China Ancam Boikot Australia Jika Tetap Investigasi soal Asal Corona

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 27 April 2020 | 21:09 WIB
China Ancam Boikot Australia Jika Tetap Investigasi soal Asal Corona
Ilustrasi bendera China. (Foto: Shutterstock)

Suara.com - Hubungan antara China dan Australia belakangan ini tampaknya sedang memanas. Sebab China mengeluarkan peringatan boikot pada Australia.

Dikutip dari AFP, pihak China melalui duta Duta Besarnya di Australia telah memperingatkan bahwa permintaan untuk penyelidikan terhadap penyebaran virus corona dapat menyebabkan boikot konsumen terhadap anggur Australia atau perjalanan ke Down Under.

Untuk diketahui, Australia telah bergabung dengan Amerika Serikat dalam seruan penyelidikan menyeluruh tentang bagaimana virus itu berubah dari epidemi lokal di Cina menjadi pandemi yang telah menewaskan lebih dari 200.000 orang.

Dalam ancaman tersiratnya, duta besar Cheng Jingye memperingatkan bahwa desakan untuk pemeriksaan independen terhadap asal-usul wabah itu "berbahaya".

"Publik Tiongkok frustrasi, kecewa, dan kecewa dengan apa yang sedang dilakukan Australia sekarang," katanya dalam sebuah wawancara dengan Australian Financial Review.

"Jika suasana berubah dari buruk menjadi lebih buruk, orang akan berpikir 'mengapa kita harus pergi ke negara yang tidak begitu bersahabat dengan China?' para wisatawan mungkin memiliki pemikiran kedua,"

"Terserah orang untuk memutuskan. Mungkin orang-orang biasa akan mengatakan 'Mengapa kita harus minum anggur Australia? Makan daging sapi Australia?" tambahnya.

Cheng juga mengancam datangnya mahasiswa China ke universitas-universitas Australia akan terhambat.

Terlebih hal tersebut (mahasiswa China ke Australia) pendapatan utama yang sudah terancam oleh pembatasan perjalanan karena pandemi Covid-19.

baca juga

"Orang tua siswa juga akan berpikir apakah tempat yang mereka temukan tidak begitu ramah, bahkan bermusuhan, apakah ini tempat terbaik untuk mengirim anak-anak mereka ke sini (Australia)," katanya.

Komentar Duta Besar China tersebut menandai peningkatan ketegangan yang signifikan antara Beijing dan Canberra, yang hubungannya sudah tegang.

Cheng juga menuduh Australia menggemakan poin pembicaraan dari Amerika Serikat.

"Beberapa orang berusaha menyalahkan Tiongkok atas masalah mereka dan mengalihkan perhatian. Ini semacam pandering terhadap pernyataan yang dibuat oleh beberapa pasukan di Washington." pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 di Rusia Lampaui China, Bagaimana dengan Indonesia?

Kasus Covid-19 di Rusia Lampaui China, Bagaimana dengan Indonesia?

News | Senin, 27 April 2020 | 19:25 WIB

China Longgarkan Pembatasan Ekspor Produk Terkait COVID-19

China Longgarkan Pembatasan Ekspor Produk Terkait COVID-19

News | Senin, 27 April 2020 | 17:34 WIB

Longgarkan Lockdown, Australia dan Selandia Baru Alami Peningkatan Kematian

Longgarkan Lockdown, Australia dan Selandia Baru Alami Peningkatan Kematian

Health | Senin, 27 April 2020 | 17:55 WIB

Terkini

Mulai Tahun Ini, 13 Juli Resmi Diperingati sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

Mulai Tahun Ini, 13 Juli Resmi Diperingati sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 08:23 WIB

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen, Dukungan Pramono terhadap UMKM dan PKL Tuai Pujian

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen, Dukungan Pramono terhadap UMKM dan PKL Tuai Pujian

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:37 WIB

Fadli Zon Sebut Ziarah Gunung Kawi Merupakan Warisan Tradisi

Fadli Zon Sebut Ziarah Gunung Kawi Merupakan Warisan Tradisi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:30 WIB

Alasan Indonesia Tak Kirim Pejabat Tinggi ke Penghormatan Terakhir Ayatollah Khamenei

Alasan Indonesia Tak Kirim Pejabat Tinggi ke Penghormatan Terakhir Ayatollah Khamenei

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:05 WIB

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

News | Senin, 06 Juli 2026 | 22:15 WIB

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:40 WIB

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:35 WIB

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:27 WIB

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:55 WIB

×