Suara.com - Korban jiwa akibat pandemi virus corona hingga kini masih terus ada. Bahkan jumlah sudah mencapai seperempat juta jiwa hingga Senin (04/05).
Jumlah kematian terbanyak hingga kini berasal dari Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa. Meskipun negara-negara tersebut sudah mulai melonggarkan aturan lockdown.
Menurut data yang dirilis oleh Worldometer hingga Selasa (05/05), jumlah kasus kematian di seluruh dunia sudah menyentuh 252.022 kasus, dan Amerika Serikat menyumbangkan kasus kematian sebanyak 69.723 kasus.
Sedangkan menurut perhitungan AFP, kasus kematian akibat virus corona di Eropa menyumbang sekitar 145.000. Dengan kata lain, dari dua wilayah tersebut sudah menyumbang sekitar 85 persen dari total kasus kematian.
Sedangkan di Indonesia, jumlah kematian akibat virus corona mencapai 800 jiwa, dengan jumlah kasus positif sudah di angkat 11.587 kasus, sebanyak 1.954 pasien berhasil sembuh.
Hingga kini, jumlah total kasus positif virus corona di dunia sudah mencapai sekitar 3,6 juta kasus. Sebanyak 1,19 juta pasien berhasil sembuh dari COVID-19.
Di tengah semakin meningkatnya angka kematian akibat virus corona, beberapa negara di Eropa sudah percaya diri akan melakukan pelonggaran lockdown.
Sebagai contohnya di Spanyol, beberapa bisnis kembali dibuka seperti tukang cukur, toko bunga dan lainnya. Bahkan warganya sudah mengantri untuk potong rambut sesaat setelah pemerintah umumkan longgarkan lockdown.
Restoran-restoran di Italia juga kembali di buka dan Prancis juga siap longgarkan lockdown setelah catatan kasus kematian mengalami penurunan.
Namun berbeda dengan Rusia yang mengalami peningkatan kasus COVID-19 yang cukup signifikan. Bahkan hingga mencatatkan penambahan sekitar 10.000 per hari.
"Ancaman tampaknya akan semakin serius," ujar walikota Moskow, Sergei Sobyanin dikutip dari AFP.