Kewalahan Awasi Pedagang Tanah Abang, Camat Ngeluh Kurang Petugas Satpol PP

Dwi Bowo Raharjo, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 18 Mei 2020 | 16:59 WIB
Kewalahan Awasi Pedagang Tanah Abang, Camat Ngeluh Kurang Petugas Satpol PP
Satpol PP DKI Jakarta menutup paksa lapak PKL dan kios di Kawasan Pasar Tanah Abang pada Jumat (15/5/2020). [Suara.com/Bagaskara]

Suara.com - Camat Tanah Abang Yassin Pasaribu mengakui masih banyak pedagang yang kerap memaksa membuka lapak di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Padahal, Pemprov DKI tengah menerapkan PSBB untuk mencegah penyebaran virus corona atau covid-19.

Yassin mengatakan pihaknya kewalahan mengawasi pedagang yang nekat berjualan. Ia menyebut petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kekurangan personel.

"Jumlah personil Satpol PP masih kurang. Karena bukan hanya di pasar Tanah Abang saja," ujar Yassin saat dihubungi, Senin (18/5/2020).

Yassin mengatakan pihaknya sudah meminta agar petugas Satpol PP ditambah. Menurutnya petugas perlu bersiaga di lokasi untuk membuat pedagang enggan berjualan.

"Saya sudah komunikasi dengan Kasatpol PP Jakarta Pusat, katanya akan menambahkan personel Satpol PP hanya beberapa saja," jelas Yassin.

Ia sendiri menyebut para pedagang kerap memaksa berjualan karena merasa penghasilannya terus berkurang di tengah PSBB. Bahkan jika sudah diberikan bantuan, pedagang disebutnya merasa kurang.

"Kalau dari pedagangnya memang tingkat ekonominya yang mereka rasakan, kalau tidak berdagang, mereka dapat sesuatu dari mana," pungkasnya.

Sebelumnya, para pedagang di kawasan Tanah Abang masih bandel menjajakan dagangannya saat masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Akibatnya ada ratusan kios yang harus disegel.

Yassin Pasaribu mengatakan para pedagang saat itu tersebut diminta mengisi Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Selanjutnya kios milik mereka diminta tutup dan disegel.

baca juga

Barang-barangnya tidak disita namun hanya diminta dimasukan ke dalam kios untuk tidak berjualan. Tindakan ini disebutnya dilakukan hari ini, Senin (18/5/2020) siang setelah mendapatkan laporan dan patroli rutin.

"Semua sudah di-BAP. Pedagang dan pembeli. Di segel saja tempatnya," ujar Yassin saat dihubungi, Senin (18/5/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Minta Warga Harus Siap Siaga Hadapi New Normal Corona

Jokowi Minta Warga Harus Siap Siaga Hadapi New Normal Corona

News | Senin, 18 Mei 2020 | 16:49 WIB

Kucing-kucingan Berdagang saat PSBB, Ratusan Kios Tanah Abang Disegel

Kucing-kucingan Berdagang saat PSBB, Ratusan Kios Tanah Abang Disegel

News | Senin, 18 Mei 2020 | 16:28 WIB

Seorang Ayah Ungkap 3 Gejala Peradangan Langka Putrinya terkait Covid-19

Seorang Ayah Ungkap 3 Gejala Peradangan Langka Putrinya terkait Covid-19

Health | Senin, 18 Mei 2020 | 16:41 WIB

Cegah Corona, Shalat Jamaah di Masjid Ini Diberi Pembatas Plastik

Cegah Corona, Shalat Jamaah di Masjid Ini Diberi Pembatas Plastik

Foto | Senin, 18 Mei 2020 | 16:40 WIB

Kubur Jenazah Pasien Diam-diam, Nikaragua Tutupi Jumlah Kasus Covid-19

Kubur Jenazah Pasien Diam-diam, Nikaragua Tutupi Jumlah Kasus Covid-19

News | Senin, 18 Mei 2020 | 16:39 WIB

Terkini

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:45 WIB

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:40 WIB

Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta

Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:32 WIB

Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti

Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:28 WIB

5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:42 WIB

Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo

Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:32 WIB

5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil

5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:25 WIB

Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes

Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:40 WIB

Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta

Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:00 WIB

Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah

Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:28 WIB

×