Beda dengan Pemerintah, Reuters: 2.200 Orang Meninggal Bergejala Corona

Reza Gunadha | Arief Apriadi | Suara.com

Selasa, 28 April 2020 | 16:49 WIB
Beda dengan Pemerintah, Reuters: 2.200 Orang Meninggal Bergejala Corona
ILUSTRASI - Petugas menurunkan peti jenazah pasien suspect Corona dengan menggunakan tali tambang di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Kamis (26/3). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Data resmi pemerintah Indonesia terkait angka kematian akibat pandemi virus corona covid-19 dinilai tak akurat.

Riset independen mengungkapkan jumlah kematian akibat corona di Indonesia jauh lebih tinggi, sebagaimana dilaporkan Reuters, Selasa (28/4/2020).

Data Reuters yang meninjau 16 dari 34 provinsi Indonesia, secara gamblang menyebut lebih dari 2.200 orang di Tanah Air telah meninggal dengan gejala infeksi covid-19.

Ahli medis menilai, angka-angka itu bisa jadi indikator korban jiwa akibat covid-19 di Indonesia jauh lebih tinggi dari angka resmi pemerintah.

Dikutip dari laman resmi seputar penanganan covid-19 di Indonesia, covid19.go.id, korban meninggal akibat virus corona 'hanya' berjumlah 765 orang, per-Selasa (28/4/2020) sore.

“Saya percaya sebagian besar kematian PDP (pasien dalam pengawasan)—yang meninggal sebelum dites—disebabkan oleh covid-19,” kata Pandu Riono, ahli epidemiologi di Universitas Indonesia kepada Reuters.

Besarnya perbedaan data faktual yang didapat Reuters dengan milik pemerintah diprediksi lantaran rendahnya tingkat tes covid-19 yang selama ini dilaksanakan Indonesia.

Statistik menunjukkan Indonesia hanya mampu melakukan tes kepada 275 orang per 1 juta populasi. Hal itu menjadi salah satu yang terendah di dunia.

Anggota senior Gugus Tugas Penangangan Covid-19, Wiku Adisasmito, tak menampik temuan Reuters.

Meski begitu, dia enggan berkomentar mengenai jumlah korban meninggal dengan gejala akut covid-19 atau pasien dalam pengawasan (PDP).

Wiku menjelaskan, sebanyak 19.897 orang yang diduga terinfeksi virus corona di Indonesia belum menjalani tes, lantaran panjangnya antrean spesimen di laboratorium.

Keterlambatan itu membuat banyak dari pasien PDP lebih dulu meninggal sebelum menjalani tes atau sebelum sampel tes milik mereka dianalisis.

"Apabila mereka (laboratorium) memiliki ratusan atau ribuan sampel yang perlu diuji, mana yang akan diprioritaskan? Tentu sampel tes orang-orang yang masih hidup," jelas Wiku.

Merujuk data Worldometers, Selasa (28/4/2020), kasus positif virus Corona di Indonesia berjumlah 9.096 orang, dengan jumlah kematian mencapai 765 jiwa.

Rendahnya tes masal covid-19 di Indonesia membuat pemerintahan Presiden Joko Widodo disorot.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kalahkan Virus Corona, Lansia Dapat Tepuk Tangan Penghormatan dari Dokter

Kalahkan Virus Corona, Lansia Dapat Tepuk Tangan Penghormatan dari Dokter

News | Selasa, 28 April 2020 | 11:13 WIB

Bantu Artis saat Wabah Corona, Facebook Rilis Fitur Streaming Berbayar

Bantu Artis saat Wabah Corona, Facebook Rilis Fitur Streaming Berbayar

Tekno | Selasa, 28 April 2020 | 11:07 WIB

Satu Petugas Medis di Puskesmas  Pondok Kelapa Jaktim Positif Corona

Satu Petugas Medis di Puskesmas Pondok Kelapa Jaktim Positif Corona

News | Senin, 27 April 2020 | 18:37 WIB

Jokowi Janji Masyarakat Bisa Kembali Hidup Normal pada Bulan Juli 2020

Jokowi Janji Masyarakat Bisa Kembali Hidup Normal pada Bulan Juli 2020

News | Senin, 27 April 2020 | 17:44 WIB

Tingkat Kematian Akibat Virus Corona di Indonesia Tertinggi di Asia

Tingkat Kematian Akibat Virus Corona di Indonesia Tertinggi di Asia

News | Senin, 27 April 2020 | 14:30 WIB

Lockdown, Malaysia Laporkan Nol Kematian akibat Virus Corona

Lockdown, Malaysia Laporkan Nol Kematian akibat Virus Corona

News | Minggu, 26 April 2020 | 20:52 WIB

Video Warga Ngamuk di Depan Masjid, Diduga Akibat Dilarang Salat Tarawih

Video Warga Ngamuk di Depan Masjid, Diduga Akibat Dilarang Salat Tarawih

News | Minggu, 26 April 2020 | 20:12 WIB

Terkini

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB