Binatang Perantara Virus Corona ke Manusia Kemungkinan Tak Akan Ditemukan

Syaiful Rachman

Selasa, 05 Mei 2020 | 21:52 WIB
Binatang Perantara Virus Corona ke Manusia Kemungkinan Tak Akan Ditemukan
Petugas mengenakan APD dan masker melakukan inspeksi di sebuah kota di China. [BBC]

Suara.com - Sejumlah bukti menunjukkan seekor binatang "merupakan perantara" yang menularkan virus corona dari kelelawar liar ke manusia.

Tetapi sejumlah ilmuwan mengatakan mungkin tidak akan pernah diketahui bagaimana pasien pertama terinfeksi.

Masih belum jelas juga apakah binatang perantara ini dijual di pasar binatang liar Wuhan, China.

Tetapi perdagangan satwa liar memang dipandang sebagai kemungkinan sumbernya.

Para peneliti mengatakan perdagangan tersebut menjadi sumber transmisi penyakit dari spesies ke spesies lainnya.

Hal ini yang menyebabkan munculnya wabah di masa lalu dan dipandang menjadi penyebab pandemi saat ini.

Pimpinan teknis WHO terkait Covid-19, Dr Maria Van Kerkhove, mengatakan kepada BBC: “Kami telah bersiap-siap menghadapinya, ini bukan masalah apakah akan terjadi, tetapi lebih merupakan kapan hal ini akan terjadi.”

Berpindah karena luapan

Ahli penyakit menular sepakat, sama seperti kebanyakan penyakit manusia, virus ini pada mulanya meloncat tanpa diketahui, melintasi batas spesies.

baca juga

Prof Andrew Cunningham, dari Zoological Society of London, menjelaskan: “Kami sebenarnya selama beberapa waktu telah memperkirakan hal ini akan terjadi.

"Berbagai penyakit ini lebih sering muncul dalam beberapa tahun terakhir, karena manusia merambah ke habitat liar dan terjadi peningkatan kontak serta penggunaan binatang liar oleh manusia.”

Virus yang menyebabkan Covid-19 sama sekali bukanlah kasus pertama virus corona.

Sebelumnya sudah terdapat virus seperti Ebola, rabies, Sars dan Mers – yang berasal dari populasi kelelawar liar.

Sejumlah bukti terkait virus kelelawar dan kemampuannya dalam menginfeksi manusia, memang berasal dari pencarian sumber wabah Sars.

Virus dapat menginfeksi tempat tinggal baru karena kemampuannya “membuka kunci” dan memasuki sel sehingga terjadi replikasi.

Dan, seperti Sars, sumber virus corona kelelawar sepertinya telah memegang kunci sel manusia. “Terkait dengan Sars-Co V-2 kuncinya adalah protein Spike dan kunci utama untuk memasuki sel adalah reseptor bernama ACE2," kata Prof David Robertson, ahli virus University of Glasgow.

Virus corona bukan hanya dapat membuka kunci ACE2, “virus ini bahkan melakukannya beberapa kali lebih baik dibandingkan Sars-1", katanya.

Hal ini menjelaskan mengapa virus corona berpindah dari satu orang ke orang lainnya; sehingga penularannya telah mengalahkan usaha kita untuk mengendalikannya. Membawa virus kelelawar ke pintu sel manusia di pasar satwa liar memang memainkan peran yang penting.

Beli, jual, infeksi

Sebagian besar dari kita mendengar bahwa virus “mulai” muncul di pasar satwa liar Wuhan. Tetapi sumber virus – yaitu binatang dengan patogen di tubuhnya – tidak ditemukan di pasar itu.

"Kelompok pertama infeksi dikaitkan dengan pasar – itu adalah bukti yang tidak kuat,” kata Prof. James Wood dari University of Cambridge.

"Infeksi dapat berasal dari tempat lain dan hanya kebetulan terkumpul di antara orang-orang di sana. Tetapi karena ini virus binatang, kaitan dengan pasar menjadi semakin kuat.”

Prof. Cunningham sepakat: pasar satwa liar adalah tempat utama bagi penyakit binatang untuk menemukan tempat tinggal baru.

“Menempatkan spesies dalam jumlah besar ke dalam kondisi yang tidak sehat, membuat patogen spesies yang biasanya tidak berdekatan, menjadi berkemungkinan berpindah dari satu spesies ke spesies lainnya.”

Kebanyakan virus satwa liar di masa lalu berpindah ke manusia lewat spesies kedua – lewat satu spesies yang dikembangbiakkan atau diburu dan kemudian dijual di pasar.

Prof. Woods menjelaskan: Virus asli Sars ditransmisikan ke populasi manusia lewat epidemi musang Palm, yang diperdagangkan di China bagian selatan untuk dimakan.

“Sangat penting untuk mengetahui bahwa terjadi wabah di antara musang Palm sendiri. Ini membuat binatang ini harus dikendalikan agar proses pemindahan ke manusia dapat dihentikan.”

Saat mencari tautan yang hilang atau missing link pada rantai transmisi ini, para peneliti menemukan sejumlah petunjuk yang mengarah kepada cerpelai, musang dan bahkan penyu sebagai tempat tinggal.

Virus sejenis ditemukan pada tubuh trenggiling yang diperdagangkan. Tetapi tidak satupun spesies ini menunjukkan tanda-tanda terkait dengan wabah. Yang kita ketahui adalah bahwa kontak kita dengan perdagangan satwa liar membuat kita menghadapi risiko.

"Bagian yang paling penting adalah usaha untuk memastikan kita tidak membawa satwa liar berhubungan langsung dengan kita sendiri atau dengan binatang domestik lainnya,” kata Prof. Wood.

Tetapi mengatur perdagangan satwa liar di dunia bukanlah hal yang mudah dilakukan.

“Telah dilakukan berbagai kampanye untuk melarang semua perdagangan binatang dan semua kontak dengan satwa liar,” kata Prof. Wood.

“Tetapi biasanya yang dilakukan adalah menghukum orang-orang paling miskin dunia. Dalam sejumlah kasus, penerapan langkah tersebut membuat mereka akhirnya berdagang dengan sembunyi-sembunyi, sehingga semakin sulit untuk melakukan apapun.”

WHO telah mendesak diterapkannya standar kebersihan dan keamanan yang lebih ketat terkait dengan pasar basah China. Tetapi dalam sejumlah kasus – seperti perdagangan bushmeat di Afrika Sub-Sahara yang dikaitkan dengan wabah Ebola – pasar merupakan tempat yang tidak resmi sehingga sulit untuk diatur.

"Anda tidak bisa melakukannya dari sebuah kantor di London atau Jenewa; Anda harus melakukannya di lapangan di setiap negara,” kata Prof. Wood.

Dr Maria Van Kerkhove sepakat: "Sangat penting untuk bekerja sama dengan penduduk dan orang-orang yang melakukan kontak manusia/binatang – orang yang bekerja dengan satwa liar.”

Diperlukan usaha global yang cukup rumit. Tetapi wabah Covid-19 sepertinya telah memperlihatkan akibatnya jika hal ini tidak dilakukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lama Mandek, Pemerintah Klaim Kawasan Industri Madura Didukung Investor China

Lama Mandek, Pemerintah Klaim Kawasan Industri Madura Didukung Investor China

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:54 WIB

Bukan Harga Murah, Ini Strategi Sharp Indonesia Menjaga Dominasi Pasar AC

Bukan Harga Murah, Ini Strategi Sharp Indonesia Menjaga Dominasi Pasar AC

Tekno | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:44 WIB

Purbaya Ungkap Alasan Utang ke China lewat Panda Bond, Lebih Murah dari Amerika

Purbaya Ungkap Alasan Utang ke China lewat Panda Bond, Lebih Murah dari Amerika

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya

Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:36 WIB

China Bikin Senjata AI untuk Serangan Udara Skala Besar

China Bikin Senjata AI untuk Serangan Udara Skala Besar

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:34 WIB

5 Rekomendasi Drama China Tayang Agustus 2026: Dari Romansa Modern hingga Costume Drama

5 Rekomendasi Drama China Tayang Agustus 2026: Dari Romansa Modern hingga Costume Drama

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:12 WIB

30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan

30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Rudal Iran Hancurkan Perusahaan China di Kuwait, 1 Orang Tewas

Rudal Iran Hancurkan Perusahaan China di Kuwait, 1 Orang Tewas

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 15:04 WIB

Robot China 'Invasi' Industri Logistik di Inggris, Bagaimana Nasib Pekerja Manusia?

Robot China 'Invasi' Industri Logistik di Inggris, Bagaimana Nasib Pekerja Manusia?

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 14:52 WIB

Kelebihan Rudal QW-12 dan Rudal FN-16 Buatan China yang Dibeli Iran saat Perang dengan Amerika

Kelebihan Rudal QW-12 dan Rudal FN-16 Buatan China yang Dibeli Iran saat Perang dengan Amerika

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:24 WIB

Terkini

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×