Joe Biden Bantah Tudingan Pelecehan Seksual, Trump: Saya Tahu Tuduhan Palsu

Syaiful Rachman

Jum'at, 01 Mei 2020 | 21:19 WIB
Joe Biden Bantah Tudingan Pelecehan Seksual, Trump: Saya Tahu Tuduhan Palsu
Joe Biden, calon presiden dari Partai Demokrat jelang Pemilu AS 2020. (AFP)

Suara.com - Calon Presiden Amerika Serikat dari partai Demokrat Joe Biden membantah tuduhan pelecehan seksual yang dialamatkan kepadanya jelang pemilu November mendatang.

Tara Reade, perempuan asal California yang bekerja sebagai asisten staf di kantor Senat Biden dari Desember 1992 hingga Agustus 1993, mengaku kepada media pernah dilecehkan secara seksual oleh Biden.

Dalam sebuah wawancara dengan media, Reade mengatakan pelecehan tersebut terjadi di tahun 1993. Ketika itu Biden memojokan dan menghimpitnya pada sebuah dinding, kemudian memasukkan tangannya ke dalam roknya.

"Tidak, itu tidak benar. Saya mengatakan dengan tegas bahwa itu tidak pernah, tidak pernah terjadi," tegas Biden dalam sebuah wawancara di MSNBC ihwal tuduhan tersebut.

Biden, politisi berusia 77 tahun, akan menantang Presiden Amerika Serikat Donald Trump dari Partai Republik untuk memperbutkan kursi panas di Gedung Putih. Pemilu tersebut akan digelar 3 November 2020 mendatang.

Tuduhan tersebut tentu menjadi hantaman telak bagi kubu demokrat dan juga tim kampanye Biden yang dalam beberapa bulan terakhir menyoroti cara Trump dalam menangani pandemi virus corona COVID-19 di AS.

Dalam sebuah pernyataan sebelum wawancara, Biden meminta Senat AS untuk meminta Arsip Nasional merilis catatan personel yang dapat menunjukkan apakah ajudan tersebut mengajukan keluhan terhadap Biden atas tuduhan yang diklaim terjadi tahun 1993 itu.

Biden juga mengatakan bahwa surat-surat pribadi ketika dirinya menjabat sebagai senator, yang disumbangkan ke Universitas Delaware dan belum tersedia untuk umum, tidak pernah menceritakan hal-hal pribadi atau sesuatu yang disembunyikannya selama ini.

"Tidak ada yang bisa saya sembunyikan," kata Biden.

baca juga

Biden mengatakan dia tidak mengetahui adanya keluhan terhadapnya oleh Reade dan dia tidak meminta siapa pun untuk menandatangani perjanjian damai. Dia mengatakan dia tidak akan mempertanyakan motif Reade dan tidak tahu mengapa dia mengajukan keluhan.

Hingga berita ini dimuat, Jumat (1/5/2020), Reuters belum dapat mengkonfirmasi secara independen tuduhan Reade dan juga tidak dapat menghubungi Reade atau perwakilannya untuk memberikan komentar.

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) Robert Redfield.(kiri) dampingi Presiden AS Donald Trump dalam jumpa pers penanganan virus corona, pada 8 April 2020 di Washington DC. [AFP]
Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) Robert Redfield.(kiri) dampingi Presiden AS Donald Trump dalam jumpa pers penanganan virus corona, pada 8 April 2020 di Washington DC. [AFP]

Tuduhan Melawan Trump

Dalam beberapa tahun terakhir, lebih dari selusin wanita menuduh Trump membuat kemajuan seksual yang tidak diinginkan. Dalam semua kasus, mereka mengklaim pelanggaran yang terjadi terjadi bertahun-tahun sebelum dia memasuki dunia politik. Trump membantah tuduhan itu, menuduh saingannya dari Demokrat dan media melakukan kampanye kotor.

"Saya pikir dia harus merespons," kata Trump tentang Biden pada konferensi pers pada hari Kamis (30/4/2020) menjelang wawancara Biden.

"Bisa jadi itu tuduhan palsu. Saya tahu semua tentang tuduhan palsu."

Beberapa outlet berita yang telah menerbitkan akun Reade, termasuk New York Times dan Washington Post, telah mewawancarai seseorang yang mengaku pernah diceritakan Reade ihwal serangan seksual tersebut.

Sementara teman lainnya, kepada Times, bercerita jika pada tahun 2008 silam Reade mengatakan kepadanya tentang insiden traumatis sebelumnya yang melibatkan Biden.

Saudara Reade juga mengonfirmasi bagian dari akun Reade ke The Intercept and the Post.

Pada hari Senin, situs web berita Business Insider menerbitkan sebuah wawancara dengan seorang mantan tetangga yang mengatakan Reade, yang kini berusia 56 tahun, mengatakan kepadanya pada pertengahan 1990-an bahwa Biden telah memasukkan jari-jarinya ke dalam kemaluannya.

Sementara itu tim kampanye Biden merilis pernyataan Marianne Baker, salah satu wanita yang puluhan tahun bekerja untuk Biden, yang mengaku tidak pernah menerima laporan perilaku yang tidak pantas dalam hampir 20 tahun bekerja untuk Biden.

The Post and Times mewawancarai dua pembantu lainnya, keduanya mengatakan kepada surat kabar bahwa mereka tidak memiliki ingatan tentang keluhan Reade.

Reade adalah satu dari delapan perempuan yang tahun lalu maju mengatakan bahwa Biden memeluk, mencium atau menyentuh mereka dengan cara yang membuat mereka tidak nyaman, meskipun tidak ada yang menuduhnya melakukan pelecehan seksual.

"Sepertinya dia tidak diacuhkan hanya karena itu adalah kebenaran yang tidak nyaman bagi orang-orang tertentu di Partai Demokrat," kata Nina Turner, ketua kampanye nasional untuk kampanye presiden Senator Bernie Sanders, yang kini mendukung Biden.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akhirnya! Amerika Serikat dan Iran Tanda Tangan Perjanjian Sudahi Perang

Akhirnya! Amerika Serikat dan Iran Tanda Tangan Perjanjian Sudahi Perang

Video | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:34 WIB

Donald Trump Sebut Perjanjian Militer dengan Iran Sebagai Penyerahan Tanpa Syarat

Donald Trump Sebut Perjanjian Militer dengan Iran Sebagai Penyerahan Tanpa Syarat

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:57 WIB

Jelang Amerika vs Australia Piala Dunia 2026, Christian Pulisic Masih Berjuang Sembuh dari Cedera

Jelang Amerika vs Australia Piala Dunia 2026, Christian Pulisic Masih Berjuang Sembuh dari Cedera

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:33 WIB

Kiper Tanjung Verde Bahagia Sang Ibu Akhirnya Dapat Visa AS, Bisa Saksikan Langsung Piala Dunia

Kiper Tanjung Verde Bahagia Sang Ibu Akhirnya Dapat Visa AS, Bisa Saksikan Langsung Piala Dunia

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 06:09 WIB

Donald Trump: Kalau Iran Tak Bersikap Baik, Amerika Akan Jatuhkan Bom di Atas Kepala Mereka

Donald Trump: Kalau Iran Tak Bersikap Baik, Amerika Akan Jatuhkan Bom di Atas Kepala Mereka

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:27 WIB

Stok Senjata AS Menipis, Donald Trump Paksa Industri Militer Genjot Produksi Rudal

Stok Senjata AS Menipis, Donald Trump Paksa Industri Militer Genjot Produksi Rudal

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:23 WIB

Kata-kata China soal Perdamaian AS - Iran: Kini Fokus ke Masalah Selat Hormuz

Kata-kata China soal Perdamaian AS - Iran: Kini Fokus ke Masalah Selat Hormuz

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:21 WIB

Lokasi Donald Trump Teken Perdamaian Perang Iran Ternyata Saksi Bisu Kegagalan AS di Masa Lalu

Lokasi Donald Trump Teken Perdamaian Perang Iran Ternyata Saksi Bisu Kegagalan AS di Masa Lalu

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:09 WIB

Iran Keluarkan Ancaman Kalau Donald Trump Bohong dengan Perjanjian Damai

Iran Keluarkan Ancaman Kalau Donald Trump Bohong dengan Perjanjian Damai

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:06 WIB

Unik, Perjanjian Damai AS - Iran Dibuat dengan 2 Bahasa Ini

Unik, Perjanjian Damai AS - Iran Dibuat dengan 2 Bahasa Ini

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:21 WIB

Terkini

Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum

Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:15 WIB

Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun

Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:07 WIB

Dukung Penangkapan Eks Kepala BGN, Tani Merdeka: Program Prabowo Bagus, Oknumnya yang Main!

Dukung Penangkapan Eks Kepala BGN, Tani Merdeka: Program Prabowo Bagus, Oknumnya yang Main!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:50 WIB

Polri hingga KPK Ajukan Tambahan Anggaran, Legislator PKB Minta Kinerja Berdampak Nyata

Polri hingga KPK Ajukan Tambahan Anggaran, Legislator PKB Minta Kinerja Berdampak Nyata

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:48 WIB

Dewan Keamanan Iran Akan Luncurkan Balasan Jika Amerika Berkhianat!

Dewan Keamanan Iran Akan Luncurkan Balasan Jika Amerika Berkhianat!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:38 WIB

Pemprov Jabar Tingkatkan Akses Pekerja Informal terhadap BPJS Ketenagakerjaan

Pemprov Jabar Tingkatkan Akses Pekerja Informal terhadap BPJS Ketenagakerjaan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:34 WIB

KPK Dalami Dugaan Illegal Gain Rp 27,8 Miliar Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Dalami Dugaan Illegal Gain Rp 27,8 Miliar Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:32 WIB

Mahasiswa Trisakti hingga Tani Merdeka Gelar Demo Hari Ini, 4.263 Polisi Berjaga di 5 Titik Jakpus

Mahasiswa Trisakti hingga Tani Merdeka Gelar Demo Hari Ini, 4.263 Polisi Berjaga di 5 Titik Jakpus

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:29 WIB

Kemenag Sudah Cairkan Insentif Tahap II untuk Guru PAI Non ASN dan Non Sertifikasi

Kemenag Sudah Cairkan Insentif Tahap II untuk Guru PAI Non ASN dan Non Sertifikasi

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:21 WIB

Dugaan Mark Up Proyek MBG, Kejagung Amankan 17.600 Unit Motor Listrik dan Segel Dua Gudang

Dugaan Mark Up Proyek MBG, Kejagung Amankan 17.600 Unit Motor Listrik dan Segel Dua Gudang

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:20 WIB