Ketua SPPI Korsel, Ari Purboyo: 14 ABK Long Xing Kini Juga Memprihatinkan

Arsito Hidayatullah | Ria Rizki Nirmala Sari
Ketua SPPI Korsel, Ari Purboyo: 14 ABK Long Xing Kini Juga Memprihatinkan
Ilustrasi wawancara. Ketua Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI) Korsel, Ari Purboyo. [Hani/captured]

Penuturan Ari Purboyo soal empat WNI ABK kapal Long Xing 629 yang meninggal dunia, di mana tiga jasad dibuang ke laut lepas, serta rekan mereka yang tersisa.

Suara.com - Kisah memilukan pekerja migran Indonesia kembali terdengar, kali ini dari kalangan pekerja atau anak buah kapal (ABK). Tepatnya, kabar itu adalah soal empat dari 18 ABK yang bekerja di kapal Long Xing 629 China yang meninggal dunia, di mana tiga jasad di antaranya terpaksa dibuang ke laut lepas.

Yang lebih miris, sebagaimana antara lain diungkapkan oleh Ketua Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI) Korea Selatan, Ari Purboyo, para ABK itu meninggal dunia dalam kondisi tubuh yang bengkak. Menurut Ari, ada banyak faktor yang menjadi indikasi penyebab keempat WNI tersebut meninggal dunia dengan kondisi tubuh seperti itu.

Faktor kekerasan yang sempat dialami adalah salah satunya, meskipun menurut Ari, faktor tersebut bukan menjadi unsur terbesar dari penyebab meninggal dunianya mereka. Faktor lain adalah dari makanan atau minuman yang dikonsumsi para ABK setiap harinya, apalagi diketahui ABK asal Indonesia mendapatkan perlakuan berbeda untuk makanan dan minuman dengan ABK asal China.

Kini, dari 14 ABK Indonesia yang masih tersisa dan sementara ini masih tinggal di Korsel, Ari mengakui masih bingung karena belum ada kepastian soal pemulangan mereka, terutama terkait pembiayaan. Mengaku sudah berbicara dengan sejumlah perusahaan yang bertanggung jawab, namun sejauh ini belum ada titik terang.

Berikut petikan lengkap wawancara Suara.com dengan Ari Purboyo yang mewakili para pekerja migran di Korea, Selasa (5/5/2020):

Jadi awal ceritanya ini bagaimana?

Al Fattah (pada) September 2019 meninggal karena sakit, dibuang di laut. (Lalu) Sefri asal Palembang (2019), ini kurang lebih sakit juga, sama sakitnya kaya Al Fattah, badannya membengkak di tengah laut; (lalu) Ari pada Februari 2020. Tiga orang ini yang dibuang di laut yah. Yang Ari ini yang videonya viral.

Effendi Pasaribu (26 April), sakit juga, sama badannya bengkak semua. Effendi Pasaribu ini sudah berada di Korea, di daratan Korea, sempat masuk RS tapi hanya semalam.

Penyebab penyakitnya diketahui?

Diketahui dong. Berdasarkan forensik itu karena pneumonia, radang paru-paru ya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS