buatan Lokal di Marib

Perang Arab Saudi vs Houthi, Jet F-15 Ditembak Jatuh Pakai Rudal Buatan Lokal di Marib

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:21 WIB

Antrean Panjang di SPBU Akibat Perubahan Pola Konsumsi, Bahlil Siapkan Aturan sebagai Solusi

Antrean Panjang di SPBU Akibat Perubahan Pola Konsumsi, Bahlil Siapkan Aturan sebagai Solusi

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:20 WIB

Tak Disangka, 3 Anak Kurir SPX Express Lanjut Kuliah di Kampus Bergengsi

Tak Disangka, 3 Anak Kurir SPX Express Lanjut Kuliah di Kampus Bergengsi

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:20 WIB

Ketum Parpol Koalisi Pemerintah Sudah Bahas RUU Pemilu, Gerindra Tegaskan Sepakat Threshold 5 Persen

Ketum Parpol Koalisi Pemerintah Sudah Bahas RUU Pemilu, Gerindra Tegaskan Sepakat Threshold 5 Persen

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:18 WIB

×