Inggris Siapkan Skenario Stalin Jika PM Boris Johnson Wafat karena Corona

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Minggu, 03 Mei 2020 | 16:41 WIB
Inggris Siapkan Skenario Stalin Jika PM Boris Johnson Wafat karena Corona
Kondisi sesaat setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dinyatakan positif terjangkit virus corona. (Foto: AFP)

Suara.com - PM Boris Johnson merupakan salah satu pejabat yang berhasil sembuh dari serangan virus corona covid-19. Setelah kesembuhannya, ia mengakui Inggris sudah memiliki rencana darurat jika dirinya meninggal.

Dilansir News18.com, Boris Johnson mengungkapkan bahwa dokter yang merawatnya sudah siap mengumumkan kematiannya setelah ia dibawa ke unit perawatan intensif (ICU).

"Itu adalah masa yang sulit, saya tidak akan menyangkalnya," ujar Johnson dalam wawancara dikutip dari surat kabar The Sun pada Minggu (3/5/2020).

"Mereka punya strategi untuk menghadapi skenario seperti saat kematian Stalin."

"Saya tidak dalam kondisi yang baik dan saya menyadari ada rencana darurat. Para dokter memiliki segala macam peraturan untuk apa yang harus dilakukan jika ada yang tidak beres," lanjut pernyataan Johnson.

Pria 55 tahun itu dinyatakan positif covid-19 pada 27 Maret tetapi ia menyatakan hanya gejala ringan. Namun seminggu setelah karantina mandiri, ia tak kunjung membaik.

Dia dibawa ke rumah sakit sebagai tindakan pencegahan pada 5 April untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, dan dalam waktu 24 jam dipindahkan ke ruang perawatan intensif (ICU).

Pemimpin Partai Konservatif itu menghabiskan waktu 3 hari dan menerima bantuan oksigen.

Setelah keluar rumah sakit pada 12 April, ia mengakui pertarungannya melawan virus corona "bisa berjalan baik".

Kepada The Sun Johnson mengaku berpikir, "Bagaimana saya bisa keluar dari kondisi ini?" Dia tidak berpikir bahwa dirinya akan meninggal.

Johnson, yang kembali bekerja pada Senin (27/4) dan menjadi seorang ayah ketika tunangannya Carrie Symonds melahirkan, mengatakan ia diberi "liter dan liter" oksigen di rumah sakit.

Boris Johnson juga mengakui sempat frustrasi karena kondisinya tidak kunjung membaik. Bahkan dokter sudah mempertimbangkan apakah akan diintubasi dan memakai ventilator.

"Pada saat itulah sedikit... mereka mulai berpikir tentang bagaimana mengumumkan (jika ia meninggal)," ujar Johnson.

The Sun menuliskan Johnson sangat emosional ketika mengingat kembali perawatan dan pemulihannya, yang disebutnya "luar biasa".

Ia juga mengatakan tidak ingin ke rumah sakit pada awalnya, tetapi dokter bersikeras karena kadar oksigennya rendah. "Mereka benar memaksa saya untuk ke rumah sakit." ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gawat! Minggu 3 Mei Pasien Positif Corona di Indonesia Tembus 11.192 Orang

Gawat! Minggu 3 Mei Pasien Positif Corona di Indonesia Tembus 11.192 Orang

News | Minggu, 03 Mei 2020 | 16:16 WIB

Pak RT di Tangerang Diduga Pungli Dana BLT Corona, Camat: Cuma Uang Rokok

Pak RT di Tangerang Diduga Pungli Dana BLT Corona, Camat: Cuma Uang Rokok

Banten | Minggu, 03 Mei 2020 | 15:52 WIB

Peneliti Temukan Virus Corona Covid-19 Sebabkan Gumpalan Darah di Paru-paru

Peneliti Temukan Virus Corona Covid-19 Sebabkan Gumpalan Darah di Paru-paru

Health | Minggu, 03 Mei 2020 | 16:17 WIB

Terkini

Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global

Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:42 WIB

Nama Hakim dan Dosen UGM Diduga Dicatut di Struktur Yayasan Daycare Little Aresha

Nama Hakim dan Dosen UGM Diduga Dicatut di Struktur Yayasan Daycare Little Aresha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:39 WIB

Anggota DPR Sentil Prabowo: Orang Desa Bukan Hidup di Zaman Batu, Pasti Terasa Kalau Dolar Naik

Anggota DPR Sentil Prabowo: Orang Desa Bukan Hidup di Zaman Batu, Pasti Terasa Kalau Dolar Naik

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:37 WIB

KPK Akan Periksa Muhadjir Effendy soal Mekanisme Pembagian Kuota Haji 2023-2024

KPK Akan Periksa Muhadjir Effendy soal Mekanisme Pembagian Kuota Haji 2023-2024

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:34 WIB

Babak Baru Kasus Jeffrey Epstein: 10 Korban Baru di Prancis dan Keterlibatan Agensi Model

Babak Baru Kasus Jeffrey Epstein: 10 Korban Baru di Prancis dan Keterlibatan Agensi Model

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:31 WIB

Komarudin PDIP Sentil Pernyataan Prabowo Soal Rupiah: Ingat, 1998 Dolar Naik Semua Harga Melambung

Komarudin PDIP Sentil Pernyataan Prabowo Soal Rupiah: Ingat, 1998 Dolar Naik Semua Harga Melambung

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:28 WIB

Meutya Hafid Peringatkan E-Wallet dan Operator Seluler: Jadi Alat Transaksi Judi Online

Meutya Hafid Peringatkan E-Wallet dan Operator Seluler: Jadi Alat Transaksi Judi Online

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:28 WIB

Viral Model Ansy Jan De Vries Dibacok Begal di Kebon Jeruk, Polisi: Data Pasien di RS Nihil

Viral Model Ansy Jan De Vries Dibacok Begal di Kebon Jeruk, Polisi: Data Pasien di RS Nihil

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:28 WIB

Apresiasi Jurnalistik Shopee 2026 Dibuka: Dokumentasikan Kiprah UMKM di Era Baru Ekonomi Indonesia

Apresiasi Jurnalistik Shopee 2026 Dibuka: Dokumentasikan Kiprah UMKM di Era Baru Ekonomi Indonesia

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:05 WIB

Kemensos Jaring 700 Anak Jalanan dan Putus Sekolah untuk Masuk Sekolah Rakyat

Kemensos Jaring 700 Anak Jalanan dan Putus Sekolah untuk Masuk Sekolah Rakyat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:02 WIB