Heboh di Korea Selatan, Jasad WNI Anak Buah Kapal China Dibuang ke Laut

Reza Gunadha, Rifan Aditya

Rabu, 06 Mei 2020 | 20:10 WIB
Heboh di Korea Selatan, Jasad WNI Anak Buah Kapal China Dibuang ke Laut
Jasad salah satu abk wni di kapal longxing. [Istimewa]

Selain itu, dalam surat tersebut juga tertulis uang sebesar 10.000 US Dolar akan diserahkan kepada ahli waris saat ada ABK yang meninggal. Surat pernyataan itu juga tertulis dalam bahasa Indonesia.

Diduga Surat pernyataan yang menyebut jenazah ABK yang meninggal harus dikremasi (Screenshot Youtube MBCNEWS)
Diduga surat pernyataan yang menyebut jenazah ABK yang meninggal harus dikremasi (Screenshot Youtube MBCNEWS)

ABK A asal Indonesia mengaku, "Rekan-rekan pelaut bersaksi bahwa kondisi di kapal itu buruk dan eksploitasi berlanjut, dan bahwa para pelaut yang telah meninggal mengeluh tentang penyakit mereka selama sekitar satu bulan".

ABK B asal Indonesia menduga penyebab kematian rekannya karena air minum yang tidak layak.

"Awalnya, rekan-rekan yang meninggal merasakan mati rasa pada kaki, dan kakinya mulai membengkak. Saya membengkak di tubuh saya dan sulit bernapas," ujar ABK B, dilaporkan MBC News.

Para ABK asal Cina di kapal itu minum air minum kemasan. Tetapi ABK asal Indonesia tidak diperbolehkan meminumnya.

ABK Indonesia minum air laut yang telah disaring. Mereka mengatakan setelah minum air itu lalu jatuh sakit.

"Awalnya, saya tidak minum air laut yang disaring. Kemudian saya pusing. Lalu dahak mulai keluar dari tenggorokan saya," tutur ABK B.

Konon, mereka juga bekerja selama 18 jam sehari bahkan lebih.

"Kadang-kadang saya harus berdiri dan bekerja selama 30 jam berturut-turut, dan saya tidak bisa duduk kecuali ketika makan yang diberikan setiap enam jam," kata ABK A.

baca juga

ABK asal Indonesia yang tersisa

Ketua Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI) Korea Selatan Ari Purboyo menjelaskan, ABK dengan total 18 orang itu berangkat dari Indonesia menuju Korea Selatan lalu dijemput dengan kapal tersebut setahun lalu.

Ia menyebut, ada tiga perusahaan yang bertanggung jawab atas keberangkatan ABK tersebut yakni PT Lakemba Perkasa Bahari, PT Alfira Perdana Jaya (APJ) dan PT Karunia Bahari.

Setelah dijemput, mereka pun berlayar ke laut lepas. Namun tiga ABK mengalami sakit di tengah laut sampai akhirnya meninggal dunia.

Al Fattah dan Sefri sempat dipindahkan ke kapal lain untuk mendapatkan pertolongan medis namun nyawanya tidak dapat tertolong dan jasadnya dilarung ke laut. Sefri diketahui meninggal dunia ketika kapal tengah berada di Laut Samoa.

Selang setahun kemudian, 14 ABK yang masih bertahan pun akhirnya mendapatkan pertolongan oleh otoritas setempat dan kini tinggal di sebuah hotel di Busan, Korea Selatan.

Rencananya, 14 ABK itu pulang ke Indonesia namun masih bingung dengan pembiayaannya. Ari mengaku sudah berbicara dengan sejumlah perusahaan yang bertanggung jawab namun belum menemukan titik terang.

"Sepanjang ini komunikasi kami alot," ucap Ari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebelum Pulang ke RI, 14 ABK Terdampar di Korsel Jalani Karantina Covid-19

Sebelum Pulang ke RI, 14 ABK Terdampar di Korsel Jalani Karantina Covid-19

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 18:33 WIB

Terdampar di Korsel, 14 ABK Asal Indonesia Akan Dipulangkan 8 Mei

Terdampar di Korsel, 14 ABK Asal Indonesia Akan Dipulangkan 8 Mei

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 17:05 WIB

Ketua SPPI Korsel, Ari Purboyo: 14 ABK Long Xing Kini Juga Memprihatinkan

Ketua SPPI Korsel, Ari Purboyo: 14 ABK Long Xing Kini Juga Memprihatinkan

wawancara | Rabu, 06 Mei 2020 | 08:08 WIB

14 WNI ABK Kapal China Terdampar di Korsel, Bingung Pulang ke Indonesia

14 WNI ABK Kapal China Terdampar di Korsel, Bingung Pulang ke Indonesia

News | Selasa, 05 Mei 2020 | 22:13 WIB

Jasad 3 WNI ABK Longxing Dibuang ke Laut, Meninggal Dengan Tubuh Membengkak

Jasad 3 WNI ABK Longxing Dibuang ke Laut, Meninggal Dengan Tubuh Membengkak

News | Selasa, 05 Mei 2020 | 22:00 WIB

Terkini

RAPBN 2027: Pemerintah-DPR Sepakat Naikkan Anggaran Belanja Negara, Target Pajak Ikut Melonjak

RAPBN 2027: Pemerintah-DPR Sepakat Naikkan Anggaran Belanja Negara, Target Pajak Ikut Melonjak

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:37 WIB

RAPBN 2027: Pemeritah-DPR Pangkas Anggaran Subsidi Energi Jadi Rp 261,5 Triliun, Turun Rp 11,44 T

RAPBN 2027: Pemeritah-DPR Pangkas Anggaran Subsidi Energi Jadi Rp 261,5 Triliun, Turun Rp 11,44 T

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:33 WIB

Suahasil Ungkap Anggaran Sekolah Gratis Diambil dari Dana Pendidikan Rp 824 Triliun

Suahasil Ungkap Anggaran Sekolah Gratis Diambil dari Dana Pendidikan Rp 824 Triliun

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:29 WIB

Perusahaan Asing Mulai Garap Industri Bioetanol di RI

Perusahaan Asing Mulai Garap Industri Bioetanol di RI

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:27 WIB

Terciduk Jalan Bareng Cewek di Milan, San ATEEZ Akhirnya Buka Suara Bantah Rumor Kencan!

Terciduk Jalan Bareng Cewek di Milan, San ATEEZ Akhirnya Buka Suara Bantah Rumor Kencan!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:25 WIB

Dari Racun OOTD ke Checkout, Apakah Ini Cara Medsos Dorong Budaya Belanja?

Dari Racun OOTD ke Checkout, Apakah Ini Cara Medsos Dorong Budaya Belanja?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:20 WIB

Gegara Nikel dan Emas, MDKA Balik Untung USD102 Juta di Semester I 2026

Gegara Nikel dan Emas, MDKA Balik Untung USD102 Juta di Semester I 2026

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:18 WIB

Wasit Ginanjar Disebut Lontarkan Umpatan, Pelatih PSPS: Sangat Tidak Respect!

Wasit Ginanjar Disebut Lontarkan Umpatan, Pelatih PSPS: Sangat Tidak Respect!

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 12:16 WIB

Inhealth Perluas Jaringan Layanan, Gandeng 8.000 Provider hingga Luar Negeri

Inhealth Perluas Jaringan Layanan, Gandeng 8.000 Provider hingga Luar Negeri

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:13 WIB

Penari Lengger Tanpa Sampur

Penari Lengger Tanpa Sampur

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:06 WIB

×