32 Tahun Menghilang, Lelaki Korban Penculikan Berhasil Jumpa Keluarga

Dany Garjito | Arief Apriadi | Suara.com

Rabu, 20 Mei 2020 | 11:37 WIB
32 Tahun Menghilang, Lelaki Korban Penculikan Berhasil Jumpa Keluarga
Ilustrasi keluarga. (Shutterstock).

Suara.com - Seorang lelaki asal China yang telah menghilang selama 32 tahun berhasil dipertemukan oleh keluarganya pada Senin (18/5/2020), berkat bantuan teknologi pengenal wajah.

Mao Yin, menjadi korban penculikan saat masih berusia dua tahun. Dia diculik ketika berada di luar sebuah hotel di kota Xi'an, China pada 1988.

Dia kemudian dijual kepada pasangan suami istri yang tidak memiliki anak di provinsi Sichuan. Pihak kepolisian tak membeberkan informasi orang tua angkat Mao, sebagaimana dilaporkan CNN.

Mao yang dibesarkan dengan nama Gu Nangning tak mengetahui bahwa dia merupakan korban penculikan, di mana kedua orang tua kandung terus mencarinya selama lebih dari tiga dekade.

Kronologi ditemukanya Mao dengan keluarga kandungnya berawal pada April 2020. Polisi Xian menerima informasi bahwa seorang pria di provinsi Sichuan telah membeli anak dari Shaanxi pada akhir 1980-an.

Tangkapan layar menunjukan Mao Yin (tengah) berhasil berjumpa orang tua kandung setelah 32 tahun menghilang akibat menjadi korban penculikan. (CNN)
Tangkapan layar menunjukan Mao Yin (tengah) berhasil berjumpa orang tua kandung setelah 32 tahun menghilang akibat menjadi korban penculikan. (CNN)

Polisi yang sudah lama menerima laporan hilngnya Mao, menggunakan teknologi pengenal wajah untuk menemukannya. Lewat foto masa kecil Mao, polisi membuat gambar tiruannya sebagai orang dewasa.

Foto prediksi Mao saat dewasa itu kemudian dibandingkan dengan foto-foto di basis data nasional.

Namun, pihak kepolisian tak merinci bagaimana proses perbandingan foto-foto tersebut, sebagaimana diberitakan media televisi China, CCTV.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi akhirnya melacak keberadaan pria mirip citra dewasa Mao di kota Mianyang. Tes DNA menjadi pembuktian dalam temuan tersebut.

Mao dan keluarga akhirnya dipertemukan pada Senin (18/5/2020), lewat konferensi pers yang diadakan pihak kepolisian Xi'an.

"Aku tidak ingin dia meninggalkanku lagi. Aku tidak akan membiarkan dia meninggalkanku lagi," kata Li Jingzhi, ibu dari anak diculik yang bertemu keluarganya ini seperti dikutip CNN, Rabu (20/5/2020).

Mao yang kini berkarir di dunia bisnis dekorasi rumah menyebut bakal pindah dari Sichuan ke Xi'an untuk tinggal bersama dengan kedua orang tuanya.

Uniknya, sebelum benar-benar berjumpa keluarga kandung, Mao mengaku sempat menonton berita di televisi di mana sang ibu Li Jingzhi berbicara terkait putranya yang hilang.

Saat itu Mao mengaku kagum dan tersentuh dengan kegigihan Li, tanpa mengetahui bahwa dia adalah anak yang dicari-cari Li selama puluhan tahun.

Menurut laporan Xinhua, polisi telah menemukan dan mempertemukan kembali lebih dari 6.300 anak-anak yang diculik di China sejak Kementerian Keamanan Publik membentuk basis data DNA nasional pada 2009.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Startup China Bikin Masker Transparan Canggih, Dibuka Pakai Ponsel

Startup China Bikin Masker Transparan Canggih, Dibuka Pakai Ponsel

Tekno | Rabu, 20 Mei 2020 | 10:30 WIB

Ilmuwan China Bikin Obat Covid-19, Diklaim Bisa Setop Pandemi Tanpa Vaksin

Ilmuwan China Bikin Obat Covid-19, Diklaim Bisa Setop Pandemi Tanpa Vaksin

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 10:04 WIB

China Dukung Investigasi Independen tentang Virus Corona oleh WHO

China Dukung Investigasi Independen tentang Virus Corona oleh WHO

Health | Rabu, 20 Mei 2020 | 09:00 WIB

Terkini

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

News | Sabtu, 18 April 2026 | 00:03 WIB

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 23:21 WIB

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:55 WIB

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:38 WIB

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:30 WIB

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:27 WIB

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:13 WIB

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:59 WIB