Soroti Skema New Normal, AHY: Jangan Sampai Berharap Untung, Malah Buntung

Reza Gunadha, Husna Rahmayunita

Kamis, 28 Mei 2020 | 15:26 WIB
Soroti Skema New Normal, AHY: Jangan Sampai Berharap Untung, Malah Buntung
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY. (Suara.com/Yasir)

Suara.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menanggapi wacana pemberlakuan new normal di tengah pandemi virus corona yang santer digaungkan pemerintah.

Menurut AHY, penerapan new normal semestinya didasarkan pada kajian yang matang mengenai kesiapan dan kedisplinan skenario tatanan kehidupan baru tersebut.

Pendapat itu disampaikan AHY melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @AgusYudhoyono, Kamis (28/5/2020).

"Belajar dari sejarah tersebut, wacana pembukaan kembali aktivitas sosial-ekonomi harus benar-benar didasarkan pada kajian matang tentang kesiapan dan kedisiplinan kita menghadapi era new normal," cuitanya seperti dikutip Suara.com.

Ia lantas menyoroti skenario new normal yang difokuskan untuk memulihkan sektor ekonomi yang terpuruk akibat pandemi virus corona. Pemerintah diharapkan benar-benar dapat mempertimbangkannya agar tak merugikan masyarakat.

"Jangan sampai berharap untung malah buntung. Pertumbuhan ekonomi haruslah untuk hidup masyarakat," imbuhnya.

Lebih lanjut dalam cuitan selanjutnya, AHY mengutip hasil kajian ilmiah dari peneliti Massachusetts Intitute of Technology (MIT) mengenai strategi menghadapi Spanish Flu (1914-1919) yang menurutnya bisa dijadikan acuan dalam penanggulangan pandemi virus corona.

"Penelitian menunjukkan wilayah yang menerapkan protokol kesehatan ketat, cenderung bisa menekan pandemi berkepanjangan, korban & jumlah kematian lebih sedikit dan pertumbuhan ekonomi pasca-pandemi lebih tinggi," cuitnya.

Maka dari itu, kata AHY, pemerintah perlu menerapkan aturan yang ketat dan disiplin guna menyelamatkan nyawa dan ekonomi warga di tengah pandemi virus corona yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

baca juga
Cuitan AHY soal skenario new normal. (Twitter/@AgusYudhoyono)
Cuitan AHY soal skenario new normal. (Twitter/@AgusYudhoyono)

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan sosialisasi secara besar-besaran mengenai New Normal di Indonesia.

"Protokol adaptasi tatanan normal baru ini yang sudah disiapkan Kemenkes disosialisasikan secara masif," ujarnya dalam rapat terbatas melalui video conference, Rabu (27/5).

"Sehingga masyarakat tahu apa yang harus dikerjakan, seperti jaga jarak, gunakan masker, cuci tangan, dilarang berkerumun," Jokowi menambahkan.

Sementara itu, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan ada tujuh provinsi yang dianggap siap untuk menerapkan New Normal. Biro pers Sekretariat Presiden juga telah merilis 25 daerah yang telah siap melaksanakan New Normal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Virus Corona, Filipina Perkenalkan Metode Belajar Blended Learning

Pandemi Virus Corona, Filipina Perkenalkan Metode Belajar Blended Learning

Health | Kamis, 28 Mei 2020 | 14:10 WIB

Ahli Epidemiologi: New Normal di Indonesia Prematur, Akan Banyak yang Gugur

Ahli Epidemiologi: New Normal di Indonesia Prematur, Akan Banyak yang Gugur

Health | Kamis, 28 Mei 2020 | 14:09 WIB

Penerapan New Normal Indonesia, Ahli: Ada Desakan Kapital

Penerapan New Normal Indonesia, Ahli: Ada Desakan Kapital

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2020 | 14:01 WIB

Mercedes-Benz Terapkan Konsep Kenormalan Baru, Bentuknya Begini

Mercedes-Benz Terapkan Konsep Kenormalan Baru, Bentuknya Begini

Otomotif | Kamis, 28 Mei 2020 | 14:00 WIB

Mutasi Virus Corona: Apa Pentingnya dan Bagaimana Mereka Bermutasi?

Mutasi Virus Corona: Apa Pentingnya dan Bagaimana Mereka Bermutasi?

Health | Kamis, 28 Mei 2020 | 14:30 WIB

Terkini

Warga Agam Temukan Tengkorak-Tulang Manusia di Sawah, Diduga Korban Bencana

Warga Agam Temukan Tengkorak-Tulang Manusia di Sawah, Diduga Korban Bencana

Sumbar | Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:25 WIB

Chung Chung Christian School Gandeng Raffles Institution Singapura, Perkuat Pendidikan Global

Chung Chung Christian School Gandeng Raffles Institution Singapura, Perkuat Pendidikan Global

Jatim | Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:20 WIB

Kenapa Sanksi Ekonomi AS ke Iran Bawa Berkah untuk Harga Minyak Dunia?

Kenapa Sanksi Ekonomi AS ke Iran Bawa Berkah untuk Harga Minyak Dunia?

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:19 WIB

Macam-Macam Bangun Ruang Sisi Datar: Rumus Luas Permukaan dan Volume Lengkap

Macam-Macam Bangun Ruang Sisi Datar: Rumus Luas Permukaan dan Volume Lengkap

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:18 WIB

Promo Belanja Kebutuhan Dapur di Segari, Terbaru Diskon Besar dari BRI

Promo Belanja Kebutuhan Dapur di Segari, Terbaru Diskon Besar dari BRI

Bri | Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Sifat-sifat Cahaya dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Sifat-sifat Cahaya dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Sumbar Kirim 2,1 Ton Rendang ke NTT

Sumbar Kirim 2,1 Ton Rendang ke NTT

Sumbar | Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:13 WIB

Detik-detik Banjir Bandang Terjang Parigi Moutong: Puluhan Rumah Tertimbun Lumpur

Detik-detik Banjir Bandang Terjang Parigi Moutong: Puluhan Rumah Tertimbun Lumpur

Sulsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:13 WIB

4 Penyebab Rekening Warga Bisa 'Diblokir' Aparat, Perwakilan Massa Pati Kena yang Mana?

4 Penyebab Rekening Warga Bisa 'Diblokir' Aparat, Perwakilan Massa Pati Kena yang Mana?

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:09 WIB

4 Rekomendasi HP Murah Kuat Main Genshin Impact, Lancar Jelajahi Dunia Teyvat

4 Rekomendasi HP Murah Kuat Main Genshin Impact, Lancar Jelajahi Dunia Teyvat

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:08 WIB

×