Protes George Floyd, Gubernur New York: 'Kekerasan Tidak Akan Berhasil'

Rendy Adrikni Sadikin, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 01 Juni 2020 | 14:52 WIB
Protes George Floyd, Gubernur New York: 'Kekerasan Tidak Akan Berhasil'
Chris Cuomo. (Instagram/@chriscuomo)

Suara.com - Gelombang protes di Amerika Serikat masih terus terjadi hingga hari ke-enam. Bahkan kerusuhan masih terjadi di beberapa kota di AS.

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur New York, Andrew Cuomo mengimbau kepada warga yang melakukan protes untuk tetap dan mengingatkan kekerasan tidak ada gunanya.

Menyadur CBC News, pernyataan Cuomo tersebut disampaikan pada saat briefing Covid-19 pada hari Minggu (31/05). Ia memohon warga untuk tenang setelah beberapa malam terjadi kerusuhan di kota-kota di seluruh negara bagian.

"Kekerasan tidak pernah berhasil, itu tidak menghormati kematian Mr. Floyd," kata Cuomo dikutip dari CBC News.

"Mr. Floyd tidak kejam. Mr. Floyd patuh. Mr. Floyd bahkan tidak didakwa atau dituduh melakukan kejahatan kekerasan. Tidak ada kekerasan. Itulah yang membuat pembunuhan itu keterlaluan. Ketika Anda melakukan kekerasan itu akan dijadikan kambing hitam untuk menggeser kesalahan. Ini (kekerasan) yang membuat Presiden Amerika Serikat lebih memilih men-tweet tentang penjarahan daripada pembunuhan oleh seorang perwira polisi. Hal ini memungkinkan pemerintah federal untuk mempolitisasi apa yang sedang terjadi dan menghasilkan teori untuk menyalahkan sayap kiri yang hanya akan menimbulkan perpecahan," jelas Cuomo.

Ketika beberapa kota di negara bagian memberlakukan jam malam pada hari Sabtu (30/05), namun berbeda dengan Cuomo yang tidak akan memberlakukan jam malam. Dia mengatakan wilayah Rochester meminta tambahan polisi negara, dan mereka akan mengirim 200 polisi tambahan.

Cuomo juga mengatakan bahwa Jaksa Agung Letitia James akan mengawasi investigasi terhadap kejadian seorang polisi NYPD yang dengan sengaja menabrakkan diri ke kerumunan demonstran. Dia mengatakan ingin mendapatkan laporan dalam 30 hari.

"Jika peninjauan terhadap video-video itu akan ditenemukan tindakan polisi yang tidak patut, akan ada tindakan lebih lanjut," kata Cuomo.

"Itu tidak akan menjadi laporan yang hanya tersimpan di rak. Ini adalah momen reformasi. Saya tidak akan menghakimi hanya pada apa yang saya lihat di video."

baca juga

"Jaksa Agung akan berbicara dengan polisi dan kita akan melihat apa yang harus mereka katakan. Tetapi jika ada perilaku yang tidak pantas, akan ada konsekuensinya." pungkasnya.

Wali Kota New York City, Bill de Blasio mengatakan pada hari Minggu juga akan mengadakan penyelidikan terhadap kejadian tersebut. Tetapi de Blasio juga memuji tindakan polisi secara keseluruhan dalam menghalau demonstran.

"Saya ingin memuji tindakan yang kami lihat secara keseluruhan oleh NYPD," kata de Blasio.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger Kematian George Floyd, Ini Kerusuhan Rasial di AS dari Masa ke Masa

Geger Kematian George Floyd, Ini Kerusuhan Rasial di AS dari Masa ke Masa

News | Senin, 01 Juni 2020 | 12:56 WIB

Trio Bintang Liga Jerman Tuntut Keadilan bagi George Floyd

Trio Bintang Liga Jerman Tuntut Keadilan bagi George Floyd

Bola | Senin, 01 Juni 2020 | 11:55 WIB

Dianggap Teroris oleh Trump, Siapa Sebenarnya Kelompok Antifa?

Dianggap Teroris oleh Trump, Siapa Sebenarnya Kelompok Antifa?

News | Senin, 01 Juni 2020 | 12:48 WIB

Terkini

Menanti Kepulangan Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau, PFI Gelar Doa Bersama

Menanti Kepulangan Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau, PFI Gelar Doa Bersama

News | Jum'at, 11 September 2026 | 22:36 WIB

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 22:17 WIB

Shin Tae-yong Bawa Senjata Baru Lawan Persib, Ivan Mamut Siap Debut di El Clasico

Shin Tae-yong Bawa Senjata Baru Lawan Persib, Ivan Mamut Siap Debut di El Clasico

Bola | Jum'at, 11 September 2026 | 22:02 WIB

CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata

CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata

Sumsel | Jum'at, 11 September 2026 | 21:50 WIB

Hari Keempat, SAR Sisir Pulau Terdekat Anak Krakatau Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

Hari Keempat, SAR Sisir Pulau Terdekat Anak Krakatau Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

News | Jum'at, 11 September 2026 | 21:33 WIB

Mengetuk Pintu Langit, Taburan Doa Menggema di Hari Ke-4 Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Mengetuk Pintu Langit, Taburan Doa Menggema di Hari Ke-4 Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Jum'at, 11 September 2026 | 21:20 WIB

Gabung Floor Inc, Cecil Yang Kawinkan Musik, Fashion dan Kecantikan Jadi Satu

Gabung Floor Inc, Cecil Yang Kawinkan Musik, Fashion dan Kecantikan Jadi Satu

Entertainment | Jum'at, 11 September 2026 | 20:52 WIB

Dipicu Angin Kencang, Titik Api Baru Kembali Membakar TPA Galuga Bogor

Dipicu Angin Kencang, Titik Api Baru Kembali Membakar TPA Galuga Bogor

Bogor | Jum'at, 11 September 2026 | 20:48 WIB

Kajian KPK: Biaya Pilgub Tembus Rp100 Miliar, 65 Persen Kepala Daerah Siap 'Layani' Donatur

Kajian KPK: Biaya Pilgub Tembus Rp100 Miliar, 65 Persen Kepala Daerah Siap 'Layani' Donatur

News | Jum'at, 11 September 2026 | 20:45 WIB

Pengasuh Pesantren di Pati Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Anak

Pengasuh Pesantren di Pati Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Anak

News | Jum'at, 11 September 2026 | 20:39 WIB

×