Korea Selatan Akan Tingkatkan Privasi pada Pengungkapan Pasien Covid-19

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 14 Mei 2020 | 16:39 WIB
Korea Selatan Akan Tingkatkan Privasi pada Pengungkapan Pasien Covid-19
Corona Covid di Korea Selatan. (Shutterstock)

Suara.com - Otoritas kesehatan Korea Selatan mengatakan akan merevisi praktik dalam mempublikasikan rute perjalanan pasien virus corona pada hari Kamis (13/05).

Hal tersebut dikarenakan adanya kekhawatiran akan 'serangan balik' terhadap orang-orang yang menghadiri klub malam sebagai pusat wabah baru.

Setelah berminggu-minggu hampir tidak ada kasus virus korona domestik baru, Korea Selatan menemukan lonjakan infeksi baru yang berpusat di klub malam dan bar paling populer di Seoul.

Menurut pejabat setempat, klub dan bar diharuskan mencatat nama dan nomor telepon kontak semua pengunjung sebagai syarat pembukaan kembali.

Namun ternyata banyak informasi yang tidak lengkap atau salah, kata para pejabat.

Itu membuat pejabat menyisir data lokasi ponsel dan rekaman CCTV untuk mengidentifikasi orang yang mengunjungi bar tersebut.

Pejabat juga mengatakan mereka memahami beberapa orang mungkin takut akan stigmatisasi sosial yang diberikan, dan telah berjanji untuk mencoba mengurangi informasi yang biasanya dikeluarkan tentang pasien.

Ilustrasi tes corona. [Shutterstock]
Ilustrasi tes corona. [Shutterstock]

Menyadur Reuters, Korea Selatan biasanya merilis informasi seperti usia pasien, jenis kelamin, dan tempat-tempat yang dikunjungi segera sebelum dinyatakan positif.

Bahkan dalam beberapa kasus nama belakang dan pekerjaan umum pasien juga disebutkan.

baca juga

Para pejabat berwenang sedang melakukan penelusuran pada sekitar 2.000 orang.

"Otoritas kesehatan dan karantina telah memperluas pengujian anonim nasional untuk mencegah pelanggaran privasi yang tidak perlu," kata Wakil Menteri Kesehatan Kim Gang-lip pada pertemuan otoritas kesehatan pada hari Kamis (13/05), dikutip dari Reuters.

"Selain itu, kami berencana untuk merevisi pedoman pengungkapan yang berlebihan dari perjalanan pasien." tambahnya.

Orang-orang yang mengabaikan panggilan untuk dites dapat didenda hingga 2 juta won (sekitar Rp 24,3 juta), kata pejabat kementerian kesehatan Yoon Tae-ho dalam sebuah briefing.

Korea Selatan melaporkan 29 kasus baru pada Rabu (12/05) dan menjadikan total kasus di negara itu menjadi 10.991 dengan 260 kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korea Selatan Bolehkan Setiap Orang Berhubungan Badan Kalau Sudah 16 Tahun

Korea Selatan Bolehkan Setiap Orang Berhubungan Badan Kalau Sudah 16 Tahun

News | Rabu, 13 Mei 2020 | 20:23 WIB

Kisah Mualaf Musisi Korea Selatan, Peluk Islam setelah Kunjungi Maroko

Kisah Mualaf Musisi Korea Selatan, Peluk Islam setelah Kunjungi Maroko

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2020 | 15:41 WIB

Homofobia Jadi Hambatan Korea Selatan Perangi Covid-19

Homofobia Jadi Hambatan Korea Selatan Perangi Covid-19

News | Senin, 11 Mei 2020 | 16:04 WIB

Terkini

Dari Masjid Nabawi, Anies Berdoa agar Aib Pelaku Kejahatan Dibuka Allah

Dari Masjid Nabawi, Anies Berdoa agar Aib Pelaku Kejahatan Dibuka Allah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 09:37 WIB

Etik Suryani Jalani Pemeriksaan Maraton, Tinggalkan Polresta Surakarta Jelang Pagi

Etik Suryani Jalani Pemeriksaan Maraton, Tinggalkan Polresta Surakarta Jelang Pagi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:28 WIB

OTT KPK di Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Diduga Peras Perangkat Daerah

OTT KPK di Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Diduga Peras Perangkat Daerah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:23 WIB

Kabar Duka, Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia

Kabar Duka, Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:06 WIB

Kekayaan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Terciduk OTT KPK

Kekayaan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Terciduk OTT KPK

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:06 WIB

KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan

KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:37 WIB

Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK

Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:31 WIB

Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan  Anak

Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan Anak

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:15 WIB

Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete

Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 06:55 WIB

Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran

Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 06:00 WIB

×